
Permisi!" Seru seorang laki-laki. Aku pun melangkahkan kaki menuju ke tempat kasir untuk menemui pria itu.
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" Sapaku tersenyum ramah, sambil menutup kasir yang terbuka.
"Kamu!!!" Sontak aku dan dia terkejut. Dan kemudian membuat ku salting, begitu pula dia.
"Ahmm, maaf" Ucapnya gerogi.
"Aku yang seharus nya minta maaf" Ujarku sedikit gugup.
"Oh, ya rasanya kita pernah bertemu. Tapi, dimana ya?" katanya mencoba mengingat.
"Yah, aku juga rasa begitu" Kataku.
"Oh, ya aku belum kenalan. Kenalin namaku Rio, kalau nama kamu siapa?" Tanya nya, memperkenalkan diri.
"Hai, Rio salam kenal. Namaku Celia" Jawabku memperkenalkan diri.
"Salam kenal juga Celia"
~ ~ ~
Selang beberapa menit kemudian.....
kami berbincang bincang, sampai akhirnya pandanganku teralihkan karena Muffy datang memanggilku.
"Cel! Pe...." Kalimat Muffy terpotong karena melihat Rio. Tiba tiba hening seketika dan aku pun memecah keheningan dengan saling memperkenalkan mereka.
"Hei Muf, kenalin ini Rio! dan Rio kenalin ini Muffy! sahabatku." Ucapku saling memperkenalkan mereka.
"Hai Muffy" Sapa Rio ramah. Namun Muffy hanya menjawab dengan anggukan. Suasana hening kembali membuat suasana merasa canggung dan hanya terdengar para pelanggan memakan kuenya.
"Cel, aku mau beli kue coklat kering apa masih ada?" Tanyanya.
"Masih ada kok Ri, mau pilih toping yang mana?" Lanjut ku.
"Aku mau toping ini aja Cel" Jawabnya, menunjuk sebuah kue dengan toping kacang haselnut diatasnya.
Setelah membayar kue tersebut Rio pun keluar dari toko dan masuk ke dalam sebuah mobil yang berwarna putih tepat berada di depannya dengan bantuan seorang membuka kan pintu mobilnya.
"Kenapa kamu menatap dia seperti itu Cel?" Tanya Muffy yang sadari tadi duduk di sampingku.
"Aishh tidak Muf, aku hanya mencoba untuk mengingatnya saja" Ujarku.
"Benarkah seperti itu Cel? apa lebih" Ucap Muffy menggodaku.
"Hhh, kamu ada ada saja Muf" Kataku.
__ADS_1
"Maaf Cel, aku hanya bercanda saja" Ucap Muffy sambil tertawa.
• • • • • • • • • • • • • •
Pukul 06.00 sore.
Tidak terasa hari sudah semakin sore aku dan Muffy pun menutup toko. Segera setelah menutup toko Muffy berpamitan kepada ku dan juga nenek untuk pulang.
"Nek Muffy pamit pulang ya nek, lain kali Muffy menginap disini lagi." Pamit Muffy sambil mencium telapak tangan nek Tina.
"Baik cu, hati-hati ya!"
"Aku pamit pulang dulu ya Cel. Besok aku pagi-pagi kesini"
"Tentu Muf, terimakasih"
"Aishh, itu bukan apa apa Cel!."
"Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu ya nek, Cel!"
Setelah Muffy berpamitan aku pun menghantarkannya sampai di depan pintu setelah itu ia masuk ke dalam mobilnya lalu melambaikan tangannya dan aku pun membalas dengan lambaian juga, lalu Muffy pun melajukan mobilnya. Kemudian aku pun masuk untuk membersihkan tubuhku yang sudah bercampur keringat karena cuaca hari ini lumayan panas.
Seperti biasa setelah aku mandi aku turun dari tangga dan menuju ke meja makan untuk makan malam bersama nenek. Sesudah makan malam aku dan nenek menuju ke kamar untuk tidur. Sesampainya aku dikamar aku langsung melempar tubuhku ke kasur untuk merilekskan tubuh ku. Aku menatap dinding kamar dan sejenak terpikir dengan ibu, aku mengingat kebersamaan ketika aku masih kecil di desa.
"Hmm... Rasanya ku ingin sekali kembali menjadi seorang gadis kecil yang selalu bersama ibu dan juga ayah, aku merindukan kasih sayang kalian!" Celia.
Setelah Celia menguatkan hatinya tanpa dia sadari ia sudah tertidur dan mempersiapkan diri untuk hari esok.
Selamat malam Celia, mimpi indah ლ(´ ❥ `ლ)
Author juga mau tidur......
Keesokan Harinya.
Senin, pukul 06.00 Pagi.
Celia pun bangun dari tidurnya dan seperti biasa sebelum mandi ia merapikan tempat tidur. Hari ini ia memakai baju warna abu-abu dengan celana panjang dan sepatu putih, rambutnya dikicir. Lalu melangkahkan kakiku menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan untuk sarapan.
"Selamat pagi! cucu nenek." Sapa nek Tina hangat yang sudah menyiapkan sarapan untukku.
"Pagi juga nek" Balasku sambil tersenyum hangat sambil menghampiri nenek.
Kemudian selesai aku sarapan bersama dengan nenek, bunyi klakson terdengar dari luar sudah tidak asing lagi bagiku bunyi klakson itu.
"Morning Cel!" Sapa Muffy sambil membuka mobilnya.
"Pagi juga Muf, semangat buat hari ini!" Ujarku menyemangati.
__ADS_1
Muffy menjawab dengan anggukan sambil tersenyum. Lalu aku pun mengambil barang- barang untuk keperluan lomba dan memindahkan semua barang-barang ke dalam bagasi mobil bersama dengan Muffy.
Setelah semua barang-barang sudah di dalam bagasi mobil milik Muffy aku pun pamit kepada nenek bersama dengan Muffy untuk pergi ke kampus. Setelah pamitan aku pun naik ke dalam mobil milik Muffy dan Muffy langsung melajukan mobilnya menuju ke kampus.
•••••••••••••••••••••
Di dalam perjalanan menuju ke kampus.
"Cel, kuharap hari ini kita bisa menang ya. Aku gak sabar buat dapetin hadiahnya." Kata Muffy.
"Hmm... Kuharap begitu Muf, jadi kita harus berusaha sebaik mungkin!" Ujarku menyemangati walaupun aku agak sedikit gugup.
——————————————————————————
Beberapa jam di perjalanan akhirnya kami
pun tiba di kampus. Setibanya di sana aku dan Muffy menurunkan barang-barang di tempat perlombaan khusus. Setelah barang sudah turun Muffy pun memarkirkan mobil nya di tempat parkir, sedangkan aku masih merapikan perlengkapan untuk lomba supaya nantinya tidak akan sulit untuk mencari barang-barang yang diperlukan agar lebih tertata rapi.
Setelah semua sudah tertata rapi aku pun duduk sejenak untuk beristirahat sambil berdoa dan juga mengingat cara membuat kue.
Ya, tuhan semoga saja hari ini lancar dan tidak ada halangan supaya kami bisa menjalani lomba dan memberikan hasil terbaik untuk fakultas kami. Celia
"Hei Cel!" Panggil Muffy sambil menyentuh pundak ku.
"Iya Muf"
"Sedang apa lo Cel? tumben gue panggil gak kaget" Ucap Muffy sambil tertawa.
"Udah ngeliat balik nanya lagi" Ujarku datar.
"Lo marah sama gue ya Cel? yah maafin gue ya Cel" Bujuk Muffy dengan tatapan yang berkaca-kaca.
"Nggak, Celia gak akan maafin Muffy" Lanjutku sambil menahan tawa.
"Kok gitu sih Cel?" Tanya Muffy dengan memonyongkan bibirnya.
"Hee, aku hanya bercanda" Ucapku sambil mencubit hidungnya.
"Sakit Cel! niih aku balas sekarang!" Ujar Muffy membalas dengan menggelitikiku. Masih terus bercanda sampai-sampai perut kami kesakitan akibat tertawa. Maklumlah untuk mengurangi rasa gugup ketika lomba dimulai.
·
·
·
·
__ADS_1
Bersambung.