
Ceklek ( Tiba-tiba pintu kamar Rania terbuka)
Berdiri seorang perempuan yang tersenyum melihat Rania, wanita itu melangkah mendekati Rania dan duduk di sebelahnya.
"Hmm.." Wanita itu berdehem.
Rania yang baru sadar ternyata maminya yang berada di sebelah nya langsung meletakkan laptopnya di atas meja yang ada di depannya.
"Ehh..mami! maaf mi tadi Ran lagi nge hapus email, jadinya gak tahu kalau mami ada di sini hehe" Sapa Rania.
"Iya, nak mami ngerti kok. Oh, ya apa mami menganggu kamu?" Tanya Bella.
"Nggak kok! Ada apa emangnya mi?" Jawab Rania balik bertanya sambil menatap mami Bella serius.
"Mami sudah suntuk di rumah, apa kamu mau ikut nyari udara segar sama mami?"
"Kemana mi? Oh..Ran tahu! ini pasti dari kakak kan?"
"Maksud kamu apa nak? ini keinginan mami sendiri kok!"
"Emm...nggak-nggak mi! Yaudah mi Rania ikut, tapi Ran mau dandan dulu ya hehe"
"Serius kamu mau ikut nak?"
"Iya, mi serius!"
"Kalau gitu mami keluar yah, kamu cepetan dandannya! Oke my Princess?!"
"Sip mi!"
Bella pun keluar dari kamar Rania. Rania menutup pintu kamarnya dan melangkah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lalu berdandan Rania memakai make up polos ditambah dengan rambut yang dibiarkan terurai. Rania membuka lemari tempat pakaiannya, ia mulai memilih baju.
Rania memilih baju jumpsuit panjang berwarna krem dengan lengan terbuka ditutupi dengan kardigan berwarna putih.
Sepatu berwarna krem putih senada dengan kardigan dan jumpsuit nya.
__ADS_1
Selesai berdandan Rania menuruni anak tangga dan menemui maminya yang berada di ruang tamu menunggunya.
"Mami Ran udah siap nih!" Teriak Rania.
"Ayo, naik ke mobil nak!" Perintah mami Bella yang sudah berada di dalam mobil.
Rania naik ke dalam mobil, dan di dapatinya kakaknya Johan ada di dalam yang duduk di kursi pengemudi sambil tersenyum menatap Rania.
"Kakak!!!" Seru Rania.
Johan melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat bersama dengan mami dan adiknya.
▫️▫️▫️
Sementara itu di Apartemen.
"Apa lu tahu Kel? Tante udah nyiapin acara pernikahan kalian semewah mungkin!" Kata David di sofa sambil menonton televisi bersama dengan Kelvin.
"Dan mereka juga mau mengundang rekan-rekan kerja dari berbagai perusahaan termasuk perusahaan Rh Grup." Sambung David.
Sontak membuat Kelvin yang semulanya santai menikmati cemilan, kini menjadi duduk dengan posisi tegak dan ekspresi wajah cemas.
"Iya! memangnya ada apa dengan perusahaan itu Kel?" Tanya David penasaran ketika melihat Kelvin begitu.
"Tidak, tidak ada apa-apa!" Jawab Kelvin cemas. Lalu, Kelvin mengambil jaket nya tak lupa dengan ponselnya yang tergeletak di atas meja tepat ia menonton televisi.
"Hei, lu mau kemana?!" Teriak David.
Kelvin berjalan terus tak memperdulikan David.
"Ada apa dengan dia?" Tanya David kepada dirinya sendiri.
Kelvin melajukan mobilnya entah kemana tujuannya. Intinya sekarang ia marah dengan mamanya karena terlalu memaksakan Kelvin untuk menikah dengan orang yang tidak sama sekali dicintainya.
▫️▫️▫️
"Kita sudah sampai!" Ucap Bella senang sambil membuka mobilnya.
__ADS_1
Rania dan Johan pun demikian keluar dari mobil.
"Restoran random?!" Kata Rania.
"Ayo!" Ajak mami Bella merangkul Johan dan Rania masuk ke dalam restoran random.
Ketika masuk mereka sudah disambut oleh para pekerja yang ada di sana dengan hangat dan juga mempersilahkan mereka untuk duduk lalu seperti biasa menunjukkan menu makanan yang terkenal atau yang akan mereka pesan.
Sesuai dengan namanya dinding di restoran ini warnanya acak ada yang berwarna krem, ungu, putih, hitam, dan lain-lain. Manu makanannya juga beragam jenis dan warna, memiliki keunikan tersendiri.
Mami Bella memesan macaroni tanpa campuran, sedangkan minumnya es jeruk.
Johan memesan ikan salmon pedas yang berisi berbagai macam sayuran dan cabai berwarna, minumannya Es durian.
Sedangkan, Rania memesan salad, ayam panggang pedas, kue macaroni dan minumnya es teh, juga air putih.
Setelah menerima pesanan dari pengunjung pelayan itu pun meninggalkan mereka.
"Makanan segitu banyak, apa kau bisa menghabiskan semua? dan apa kau tidak takut gemuk?!" Tanya Johan.
"Diet, gemuk?! Dengar ya kak! Ran itu makan banyak cuman sekali ini saja dan olahraga jadi rutinitas Ran!" Jawab Rania.
"Emm...nice my little sister!" Kata Johan sambil memeluk Rania.
"Kakak beradik memang harus akur!" Ucap mami Bella senang.
Rania pun membalas pelukan kakaknya dengan hangat.
"Kakak hanya ingin terbaik buat kamu!" Bisik Johan tepat di telinga Rania.
Seketika itu pula seorang menatap mereka dengan tatapan sakit hati.
.
.
.
__ADS_1
🌼🌼
Bersambung.