The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.96~Melahirkan lalu Meninggalkan


__ADS_3

Kiana masuk ke dalam di panggilnya adik nya berulang kali namun tidak ada balasan.


Kemana dia?


PYANGGG


AAAAA!!!


Kiana bergegas menuruni anak tangga menuju ke dapur untuk memeriksa piring yang di dengarnya pecah dari kamar adiknya itu. Di dapur ia terkejut sambil menutup mulutnya dilihat nya adik nya duduk kesakitan dengan tangan memegang meja berusaha untuk berdiri.


"Tolong kak Ana.." Ucap nya lirih menahan sakit.


Kiana tersadar dari keterkejutan nya lalu memapah adiknya sambil menelpon ambulan untuk membawa adiknya ke rumah sakit.


"Hati-hati!" Pinta Kiana membopong adiknya pelan.


Beberapa saat ambulan tiba dan membantu membawa adiknya ke rumah sakit. "Bertahan ya dik, kakak yakin kamu kuat sebentar lagi kita pasti akan sampai di rumah sakit" Ucap Kiana menyemangati adiknya yang sebenarnya ia sangat sesak melihat adiknya terbaring kesakitan seperti itu, ia terus berdoa kepada Tuhan agar adiknya baik baik saja.


Tiba di rumah sakit suster sudah stand by menerima pasien begitu pun petugas ambulan yang sesampainya di sana langsung bergegas untuk menurunkan pasiennya di ranjang yang sudah disediakan oleh suster.


Sampai di ruang IGD Kiana diminta untuk tetap berada di luar sementara adiknya di periksa di dalam.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya ya!" Pinta Kiana memohon.


"Baik,Buk Ana kami akan berusaha


melakukan yang terbaik untuk mba.. Saya izin masuk" Selepas menenangkan dan izin kepada Kiana yang juga seorang dokter kesehatan ia masuk ke dalam untuk membantu dokter menangani adik Kiana.


"Semoga dia baik baik saja dan proses bersalinannya lancar" Gumam Kiana berharap sambil menggosok tangannya cemas lalu teringat dengan suami adiknya.


"Oh,iya aku belum mengabari suaminya" Kiana mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas lalu mencari nomor telepon suami adiknya.


"Halo Kian" Sapa Wiliam yang sudah tersambung dari balik telepon.


"Halo, Wil sekarang lu ada dimana?" Tanya Kiana


"Habis meeting di kantor, kok tumben lu nelpon. Gak biasanya, kangen ya?" Balas Wiliam bercanda


"Ihh, jangan bercanda deh elu. Ingat lu udah nikah sama adik gue jadi kalau gue tahu lu macam macam,AWAS LU!" Peringkatnya


"Santai mba! Terus, ada perlu apa?" Tanya Wiliam mulai serius.


"Lo harus cepat ke rumah sakit Bella sekarang mau ngelahirin!" Perintah Kiana serius.


"Oke, gua kesana sekarang tolong jaga Ela!" Ucap William cepat.


"Gue share lokasinya jalur cepat nya sekarang"


Setelah mengirim lokasi rumah sakit ke Wiliam, Kiana duduk sambil mengelus perutnya sayang.


"Bantu mama doain Tante Bella ya nak, semoga dia baik baik aja dan persalinannya berjalan dengan lancar" Pinta Kiana kepada calon anak nya yang masih dalam kandungan.


***


William tiba di rumah sakit sekitar 10 menit dari kantor karena menggunakan jalur cepat.


"Dimana Ela sekarang mba?" Tanya Wiliam yang sudah panik takut terjadi apa apa terhadap istrinya


"Dia sekarang ada di dalam. Tunggu sebentar kita tunggu disini dulu, kita doakan semoga tidak terjadi apa apa sama mereka berdua" Harapan Kiana.


Wiliam mondar mandir merasa khawatir dengan istrinya dan juga anaknya.


Ting(bunyi lampu sudah berwarna hijau)


William sudah menantikan kabar dari dokter mengenai istri dan juga anaknya.


Terlihat dokter berjalan membuka ruangan, lalu di sambar pertanyaan oleh ayah dan tante nya yang sudah cemas dan ada rasa tak sabaran mendengar kabar pasien yang di tangani oleh dokter, tampak dari raut wajah nya.


"Bagaimana keadaan istri saya dok dan juga anak saya?"


"Iya,dok apa mereka baik baik saja?"


Tanya mereka berdua bergantian.


Dokter mengangguk lalu menjawab "Mohon tenang ya pak, mba. Syukur anak dan ibu selamat, selamat ya pak anda sudah menjadi calon ayah dan mba Kian anda menjadi tante" Ungkap nya memberi kabar dan ucapan selamat


"Syukur, terimakasih tuhan" Kiana dan Wiliam terlihat bahagia dan tak lupa mengucap syukur


"Lantas anak saya cewek apa cowok dok?" Tanya Wiliam yang penasaran


"Cowok pak dan sekarang masih ada di inkubator" Jawab dokter


"Boleh kami lihat adik dan keponakan saya dok?" Tanya Kiana yang sudah tak sabaran.


"Boleh" Jawab dokter


"Kalau misalkan ada yang ingin ditanyakan lagi cari saya diruangan ya, saya izin pamit untuk menangani pasien yang lain lagi" Izin dokter


"Iya, dok terima kasih"


Sepergian dokter, Kiana dan Wiliam melangkah menemui Bella untuk melihat kondisi nya.


"Kak Ana, Liam!" Sapa Bella senang melihat kakak dan suaminya menemui nya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang apa ada yang sakit? Maaf ya aku enggak ada saat kamu lagi membutuhkan aku" Ucap Wiliam merasa bersalah sambil membelai rambut istrinya dengan lembut


"I'm okay, so don't worry Liam! Aku ngerti kok, syukur udah ada kakak yang bawa aku kesini" Kata Bella menatap kakak nya sambil tersenyum.


"Oh, ya kenapa tiba tiba perut aku kempis yak?" Tanya Bella polos sambil meraba perutnya


Bella menepuk jidatnya dan Wiliam hanya geleng geleng kepala, melihat mereka berdua membuat Bella mengerucutkan bibirnya kesal.


Wiliam yang melihat gemas lalu mencubit pipi istrinya "Permisi pak bu" Ucap seorang suster sambil membawa bayi dengan hati hati


"Selamat ya pak bu bayi nya laki laki, sehat dan ganteng lagi."Ucap nya memberi selamat sambil memberikan bayi yang digendong nya kepada Bella


"Makasih ya sus." Balas Bella bahagia


"Sama sama kalau begitu saya tinggal dulu ya" Pamit seorang suster


"Wah..Selamat ya ade, Wil kalian udah jadi ayah dan ibu. Jadi nya anak kakak manggil abang dong nanti" Ucap Kiana turut bahagia melihat adik nya sudah menjadi orang tua.


"Makasih ya kak. Ciah yang gak mau anak nya jadi adik, takut di jahilin sama anak aku ya" Balas Bella yang sangat suka menggoda kakaknya.


"Tuh liat mami kamu suka ngegoda Tante. Nanti kamu jangan seperti itu ya" nasehat Kiana sambil tertawa kecil


"Mau gandong kak?" Tawar Bella


"Mau dong!" Balas Kiana yang sudah merentangkan tangannya bersiap untuk mengendong anak adik nya.


"Wah ponakan Tante ganteng." Puji Kiana sambil mencium ponakannya


"Anak siapa dulu dong kak" Ucap Bella bangga


"Anak Wiliam ya" Balas Kiana berbicara dengan ponakannya


"Ih kakak! Kalau gak ada aku mana mungkin Liam punya anak, masa dia hamil sih kan aku" Ucap Bella dengan muka cemberut tak terima kalau anak nya hanya anak Wiliam, ia berharap nama nya juga disebut.


Kiana tertawa kecil" Tante bercanda ya, kamu anak mami Bella dan Ayah Wiliam makanya jadi seperti ini, biasanya kan produk pertama gagal nih ngga." Puji Kiana


Mendengar hal itu Bella dan Wiliam tertawa renyah"Kita gak perlu bayar komedian nih kalau kek gini" Kata Wiliam


"Kasih tau dulu suami kamu dek" Pinta Kiana sambil fokus menggendong anak Bella


"1+1\= berapa Liam?" Tanya Bella kepada Wiliam


"Ya,2 lah. Itu kan diluar otak" Jawab Wiliam cepat


"Iya sih,tapi coba jawab yang ini!"


"Apa?"


"Kamu siap siap ya!"


"Sip!"

__ADS_1


"Oke! remember to answer quickly.


ready..set...go."


"Warna langit apa?"


"Biru"


"Warna awan?"


"putih"


"warna rumput?"


"hijau"


"sapi minum?"


"air"


"jerapah makan?"


"rumput"


Bella seketika diam"Kenapa apa aku salah?" Tanya Wiliam polos melihat reaksi istrinya tersebut setelah ia menjawab rumput


"Ternyata kamu pernah gak fokus yah, aku ga nyangka sih" Ungkap Bella tersenyum


Wiliam mengernyitkan dahi nya lalu kembali bertanya" Sebentar-sebentar! Kalau sapi makan rumput terus jerapah, gimana caranya makan rumputnya?"


"Yah, jongkok atau gak duduk" Jawab Kiana asal


"Yap benar kak! Gitu cara nya makan,tapi bukan itu sih jawabannya yang sebenarnya" Ucap Bella tak mau kalah


"Lah, terus apa dong jawabannya atau begini saja coba sebutin huruf depannya aja!" Balas Wiliam hendak menyerah namun mencoba menebak dengan meminta kru.


"D, tau kan?"


"Delima?"


"No"


"Daun?"


"Ya, itu! Pandai ih suami Ela" Puji Bella


Wiliam senang ketika jawabannya akhirnya benar.


"Iya dong pasti, suami siapa dulu Bella" Ucap Wiliam bangga.


"Ini nih kalau udah dunia milik berdua. Semua dilupain" Ledek Kiana sambil menggelengkan kepala nya.


"Ehe, maaf ya kakak" Balas Bella


"Sini sama papi, biarin Tante duduk dulu kasian dari tadi berdiri" Ucap Wiliam kasihan


Kiana memberikan bayi yang di gendong nya kepada Wiliam dengan hati hati." Nih, makasih ya" Balas Kiana


"Kalau gitu kakak mau ngabarin mama sama papa dulu yah" Izin nya


"Minta tolong ya kak, makasih" Balas Bella


"Iya, ini kan mama dan papa kakak juga" Kata Kiana sambil mencari nomor mama dan papa mertua nya.


"Halo, sayang ada apa? Kok tiba tiba ngajak vidcall semua nya baik baik saja kan dirumah?" Tanya Mama khawatir dari balik telepon


"Halo ma, pa. Syukur semua baik baik saja kok di rumah. Malah lebih baik!" Jawab Kiana sambil tersenyum bahagia


"Syukurlah! Kalau gitu papa dan mama disini ikut senang, kamu sekarang ada di mana ini nak?" Tanya Mama yang merasa asing dengan kamar yang dilihatnya


"Di rumah sakit ma" Jawab Kiana


Mama dan papa terkejut, terlihat dengan ekspresi wajah nya yang reflek berdiri.


"Katanya tadi baik baik aja, sekarang siapa yang dirawat di rumah sakit?" Tanya Papa serius sekaligus merasa khawatir


"Hah, Bella kamu kenapa nak?" Tanya papa dan mama melihat Bella


"Tenang,Bella gak papa kok ma,pa. Nih, ada mas Liam yang udah jadi bapak" Jawab Bella senang


Mama dan papa mertua mereka saling tatap, lalu lanjut bicara "Maksud kamu nak? Tolong jangan setengah-setengah kasih tau kami" Pinta mama yang juga serius sekarang dan mulai mengira-ngira


Bella langsung meminta Kiana untuk mengarahkan kamera nya ke arah Wiliam yang tengah menggendong putranya itu."Hai pa,ma! Hai kakek nenek" Sapa Wiliam lalu menirukan gaya bicara anak kecil


...


Mama dan papa mertua Bella dan Kiana menangis terharu dan sangat bersyukur dari balik telepon,ia tak menyangka kalau Bella sudah melahirkan lalu mereka pun mematikan telepon. Buru-buru mereka menuju ke rumah sakit yang sudah tempat Bella dirawat bersama supir yang sudah tidak sabar untuk menemui cicit nya.


...


"Kita akan punya cucu yah" Ucap Alma antusias


"Iya, kita akan jadi kakek dan nenek" Balas Ihwa yang juga sangat antusias bertemu dengan cucu nya


Tiba di rumah sakit kakek dan nenek langsung menuju ke resepsionis untuk mencari ruangan tempat Bella di rawat.


"Permisi sayang" Sapa Alma memasuki ruangan Bella


"Halo kakek dan nenek!" Balas Bella dengan suara yang dibuat segemas mungkin menirukan anak kecil


"Wah, selamat datang ke dunia cucu nenek dan kakek!" Sapa Alma yang sudah menggendong cucu nya


Alma dan Ihwa sangat bersyukur dengan kedatangan seorang cucu laki-laki dan yang utama sehat.


"Oh,ya Kiana dari tadi ayah tidak melihat Andy. Dimana dia sekarang apa kamu sudah mengabari nya?"Tanya Ihwa mencari keberadaan putra pertama nya itu.


"Sebentar ya yah Ana telepon mas Andy lagi dulu." Jawab Kiana izin keluar lalu menelpon suami nya


Kamu sebenarnya dimana sih mas? Batin Kiana khawatir sambil mencoba berkali-kali menelpon suami nya


Hh! Kiana mendengus kesal


"Gimana nak apa kamu sudah mengabarinya?" Tanya Alma sambil menutup pintu


"Ehh,mama! Sebentar ya ma, Ana coba telepon mas Andy lagi dulu" Jawab Kiana sambil tersenyum meyakinkan mama mertuanya itu


Alma mengangguk sambil menunggu balasan dari anak nya.


Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi,mohon tunggu beberapa saat lagi.


"Gimana nak apa bisa dia bisa di hubungi?" Lanjut Alma menantikan jawaban dari menantunya


Kiana menggelengkan kepala


"Nggak ma" Ucap Kiana


"Sudahlah.Mungkin dia lagi meeting buat menafkahi hidup kamu, jangan terlalu berlebihan seperti itu!" Nasihat Ihwa tegas


Mendengar hal itu membuat perasaan Kiana seperti tertusuk jarum."Baik,pa maafin Kiana" Balas Kiana berusaha tersenyum


"Bawakan papa sama mama makanan,cepat!" Perintah Ihwa


"Baik,pa tunggu sebentar ya" Pinta Kiana


Alma mencegah Kiana untuk balik ke rumah membawakan mereka makanan.


"Gausah nak papa sama mama beli makanan saja di sekitar sini, mending kamu istirahat mama kasihan ngeliat kamu begini" Ucap Alma sambil memeluk Kiana hangat


"Makasih ya ma" Balas Kiana hendak beristirahat di ruangan khusus


"Ehh..eh mau kemana kamu?" Tanya Ihwa yang membuat langkah Kiana terhenti


"Mau ke kamar pa istirahat" Jawab Kiana


"Ini nih kalau mama terlalu memanjakan menantu,jadi gini!" Sindir Ihwa meremehkan

__ADS_1


Kiana yang sempat mendengar hal itu ia menghela napas berusaha untuk sabar dengan mengurungkan niatnya untuk ke kamar beristirahat melainkan menuju ke rumah untuk menyiapkan makanan.


"Papa jangan seperti itu! Apa papa tidak kasihan melihat Kiana?" Bentak Alma kasihan melihat menantunya itu


"Ngapain kasihan, ada menantu gunanya untuk apa? Jadikan pajangan? Heh!" Balas Ihwa acuh


Melihat hal itu Alma hanya menggelengkan kepala heran dengan sikap suaminya.


Beberapa hari kemudian..


Kiana mulai merasakan mulas pada perutnya asistennya pun memanggil ambulan untuk membawanya ke Rs.


Tiba di Rs Kiana langsung di bawa oleh para petugas ke ruang bersalin, sementara asisten nya mengabari keluarga dari ibu Kiana.


"Halo, kok tumben nelpon Yun? Kangen ya" Sapa Bella dari balik telepon yang menggoda Yuna


"Ngga,gue cuma mau kasih tahu. Kiana sekarang ada di Rs lo cepat datang kesini!" Balas Yuna serius


Bella terkejut"Sekarang gue otw kesana, gue titip kakak gue ya!" Ucap Bella cepat


"Oke, gue share lokasi nya sekarang. Oh,ya kasih tahu keluarga yang lainnya juga termasuk suami Kiana!" Balas Yuna lalu mengirimkan lokasi ke Bella.


Lo harus kuat Na,gue yakin lo pasti bisa ngelewatin ini semua! Batin Yuna iba kepada sahabat nya yang tak henti berdoa yang terbaik untuk Kiana.


"Kakakku ada dimana sekarang kak Yun?" Tanya Bella cemas


"Dia sekarang masih di tangani sama dokter di dalam" Jawab Yuna


"Semoga kakak baik baik saja dan juga bayi nya." Ucap Bella cemas


Wiliam mengangguk "Aku juga berharap begitu" Balas Wiliam sambil merangkul istri nya berusaha untuk menenangkannya


Beberapa saat kemudian...


Lampu ruangan terlihat berwarna hijau, dokter menarik pintu untuk keluar. Bella, William dan Yuna sudah menantikan bagaimana keadaan Kiana.


"Bagaimana keadaan kakak saya dok, Apa semua nya baik baik saja?" Tanya Bella cemas menantikan kabar kakak nya


"Syukur ibu Kiana baik baik saja bersama dengan putri nya" Jawab dokter tersenyum


"Saya turut bahagia akhirnya sekarang ibu Kiana sudah menjadi seorang ibu." Lanjut dokter sambil memandangi mereka bergantian


"Terimakasih tuhan, terimakasih dok!" Kata Bella bersyukur


"Apa sekarang kami boleh menengoknya dok?" Tanya Yuna


"Ya,boleh silakan. Tapi, jangan terlalu menganggu nya ya biarkan dia istirahat sebentar nanti saya akan berikan vitamin" Jawab dokter


Mereka bertiga mengangguk paham.


"Kalau begitu saya permisi, ada pasien yang harus saya tangani lagi" Pamit dokter


Di dalam Bella melihat kakak nya yang masih terbaring lemas, sedangkan anak nya masih di bersihkan oleh suster.


"Apa kakak akan baik baik saja Liam?" Tanya Bella khawatir


"Kamu tenang ya, kita doakan semoga mba Kiana baik baik saja" Jawab Wiliam menenangkan istrinya


Sementara Yuna masih memandangi Kiana.


Kasihan sekali kamu Na, saat-saat seperti ini suami kamu gak ada disini buat kamu.


Batin Yuna kasihan melihat Kiana yang berjuang sendiri sambil memegangi dahi nya tak habis pikir dengan suami Kiana yaitu Andy.


"Permisi pak, bu!" Sapa seorang suster dari balik pintu


"Silakan masuk sus" Balas Yuna


Suster masuk sambil membawa bayi


"Selamat ya ibu Bella anda sekarang menjadi Tante. Anak dari Ibu Kiana sangat cantik mirip sekali dengan ibu nya" Ucap seorang suster mencairkan suasana


"Berikan kepada saya dok, saya mau gendong" Ucap Bella tak sabar yang sudah merentangkan tangannya


Setelah di gendong oleh Bella "Terima kasih ya sus, yang terpenting sekarang ponakan saya sehat dan juga kakak saya"


Lanjut Bella tersenyum


"Iya buk syukur ya. Kalau begitu saya izin pamit untuk melanjutkan tugas lagi, kalau misalnya ada apa apa tinggal tekan bel saja ya buk" Pamit suster setelah memberi saran


"Iya sus,sekali lagi terimakasih!" Ucap Yuna


Suster itu pun berlalu meninggalkan ruangan. Kiana membuka mata nya perlahan, ia melihat ruangan di sekeliling nya yang serba putih.


"Kiana,kau sudah sadar" Sapa Yuna yang sudah berdiri saking senangnya ketika melihat sahabatnya baik baik saja.


"Kak Ana!" Lanjut Bella melangkah mendekati Kiana yang juga terlihat sangat senang


"Selamat ya kak, sekarang kakak sudah menjadi ibu" Lanjut Bella tersenyum bahagia yang tetap menggendong bayi


"Terima kasih ya, sekarang mana anak kakak?" Tanya Kiana mencari-cari keberadaan anaknya, ia tidak berpikir bahwa yang di gendong Bella itu adalah anak nya malah ponakannya


Bella tersenyum" Ini kak, anak kakak perempuan cantik. 1/2 mirip sama kakak sisa nya lagi mirip sama Kak Andy" Jawab Bella menambahkan sambil memberikan ponakan nya kepada kakak nya


"Syukurlah, kakak hanya berharap anak kakak sehat saja dan terima kasih ya kalian sudah nyempetin buat kesini, kakak gaenak jadi nya sudah ngerepotin kalian" Ucap Kiana sambil menggendong anak nya


"Welcome my princess!" Ucap Kiana mencium nya yang sudah menangis terharu


"Jadilah anak baik,tumbuh dengan baik, anak cantik. Mama selalu menyayangi mu!" Lanjut Kiana sebelum menghembuskan napas nya terakhir


"Ehh..Ana are you okay?" Tanya Yuna khawatir


"Ada apa dengan kakak? Liam tolong panggilkan dokter secepatnya!" Pinta Bella mengambil alih untuk menggendong ponakannya


"Baik, kau tunggu di sini!" Balas Wiliam lalu bergegas memanggil dokter


Kiana yang sudah berusaha untuk menormalkan ritme napas nya.


"Kakak harus sembuh kak, jangan sakit!" Pinta Bella lirih


"Kamu pasti sembuh Na, Gue yakin!" Ucap Yuna dengan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh


"Ella, kakak titip anak kakak. Tolong jaga baik baik putri kakak ya. Maafin kakak yang selama ini pernah buat salah sama kamu baik sengaja maupun enggak. Kamu harus tahu kalau kakak always love you! Kakak yakin kamu pasti bisa menjalani rumah tangga dengan Wiliam dengan baik, karena kakak tahu dia laki laki yang baik." Ucap Kiana berusaha bicara dengan menahan sakit nya


"Dan Yu..na terima kasih ya untuk semua nya. Maafin aku yang pernah meragukan kepercayaan kamu, sekarang aku percaya sama kamu. Dan ketahuilah aku selalu menyangimu sama seperti adik ku dan aku selalu mendukung yang terbaik apa pun itu keputusan kamu. Dan juga aku titip anak ku, tolong jaga dia baik baik ya. Dia gak ada kaitannya sama mas Andy, dia anak ku." Lanjut Kiana menoleh ke arah Yuna


Alma dan Ihwa yang sudah tiba di rumah sakit bersama dengan Andy langsung menuju ke ruangan Kiana setelah bertanya kepada resepsionis.


"Yunia,maafin aku yang baru datang" Ucap Andy lirih menemui Kiana


catatan: Pak Andy menyebut Kiana dengan nama Yunia karena itu nama khusus untuk nya begitu pun Kiana yang memanggil suami nya dengan nama mas diya.


"Mas di...ya kau.. kah it..u?" Tanya Kiana berusaha untuk bangun dan memastikan apakah itu benar suami nya.


"Iya,ini aku sayang. Maafin aku ya, aku salah karena meninggalkan kamu. Tidak menemani kamu di saat begini" Jawab Andy lirih menatap nya sambil mengusap lembut pipi Kiana lembut


"Tid..ak...apa..apa mas aku nger..ti kok, ma..ka...si ya udah mau menjadi kehidupanku. Maafin semua kesalahanku,aku titip putri kita ya mas" Ucap Kiana menangis sambil menatap lekat suami nya


Andy menggelengkan kepala "Tidak! Kamu jangan bicara seperti itu. Kamu kuat, kamu pasti bisa sembuh, dan kita berkumpul. Aku akan mengundurkan diri dari perusahaan, dan memberikan lebih banyak waktu buat kamu dan anak kita" Lanjut Andy yang tidak bisa menerima kondisi istrinya sekarang


"Ja..ngan mas! Aku mencintai mu setulus hati ku,suatu saat nanti kita akan bertemu di sana." Lanjut Kiana


"Ma,pa maafin Ana ya. Yang belum bisa jadi menantu yang papa dan mama inginkan, Ana udah berusaha buat jadi lebih baik dan menjadi seperti menantu yang papa dan mama idamkan." Ucap Kiana


"Teri..ma kas..ih ya un..tuk semu..anya, Ana pa..mit. Ana ha..rap ka..lian.. bi..nge..lera..in..ke..per..gi..an..Anna" Ucap Kiana


"Wil ja..ga adik ka..kak deng..an ba..ik..ya,teri..ma..ka..sih" Ucap Kiana kepada Wiliam yang baru datang setelah memanggil dokter untuk memeriksa keadaan kakak iparnya


Setelah mengatakan hal itu Kiana pun menghembuskan nafas nya terakhir lalu dokter memeriksa nya.


"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan ibu Kiana. Ibu Kiana sudah meninggalkan kita, saya mewakili seluruh instansi rumah sakit turut berbela sungkawa atas kepergian ibu Kiana yang juga sudah menjadi keluarga di rumah sakit ini" Ucap dokter yang menangani nya juga sekaligus adalah teman dekat Kiana


Catatan: Kiana juga merupakan seorang dokter di rumah sakit itu.


Semua yang ada di ruangan itu menangis kecuali Ihwa yang sudah menantikan hal ini. Kiana pun dikremasi lalu dimakamkan di TPU.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2