The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.88~Tak Habis Pikir!


__ADS_3

"Malam-malam gini kau mau kemana?Apa kau sudah makan" Tegas Naomi.


"Iya, sudah ma! Kalau begitu Kelvin berangkat dulu ya ma" Ucap Kelvin terburu-buru.


"Iya, hati-hati dijalan!" Teriak Naomi.


Kelvin melajukan mobilnya menuju ke Apartemen Rania.


Tiba di sana, Kelvin melihat Lira yang baru saja menyuapi Rania makan.


"Ssstt..Ssstt..ssstt Lira!" Panggil Kelvin kepada Lira agar Rania tidak mengetahuinya.


Rania yang melihat Lira celingak-celinguk merasa penasaran apa yang dia coba lihat.


Rania melihat apa yang coba di lihat Lira, namun Rania tidak melihat apa-apa. Tentu, hal itu membuat Rania heran dengan tingkah Lira.


"Ra!" Seru Rania.


"Wrtaauuu!!!" Lira terkejut ketika mendengar teriakan dari Rania yang secara mendadak.


"Humpftt..hahah!"


Rania tertawa melihat ekspresi wajah Lira ketika ia terkejut. Melihat hal itu membuat Lira malu, sekaligus merasa senang karena ia pertama kali melihat Rania tertawa sampai seperti itu.


"Ada apa ibu, apa wajah saya lucu?" Tanya Lira polos.


"Sungguh, tadi kau terlihat sangat lucu! Ngomong-ngomong apa yang kau lihat tadi? Ran lihat tadi kamu celingak-celinguk" Jawab Rania balik bertanya.


"Oh..itu buk, bukan apa-apa!" Sahut Lira cepat.


"Oh.." Singkat Rania, sambil melanjutkan aktivitas nya makan bersama Lira.


Tinglung..tinglung...tinglung! (Bunyi bel dipencet)


"Siapa itu?" Tanya Rania berusaha melihat lewat kaca pintu Apartemennya.


Lira mengedikkan bahunya pertanda tidak tahu, lalu ia berdiri untuk melihatnya.


Lira memencet bel agar pintu terbuka, dan dilihatnya Kelvin yang berada di depan pintu.


"Tu..tu..tuan Kelvin!" Ucap Lira membelalakkan matanya seakan ajaib bahwa Kelvin tahu dimana letak Apartemen mereka tersebut tanpa diberitahu.


"Apa kau akan membiarkanku berdiri disini sepanjang waktu?" Tanya Kelvin.


"Ma..maaf! Silahkan masuk!" Jawab Lira meminta Kelvin masuk ke dalam.


"Siapa itu Ra?" Tanya Rania sibuk memakan makanannya.


"Hai!" Sapa Kelvin.


Rania melihat ke arah orang yang memanggilnya, lalu panik. Melihat Rania panik membuat Kelvin menarik kursi dan menjauh darinya.


Rania heran dengan sikap Kelvin, ia pun menarik napas mencoba untuk menghilangkan rasa kegugupannya lalu meminta Kelvin untuk mendekatinya dan Lira tetap berada di sampingnya, walaupun Lira sudah meminta izin kepada Rania untuk keluar dan membiarkan Rania hanya berdua dengan Kelvin, tetap saja Rania bersikeras untuk meminta Lira agar tetap berada di dekatnya.

__ADS_1


Haihh..apa dia sengaja menjadikanku sebagai obat nyamuk? Batin Lira sambil melanjutkan makanannya.


"Ahmm.." Rania meng kode.


"Jadi.." Kelvin mulai mengeluarkan suara.


"Iya?" Jawab Rania pelan.


"Apa kita bisa bicara berdua saja?" Tanya balik Kelvin sambil tersenyum.


Lira berdiri yang sudah paham dengan perkataan Kelvin, namun Rania menghentikannya dengan menghalangi tangan Lira seraya menggelengkan kepala dengan mata yang sudah berkaca-kaca meminta Lira agar tetap berada di dekatnya.


Lira menatap Kelvin dan Rania secara bergantian untuk meminta jawaban darinya, ia pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti permintaan Rania untuk tetap berada di dekatnya.


"Hmm..Sesuai dengan permintaan dari ibu bos Rania saya tidak bisa menolak!" Ucap Lira sambil menghembuskan napas nya sedikit malas, lalu tersenyum dan melanjutkan makan.


Arghhh!!! kenapa dia tidak peka sama sekali?! Batin Kelvin dalam hati yang sedikit kesal.


"Kelvin, ahmm..apa kau tidak keberatan dengan keputusan ku?" Tanya Rania.


"Tidak!..tentu saja tidak hehe, aku selalu setuju dengan keputusanmu" Jawab Kelvin.


Kalau saja aku tidak mencintaimu aku tidak akan menuruti keputusan mu. Batin Kelvin


"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" Lanjut Rania berdiri melangkah menuju ke dapur untuk menyiapkan minuman.


"Begini..Hei kau mau kemana lagi?" Kata Kelvin.


"Sebentar!" Sahut Rania.


Rania membawakan empat gelas kopi ekspreso hangat ala cafe. Rania membagikan kopi buatannya itu kepada Kelvin dan juga Lira, kopi yang dibuatnya lengkap dengan hiasan bermacam-macam bentuk mulai dari padi(Lira), biji kopi (Kelvin) dan pelangi(dirinya sendiri)


"Silahkan diminum!..Nah jadinya kalau ngobrol kan hangat, ya nggak?!" Tanya nya lalu duduk di tempat nya semula sambil menyeruput kopi buatannya sendiri.


Kelvin mengambil secangkir kopi buatan Rania, lalu menyeruput nya.


"Apa kau yang membuatnya sendiri?" Tanya Kelvin. Mendengar jawaban dari Kelvin membuat Rania sedikit kesal, Apa dia kira aku hanya bisa bermain di komputer saja ?! Batin Rania.


"Ada apa? Apa rasanya aneh?"


"Tidak, ini enak! Kamu hebat!"


"Hehe..kau bisa saja, terimakasih!"


Kelvin tersenyum bersama dengan Rania dan juga Lira, lalu Rania mengembalikan ekspresi nya semula ke sikap biasa saja kepada Kelvin sambil mendekatinya.


"Kau mau apa?" Tanya Kelvin yang sudah gugup.


"Sebenarnya apa tujuan kau kemari? Rania bertanya sambil menaikkan satu alisnya dengan arti meminta jawaban.


"Soal kerjasama kita"


"APA?!"

__ADS_1


"Ahmm..Soryy!"


"Sebentar!"


Kelvin membersihkan sisa serbuk kopi yang menempel di bibir Rania. Rania menutup mata, dalam hatinya Rania ia merasa hal-hal yang aneh akan menimpanya.


"Sudah!"


Fyuihhh! ternyata dia hanya membersihkan sisa serbuk kopi di bibirku.


"Terimakasih!"


Rania, Kelvin, dan Lira pun duduk kembali seperti semula dan melanjutkan obrolannya, hingga pukul 09.00 Pm.


"Kalau begitu aku pamit pulang! Kamu jaga diri ya, ehh..maksudnya kalian berdua jaga diri dan kesehatan!" Kata Kelvin yang hanya menatap Rania.


"Iya, kau juga hati-hati!" Balas Rania keceplosan.Sepergian Kelvin Rania langsung menutup pintu dan memegang pundak Lira, menatapnya seakan meminta jawaban tentang ucapan nya tadi.


"Aad..ada...ada apa dengan anda?" Tanya Lira terbata-bata seraya tubuhnya gemetaran.


"Apa kau mendengarnya tadi? Ahh..sungguh aku pasti sudah gila sekarang karenanya!" Jawab Rania tak habis pikir dengan dirinya sendiri.


Lira bingung dengan maksud perkataan dari Rania, ia pun berusaha untuk mengingat kata-kata apa yang diucapkan oleh bos nya itu sehingga dia mengatakan hal tersebut pada dirinya sendiri.


Lira baru mengingat terkait ucapan Rania tadi. Aishh..itu hanyalah masalah sepele saja! Mungkin karena ibu Rania baru pertama kali mengalami hal itu. Batin Lira


"Raa! Liraa!" Panggil Rania dengan suara sedikit meninggi.


"Ahi..Aiya?" Sahut Lira


"Kau melamunkan apa?" Tanya Rania


"Ayyy, tidak! Saya tidak melamun, hanya saja saya kepikiran tentang anda" Jawab Lira mengalihkan.


"Oh..benarkah?"


"Hmm"


"Uwahh.. terimakasih Ra! Oh, ya bagaimana kalau sekarang kita main truth or dare?"


"Ahmm..maaf ibu bukannya saya bermaksud lancang, tapi jam sudah tidak mengijinkan"


Rania melirik jam dan dilihatnya sudah jam 12.00 Pm


Ya..ampun sudah jam segini kenapa aku belum ngantuk juga?! Kalau dirumah pasti mami marah, lebih baik aku tidur sekarang. Batin Rania.


Mereka pun tidur di kamar masing-masing.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


🌼🌼


__ADS_2