
"Ssstt!!! Kau terlalu heboh"
"Maaf!"
Rania kembali duduk, dan melihat ke samping banyak orang yang meliriknya lalu ia membungkuk dan tersenyum berisyarat dengan badannya, arti meminta maaf.
"Tidak..tidak! apa aku tidak salah dengar?"
"Tidak, kau tidak salah dengar"
"Lalu, bagaimana ceritanya?"
"Yang benar saja, Kau menyuruhku untuk menceritakan hal itu?!"
"Iya, memangnya kenapa? Kalau kau tidak keberatan menceritakannya kepadaku"
"Oke! Aku akan menceritakannya.
Begini.."
Flashback On.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Saat Kelvin melangsungkan acara pernikahannya tiba-tiba saja ruangannya penuh dengan asap, entah dari mana datangnya asap tersebut.
Para tamu undangan yang datang pun berlarian untuk keluar, begitupun Kelvin.
Sampai di tempat yang aman pak Andy menghubungi pemadam kebakaran, sedangkan Kelvin berlari masuk kembali, saat tak sengaja mendengar bahwa Muffy masih berada di dalam.
UHUK..Uhuk..uhuk!!!
Muffy mencoba untuk kuat, namun asapnya terus saja masuk ke dalam hidungnya. Hal itu membuat Muffy batuk, ia mengipas-ipaskan dengan tangannya berharap asap yang mengepul bisa ia lewati.
Sungguh, Muffy sudah tidak tahan lagi menahan asap tersebut.
***
Akhirnya, Kelvin menemukan Muffy tergeletak di lantai. Kelvin menggendong Muffy keluar, sampai di luar. Kelvin melangkah menuju ke ke dalam mobil ambulan, menidurkan Muffy di tempat tidur pasien.
Para petugas ambulan langsung bergerak cepat menangani Muffy. Mereka memberikan alat bantu pernapasan dan alat yang diperlukan lainnya.
Akhhh!!!
"Sabar ya sayang! Mama ngerti kok perasaan kamu. Yang pasti mama akan usahain pernikahan kamu akan segera dilaksanakan." Ucap Naomi manis sambil mengusap punggung Vina, berpura-pura untuk menguatkannya.
"Humm..Okelah Tan!" Balas Vina sedikit memayunkan bibirnya.
"Jangan manyun gitu dong..menantu mama yang terbaik!" Sambung Naomi seraya memberikan pelukan kepada Vina.
"Iyah, Tan!" Lanjut Vina balas memeluknya balik.
Vina, Naomi, pak Andy, dan Rio mereka berada bersama dengan Kelvin menunggu Muffy siuman. Vina berpura-pura terlihat sedih ketika melihat Muffy belum siuman, melihat hal itu membuat Rio merasa muntah dengan drama yang di buat oleh Vina.
__ADS_1
Beberapa saat...
Akhirnya Muffy sudah sadar lalu Rio dengan segera memeluknya khawatir dengan keadaan kekasihnya itu.
"Apa kau baik-baik saja sekarang? Sungguh aku sangat menghawatirkan dirimu!" Lirih Rio sambil memeluk Muffy erat.
"Iya..aku baik-baik saja, terimakasih sudah menghawatirkan ku!" Ucap Muffy balas memeluknya.
Akhmm...!!!
"Hmm..maaf-maaf!" Kata Rio melepas pelukan Muffy.
".. Muffy.. Muffy! Kau tahu aku sangat menghawatirkan mu tadi, kau baik-baik saja kan sekarang? Mana yang sakit? ini atau ini?!"
Tanya Vina lirih berjongkok sambil memijat kaki Muffy.
"Sudah..sudah! Jangan drama di sini, aku tidak apa-apa!" Jawab Muffy dengan nada tinggi.
Aduhhh !!!
Berbarengan dengan jatuhnya Vina, melihat hal itu membuat Kelvin sedikit kesal dengan Muffy ia pun membantu Vina berdiri.
"Dasar perempuan kasar!!!" Kesal Kelvin.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Kelvin sedikit khawatir kepada Vina.
"Kau tidak perlu khawatir aku baik-baik saja, tolong jangan salahkan Muffy! Ini semua salahku" Jawab Vina lemah lembut.
Flashback Off
_-_-_-_-_-_-_-_-_
Rania melamun mendengarkan cerita yang di sampaikan oleh Kelvin sambil meminum cappucino nya. Kelvin bertanya kepada Rania, apakah dia sudah paham sekarang bagaimana pernikahannya bisa dibatalkan?
Rania baru tahu sekarang, lalu Kelvin tanpa ragu mengambil tangan Rania. Rania tiba-tiba saja merasa gugup, pertama kalinya ia gugup. Rania merasakan aneh dengan dirinya, karena untuk pertama kali ia merasakan kegugupan ini.
Kelvin menarik napasnya dalam, lalu menghembuskannya. Seketika itu pula seseorang datang membawa alat musik biola dan membawakan sesuatu yang lumayan besar.
"Ran! Hari ini aku mau bicara serius sama kamu. Kau kutahu dari waktu ke-waktu, dari hari ke-hari, dari bulan ke-bulan, dari tahun ke -tahun. Pertama kali aku melihatmu di sekolah Grasir, Aku menyukaimu! Bukan karena soal fisik atau material namun lebih cenderung ke hati" Kata Kelvin pelan.
"Lalu?" Tanya Rania.
"Jadi, apa kau mau menjadi kekasihku? Mendampingi ku, dan untuk ibu dari anak-anakku kelak?" Jawab Kelvin, balik bertanya.
"Jujur saja aku tersentuh dengan perkataan mu barusan. Tapi, aku tidak bisa mengatakannya sekarang! Give me time, to think, please?! "
"Hmm..baiklah! Celia"
Celia...Celia..Celia.
Siapa dia? Kenapa panggilan itu sangat tidak asing, ada apa ini kenapa tiba-tiba sebuah ingatan aneh menghampiri diriku? Siapa gadis itu? Pertanyaan yang berkecamuk di pikiran Rania, hal itu membuatnya pusing.
Melihat Rania memegangi kepalanya secara tiba-tiba, membuat Kelvin cemas. Kelvin memberi tanda kepada mereka berdua untuk meninggalkan Rania dan Kelvin berdua. Lalu, Kelvin mendekati Rania, ia memijat kepalanya.
__ADS_1
"Apa masih sakit?" Tanya Kelvin khawatir.
Rania menggelengkan kepalanya pertanda sudah baikan. Namun sebenarnya tidak, Rania berdiri keluar dari restoran tempatnya. Rania menuju ke sebuah mobil yang sudah menunggunya tadi.
Kelvin membantu memapah Rania keluar. Tiba di mobil, Kelvin berencana mengajak Rania ke dokter untuk memeriksanya kalau² nanti agar tidak terjadi apa-apa yang serius kepadanya dan juga sebelum membawa ke dalam mobil, Kelvin memeriksa mobil itu terlebih dahulu untuk keamanan Rania. Ternyata yang menjemput Rania wanita dengan berseragam rapi dan orang yang tak juga asing bagi Kelvin Ya, dia adalah Lira.
Rania menolak secara halus, dan berkata hanya butuh istirahat saja. Kelvin tidak terlalu memaksa, Rania berterima kasih lalu mobil yang dinaiki nya pun melaju menuju ke tempat apartemennya.
Di dalam mobil Kelvin terus terpikir dengan keadaan Rania, ia betul-betul menghawatirkan Rania sekarang.
Tiba di rumah...
Kelvin menuju ke kamarnya dengan tergesa-gesa, sampai-sampai ia tidak mendengar panggilan dari mama nya,
Naomi.
Ada apa dengan anak itu? Ck..biarkan saja, namanya juga anak muda! Biar Kelvin bahagia, bagaimana pun caranya atau ku lakukan agar membuat putra kesayangku terus bahagia !
"Ma, apa Kelvin sudah pulang?" Tanya pak Andy yang sudah pulang dari kantor.
"Sudah pa!" Jawab Naomi sibuk dengan ponselnya.
"Apa makanan sudah siap?"
"Sudah pa!"
"Baiklah, ayo kita makan!"
"Ya, duluan pa! Mama akan nyusul bersama Kelvin nanti"
"Hemm"
Pak Andy menuju ke kamar mereka untuk mandi, sedangkan Naomi meletakkan ponselnya lalu hendak menuju ke kamar Kelvin.
"Kau mau kemana Kelvin?" Tanya Naomi ketika melihat putranya memakai jaket.
"A..a.a..aku mau besuk temen aku ma, dia tiba-tiba sakit" Jawab Kelvin sedikit gugup.
"Malam-malam gini?Apa kau sudah makan" Tegas Naomi.
"Iya, sudah ma! Kalau begitu Kelvin berangkat dulu ya ma"
"Hati-hati dijalan!"
.
.
.
Bersambung
🌼🌼
__ADS_1