
Setelah berkata demikian Travina pun pergi meninggalkan mereka bertiga menuju ke butik milik nya.
"Yuk, di minum dulu jus nya!" Ajak Muffy sambil mengambil segelas jus jeruk segar.
"Terimakasih Muffy!" Ujar kami. Kami pun meminum jus lalu setelah itu Kelvin izin keluar sebentar untuk mengambil laptop nya yang ada di dalam mobil.
Selanjutnya Kelvin mencolok kan sebuah USB card kemudian mengaktifkan laptop nya, ketika sudah aktif ia langsung mencari ikon video di laptop nya dan juga galeri untuk melihat bukti-bukti nya. Setelah Kelvin menjelaskan kejanggalan yang ada di video itu ia pun mengeluarkan sebuah kertas surat dari kantong jaket nya dan juga bolpoin dan memberikan nya kepada ku.
Aku sedikit bingung dengan Kelvin kenapa ia menyerahkan sebuah surat dan juga bolpoin kepada ku, aku pun bertanya kepadanya.
"Ini buat apa ya?" Tanya ku sedikit bingung.
"Ini buat bukti Cel. Jadi kamu salin tulisan yang ada di laptopku di kertas yang aku kasih ke kamu." Jawab Kelvin sambil menunjuk kan bagian mana yang harus di tulis dan aku pun mengangguk lalu menulis.
Selesai menulis aku pun memberikan tulisan itu kepada Kelvin. Setelah menerima kertas yang diberikan oleh ku ia pun mengamati nya dengan fokus.
***
1 jam sudah berlalu... Kelvin akhirnya selesai mengamati laptop nya dan mulai menjelaskan kepada kami mengenai bukti yang ada di video tersebut dan juga tujuan dari aku menyalin tulisan yang ada di laptop nya.
……………………………
__ADS_1
Selesai Kelvin menjelaskan aku dan juga Muffy pun baru mengerti mengenai video dan juga aku menulis lalu Muffy pun bertanya kepadanya.
"Lalu rencana kita selanjutnya apa?" Tanya Muffy penasaran kepada ku dan juga Kelvin.
"Jadi begini...." Jawab Kelvin.
"Baiklah kalau begitu, besok aku mau jemput Celia dan mengajak nya buat ke kampus" Ucap Muffy.
"Oke, besok kita bersama-sama akan mengungkap yang sebenar nya." Sahut Kelvin sambil tersenyum miring.
Pukul 04.00 Pm.
Tak terasa sudah sore aku pun bersiap untuk pamit pulang kepada Muffy. Saat aku pamit pulang Muffy hendak menghantar ku tetapi aku menolak namun tetap dipaksa oleh Muffy akhirnya aku pun mau tetapi Kelvin tiba-tiba saja menawarkan bahwa ia saja yang akan menghantarkan ku pulang. Aku dibuat bingung oleh mereka berdua pasal nya mereka berdua ingin menghantar ku padahal aku bisa mencari kereta umum untuk pulang atau jalan kaki.
Di dalam mobil milik Kelvin aku merasakan dingin nya AC di mobil milik nya lain dengan Muffy yang bisa dibilang sedang untuk suhu di dalam mobil nya.
Setelah selesai memasang sabuk pengaman Kelvin pun melajukan mobil nya. Di dalam mobil suasana terasa sangat canggung dan juga hening.
"Emm... rumah kamu ada dimana ya?" Tanya Kelvin.
"Rumah ku? Oh, maksudku di dekat toko kue" Jawabku sedikit gugup.
__ADS_1
"Kenapa kamu terlihat gugup?" Sambung nya bertanya.
"Aa... sudah sampai!" Ujar ku mengalihkan pembicaraan.
"Oh sudah sampai?" Sambil memelankan laju mobil nya.
Aku pun langsung turun dan menutup pintu mobil nya sambil mengucapkan terimakasih dan ia membalas dengan mengedipkan sebelah mata nya dan juga tersenyum lalu pamit pulang juga.
Aku dibuat salah tingkah oleh nya dan aku pun berbalik berjalan menuju ke rumah. Sesampai nya di rumah nenek terlihat melayani pelanggan dan aku pun bergegas untuk membantu nya.
Pukul 06.00 Pm
Sampai-sampai tak terasa senja telah tiba waktunya untuk menutup toko. Selesai menutup toko dan juga bersih-bersih aku menuju ke kamar ku untuk membersihkan diri .
Selanjutnya aku turun untuk makan malam dan juga sedikit obrolan di meja makan. Seperti biasa selesai makan malam aku membersihkan piring yang kotor lalu kembali menuju ke kamar untuk tidur dan bersiap untuk hari esok.
Aku berharap besok aku bisa kuliah lagi seperti biasa. Celia
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.