
"Terimakasih Muf! bukan hanya kamu tapi kita...Kita akan berjuang bersama-sama untuk segera mengungkap kebenaran."
Beberapa jam di perjalanan akhirnya kami pun sampai di toko nenek. Aku pun turun dari mobil dan melangkahkan kaki ku menuju ke kamar untuk menaruh tas ku lalu membersihkan diri menuju ke kamar mandi.
Kemudian setelah aku membersihkan diri aku melangkahkan kaki ku menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan disana sudah ada nenek yang menungguku.
"Maaf Lia membuat nenek menunggu lama" Ucapku sambil menarik kursi untuk duduk.
"Iya nggak apa cu, yuk kita makan! nenek tahu kamu pasti sudah lapar." Balas nenek sambil menyodorkan sesendok nasi ke piring ku.
Aku dan nenek pun mulai makan malam. Setelah makan seperti biasa aku membersihkan piring yang kotor lalu menuju ke kamar untuk beristirahat melepaskan lelah.
...****************...
Di Rumah Muffy.
Pukul 22.00 PM
Tampak Muffy yang tengah berbaring di kasur sambil memainkan ponsel nya yang ditemani dengan buku di sampingnya.
"Alay, banget sih!" Kata Muffy muak sembari menggeser-geser layar ponselnya, ia melihat Instagram Vina. Sekilas Muffy kepikiran dengan Celia yang dituduh meneror Vina,
"Bagaimana ya caranya agar Celia tidak jadi diskors oleh pihak kampus?" Muffy, sambil mengatur alarm.
Muffy terus berpikir bagaimana caranya agar bisa menemukan bukti bahwa Celia tidak bersalah.
"Emangnya Celia punya masalah apa sampai-sampai meneror Vina? Ahh... aku tahu Celia tidak pernah sedikit pun punya niat jahat dengan siapa pun." Gumam Muffy sambil menaruh handphone nya. Yang tanpa sadar ia sudah tertidur.
07.00 Am.
Selasa.
Keesokan paginya, Muffy terbangun dari tidur nya yang lelap karena sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar tidurnya yang sontak membuat nya terkejut dan langsung melompat dari kasur menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
"Aduhh guee telatt!" Seru Muffy sambil mengikat tali sepatunya lalu turun untuk sarapan pagi.
"Morning! Pa ma" Sapa Muffy hangat sambil berlari menuruni anak tangga satu persatu.
"Morning to kesayangan mama!" Balas Travina hangat.
"Kok tumben bangun kesiangan Fy?" Tanya Rio papa Muffy sembari menaruh secangkir kopi.
"Iya nih pa! tumben." Jawab Muffy sambil meminum susu dengan terburu-buru.
"Hati-hati dong minumnya sayang!" Perintah mama Muffy sambil menaruh tiga piring roti yang satu kepada papa, satu kepada Muffy dan satunya lagi buat nya.
"Maaf ma, tapi Muffy harus cepat soalnya Fy udah telat!" Ujar Muffy seraya mengambil roti dan juga susu dan langsung memakannya dengan cepat.
"... Ma, pa! Muffy berangkat dulu." Pamit Muffy sambil mencium kedua tangan orang tuanya.
Lalu segera berlari menuju garasi mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju ke kampus Grasir.
* * *
"Cu!" Panggil nek Tina.
"Iya nek?" Jawabku.
"Kenapa cu memasak? Apa cu tidak berangkat ke kampus" Lanjut nenek bertanya kepada ku.
"Ahmm...tidak nek" Jawabku dengan ragu-ragu sambil mengangkat masakan yang sudah matang.
''Kenapa cu? apa yang terjadi?''
"Tidak terjadi apa nek, memang kampus libur"
"Oh begitu, baiklah! mari cu kita makan! Nenek sudah lama tidak makan masakan cucu nenek yang cantik ini."
__ADS_1
"Ahh,,, nenek bisa saja"
Kami pun mulai makan bersama aku terpaksa berbohong kepada nenek karena aku tidak mau nenek terkejut. Selesai makan seperti biasa aku mencuci piring yang kotor lalu membuatkan nenek secangkir teh hangat lalu membuka toko kue.
Kemudian setelah membuka toko aku pun duduk di kasir sambil menunggu pengunjung yang datang aku membaca buku yang kudapatkan di perpustakaan. Ku anggap hari ini merupakan hari libur dan tidak menganggap bahwa aku di hukum, aku berdoa kepada tuhan semoga saja aku bisa melewati hari ini dan hari-hari selanjutnya.
Ting.. Ting.. Ting (bunyi lonceng)
"Selamat datang di toko kue enak milik nek Tina!" Sapa ku kepada sepasang konsumen.
Mereka pun membalas hanya dengan anggukan sambil tersenyum lalu bertanya.
"Kami kesini ingin membeli kue untuk acara pernikahan kami, kira-kira di sebelah mana ya?" Tanya seorang laki-laki.
"Tentu boleh silahkan! kue nya ada di sebelah sini tuan." Jawabku sambil menuntun mereka memilih kue untuk pernikahan.
Setelah memilih sebuah kue yang di rasanya cocok untuk pernikahan mereka. Mereka pun membayar di kasir dan meminta tolong kepada ku untuk menghantarkan kue yang dipilihnya dan dibawakan ke acara pernikahan nya besok dan aku pun mengiyakan nya.
"Ya ampun Celia! kamu kok bisa lupa dengan janji Kelvin?" Tiba tiba aku teringat dengan janji Kelvin yang mengajak ku jalan-jalan.
"Aduhh, gimana ini?!" Gumam ku merasa bersalah karena aku tidak menepati janji Kelvin.
"Kenapa cu?" Tanya nenek yang tiba-tiba sudah ada di samping ku.
"Ahmm... tidak nek, tidak ada apa-apa" Jawabku sedikit gugup.
"Benarkah cu? keliatannya cu tidak baik-baik saja nenek lihat." Lanjut nenek menatapku.
"Benar nek!" sahutku sambil tersenyum.
Lalu nenek pun duduk di sebelahku.
.
__ADS_1
.
Bersambung.