
Hari itu tiba tiba langit berwarna gelap,awan bergumpalan berwarna hitam, rintik rintik hujan turun menyelimuti kesedihan seorang gadis yang ditinggal oleh ibunya.
Hiks.. Hiks.., Ibuuuu Jangan pergi !
Aku menangis tiada henti hentinya tanganku mencakar-cakar tanah rasa kesal, sedih, marah semua bercampur aduk didalam hatiku aku meratapi nasibku yang malang ini ibu yang aku sayangi satu satunya telah pergi meninggalkanku karena tuduhan itu, tapi aku berjanji akan berusaha untuk membuktikan ibuku tidak bersalah dan membawamu kembali bersamaku lagi ibu.
Dan sekarang aku harus bisa berjuang hidup sendiri demi kebaikanku dan ibuku,
'semangat Celia kamu pasti bisa!' ucap Celia kepada dirinya sendiri berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri, ia pun bangkit dari kesedihannya itu berdiri dari tanah dan memutuskan untuk menjalani hidup dan tidak akan pernah putus asa walaupun badai menghadang didepannya.
Ketika Celia menoleh ke gubuknya seketika ia kaget saat melihat gubuknya sudah rusak akibat segerombolan warga yang datang untuk menggeledahnya tetapi ia ingin tetap tinggal disana, saat Celia tepat berada di depan pintunya sebuah kertas menempel dan bertuliskan
Segera tinggalkan desa ini!
kalau kamu tidak mau dan ibumu
lihat saja akibatnya nanti akan
lebih buruk lagi!
Setelah Celia membaca sebuah kertas yang menempel di pintunya tersebut ia pun dengan terpaksa harus meninggalkan gubuknya dan desa Orbin, walaupun gubuknya terlihat sederhana tetapi kenangan yang indah terukir di dalamnya saat saat bersama Mina ibu yang ia sayangi.
Celia masuk ke dalam gubuknya untuk mengemas pakaian dan barang barangnya
ia tak sadar meneteskan sedikit air mata keadaan yang membuat ia harus meninggalkan desa Orbin setelah Celia selesai berkemas ia pun berjalan disertai dengan hujan lebat, setelah beberapa menit berjalan akhirnya ia sampai dijalan besar ia pun terus melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
Hingga akhirnya sebuah sopir angkot samar samar melihat seorang berjalan ia pun menggerakkan angkotnya dengan lambat mendekatinya mencoba untuk melihatnya lebih jelas lagi karena pada saat itu cuaca buruk dan langit gelap.
Sedangkan Celia yang masih berjalan dirasakannya sebuah kendaraan bergerak lambat ia pun menoleh dilihatnya cahaya lampu mobil yang membuat matanya silau ia berusaha untuk mengerjap dan mengedipkan mata beberapa kali menyesuaikan diri dengan cahaya terang yang menyelimuti sekeliling, sopir itu pun berhenti tepat didepannya dan membuka kaca angkotnya tampak seorang gadis kecil basah kuyup yang sedang membawa tas besar.
"Nak,mau kemana dikondisi cuaca begini?" Tanya sopir angkot itu , Celia pun menoleh
"Sa..sa ..saya mau ke kota Grasir pak." Jawab Celia dengan suara terbata bata karena kedinginan sambil menyilangkan tangan di dadanya, mendengar perkataan dari Celia sopir itu merasa kasihan dan memberinya tumpangan
"Kalau begitu naik angkot bapak saja nak!" Ucap bapak itu kepada Celia
" Ta..ta..tapi pak.. ucap Celia gemetaran
"Gak apa nak,sekalian bapak juga mau pulang." Ujar Sopir itu langsung menyela
"Baiklah pak,Terimakasih banyak!" Ucap celia ditatapnya dengan penuh rasa terima kasih sambil naik ke angkot pak sopir itu di bagian belakang.
"Terimakasih tuhan ternyata masih ada orang yang baik juga." batinnya.
" Sudah siap nak?"Ucap pak Sopir
"Siap pak!" jawab Celia sambil tersenyum angkot itu pun melesat menuju ke kota Grasir.
Di perjalanan menuju kesana pak Sopir bertanya kepadaku .
"Nak, kamu mau kemana di cuaca buruk begini dan dimana orang tuamu?" Tanya pak Sopir itu sambil menyetir.
__ADS_1
"Saya tidak mengetahui dimana keberadaan ayah saya pak sedangkan ibu saya ditangkap dan dibawa ke kantor polisi karena tuduhan meracuni anak kepala desa ,tetapi ibu saya tidak pernah berniat melakukan hal semacam itu saya yakin ibu saya pasti difitnah pak!" jelas Celia.
Sopir itu pun diam sesaat dan bertanya lagi
"Lalu sekarang nak mau kemana?" lanjut Sopir itu lagi sambil menyetir.
"Hhh, saya tidak tahu lagi pak mau kemana lagi mungkin saya akan mencari pekerjaan di kota." sahut Celia lirih sambil menghela napas berat dan menunduk.
Mendengar Ucapan dari Celia, Pak Sopir itu pun merasakan iba terhadap gadis itu ia terlihat menunduk.
"Bapak turut perihatin nak, Semoga saja orang tua nak bisa berkumpul lagi" Ucap pak Sopir itu yang merasa kasihan kepada Celia
"Terimakasih, pak saya juga berharap begitu." Jawab Celia sambil tersenyum ia pun kembali menoleh ke arah kaca mobil untuk menghilangkan sejenak perasaan sedihnya itu.
"Anak yang malang." gumam sopir itu ia pun kembali fokus untuk menyetir sedangkan Celia tanpa sadar ia pun tertidur.
🚌
🚌
🚌
Gimana ceritanya guys? jangan lupa like comentnya buat Authornya ❤ supaya saya bisa memperbaiki dan semangat untuk melanjutkan ceritanya lagi dan maaf jika ada sedikit kekeliruan dalam penulisan/kata harap dimaklumi🙏 selamat menunggu bagian selanjutnya.
Bersambung...
__ADS_1