
"Cara makannya ini gimana nek?" Tanya Muffy kebingungan untuk mulai mencicipi kue, karena dibungkus dengan daun pisang.
"Bukan makannya dulu Muf, tapi cara bukanya" Celetuk Celia.
"Ahaa...iya begitu maksudku"
"Begini cu, cari dulu dua lipatan yang terdapat di bawah pembungkusnya lalu dibuka." Jelas nek Tina menunjukkan cara membuka kue nagasari.
"Oh.... gitu ya cara bukanya nek, ternyata gak sesulit yang Muffy bayangin."
Nek Tina hanya membalas dengan anggukan pelan.
Setelah membuka kue nagasari mereka pun mulai menikmatinya. Muffy tampak takjub dengan rasanya yang lezat dari pertama gigitan sudah merasakan sensai pisangnya, Muffy sudah mengambil lima kue, sedangkan Celia baru mengambil dua kue.
"Pelan pelan makannya cu" Kata nek Tina memperingatkan dengan sedikit tertawa.
"Habisnya rasa kuenya sungguh enak nek, baru pertama gigitan udah kerasa pisangnya dan juga berasnya" Puji Celia.
"Benarkah itu cu?" Tanya nek Tina.
"Iya, betul nek. Fy aja udah ngambil lima kue" Muffy menambahkan.
"Kalau begitu, sekarang kalian sudah bisa kan membuatnya?" Tanya nek Tina.
"Sudah nek" Jawab Celia.
"Kalau cu Muffy, gimana?"
"Muffy... ingat dikit dikit nek hehe."
"...Ya sudah, ayo ambil lagi."
Mereka pun lanjut menikmati kue. Dan tidak terasa matahari sudah terbenam ke arah barat. Menyadari hal itu mereka segera turun untuk menutup toko.
~ ~ ~
Selesai membereskan toko dan juga menutupnya. Nek Tina segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, begitu pun Muffy ia juga sama membersihkan diri di kamar mandi. Kamar mandi nek Tina berada di samping kamarnya sama dengan Celia.
Sembari menunggu Muffy selesai mandi. Celia berinsiatif untuk memasak makan malam. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan lemari es untuk mencari bahan.
"Baiklah, hari ini aku akan masak-masakan yang enak" Gumam Celia dalam hati tersenyum, sambil membuka lemari es. Saat Celia membuka lemari es hanya terdapat telur saja. Dengan gerakan yang cekatan ia mengambil cabai, bawang merah, merica, dan juga yang lainnya untuk dihaluskan.
Setelah dihaluskan Celia mulai memecahkan telur dan mengocoknya. Lalu memanaskan wajan untuk menggoreng bumbu, telur yang sudah dikocok, kemudian dicampur dengan nasi.
Tak lama kemudian akhirnya nasi goreng yang dibuat oleh Celia sudah matang.Tiba-tiba terdengar suara derapan kaki dari atas tangga.
"Cel, kamu ada dimana? aku sudah selesai mandi niih!" Seru Muffy.
"Aku ada disini" Sahut Celia.
Muffy yang mendengar suara dari arah dapur itu pun segera melangkahkan kakinya menuju ke sana. Tiba di sana Muffy melihat Celia yang sedang menyiapkan makan malam ia pun membantunya.
__ADS_1
"Cel, lebih baik kamu mandi dulu gih! biar aku saja yang melanjutkan ini" Pinta Muffy ke Celia.
"Baiklah, terimakasih Muf aku izin mandi" Jawab Celia, ia pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
~ ~ ~
Malam, pukul 19.00.
Selesai mandi Celia menuju ke kamarnya untuk mengganti baju. Setelah selesai mengganti baju ia pun keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke bawah untuk makan malam.
Sesampainya di meja makan. Disana hanya tampak Muffy saja yang duduk sendirian sambil memainkan ponselnya. Melihat hal itu Celia langsung bertanya kepadanya.
"Muf"
"Iya ada apa Cel?"
"Tadi kamu ngeliat nenek?"
"Nggak Cel, aku nggak ngeliat nenek. Kan aku nunggu kamu sama nenek disini"
Kenapa ya nenek belum turun juga? Ahmm.. lebih baik aku ke kamar nenek, siapa tahu nenek ada di sana. Batin Celia memberikan usul.
Celia pun menaiki tangga lagi dan menuju ke kamar nek Tina.
Di dalam kamar nek Tina.
Celia tidak melihat nek Tina ia memutuskan untuk menuju ke ruangan yang sering digunakan oleh nek Tina untuk menyimpan bahan dan disana juga terdapat beberapa buku untuk dibaca. Sambil mengambil kunci yang berada di lemari pakaian nek Tina.
Ceklek!!! pintu terbuka.
"Nenek" Celia memanggil nek Tina, tetapi tidak ada sahutan ia pun bingung harus mencari nek Tina kemana, terlintas di pikiran Celia. Ruangan itu? Aahh... iya ruangan itu. Aku baru terpikirkan. Celia
Celia pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke kamar nek Tina lagi, ia menuju ke ruang rahasia. Saat Celia menyentuh dinding kamar nek Tina dinding itu pun berbalik dan Celia pun masuk ke dalam ruang rahasia tersebut.
Di ruang rahasia.
Tampak seorang nenek paruh baya yang sedang duduk sambil memegangi sebuah foto kecil yang ukurannya kira kira 3×4.
Celia pun tersenyum lega, ternyata nek Tina ada di sini. Tanpa ragu ia pun menyapa nek Tina yang ada di sana.
"Nenek" Sapa Celia.
"Ehh.. iya cu" Sahut nek Tina sedikit gugup dan terkejut. Bergegas Nek Tina menyimpan fotonya yang di pegang itu di kantong dress bajunya, seakan-akan nek Tina tidak memperbolehkan Celia untuk melihatnya.
Celia pun sedikit curiga dan menghilangkan rasa kecurigaannya itu dengn berpikir Mungkin saja itu foto nenek sewaktu kecil. Celia
"Nenek sedang apa?" Tanya Celia pelan.
"Nenek sedang... du..duduk duduj saja cu" Jawab nek Tina yang terlihat gugup.
"Oh, ya nek makan malam sudah siap. Ayo kita makan Celia tahu nenek pasti lapar."
__ADS_1
"Baiklah cu, ayo!"
Mereka pun keluar dari pintu rahasia itu dan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan.
"Maaf ya cu, membuatmu menunggu lama" Ucap nek Tina tidak enak sambil menarik kursi.
"Iya nggak apa-apa kok nek santai saja." jawab Muffy.
"Ayo, nek kita makan Muffy pasti udah lapar" Ajak Celia yang sudah melihat Muffy memegangi perutnya.
"Heheh...kamu tau aja Cel"
Mereka pun makan malam bersama. Melihat nek Tina dan Muffy yang lahap memakan nasi goreng buatan Celia, membuatnya merasa senang. Setelah selesai menyantap makanan Celia pun mengumpulkan piring yang kotor yang hendak dicuci, namun nek Tina langsung mengambil piring kotor di tangan Celia.
"Mari cu, biar nenek yang mencuci. Lebih baik kamu ngobrol dulu sana sama Muffy" Nek Tina mengusir Celia.
"Tapi nek...." Belum selesai Celia melanjutkan kata-katanya, nek Tina langsung memotong.
"Sudah, cu tidak apa-apa"
"Ahmm... baiklah nek, kalau begitu Celia kesana dulu ya nek"
Celia pun melangkahkan kakinya menemui Muffy, yang berada di toko nek Tina.
"Muf..." Celia hendak memanggil Muffy yang sedang duduk di toko nek Tina sambil asyik memainkan ponselnya, tetapi ia mengurungkan niatnya. Tetapi ia terpikir untuk mengagetkannya, dengan berjalan hati-hati.
(Bonus, kue Nagasari tradisional)
•
•
•
Bersambung
Jangan lupa...
Vote
Like
Koment
Tinggalin jejak
Semoga terhibur ya😄
Terimakasih~
__ADS_1