
Aku pun mengarahkan pandanganku ke arah yang ditunjuk olehnya. Dan kulihat disana ada seorang supir dan juga seorang wanita yang melambaikan tangannya mengarah ke kiki dan juga Diva, yang artinya menyuruh mereka berdua untuk menemuinya. Mereka berdua merespon kembali dengan melambaikan tangannya
setelah itu, Kiki berbalik menghadap ke arahku.
"Kak, Panggil kiki dengan wajah imutnya.
"Iya ki? ada apa" Jawabku.
"Ki pamit pulang dulu ya kak, terimakasih udah mau bantu ki memilih kue." Pamit kiki
"Iya ki, kakak senang kok bisa bantu kamu. kapan-kapan kesini lagi ya!" lanjutku sambil mengelus rambutnya, sementara itu Diva juga pamitan kepada Muffy, setelah itu ia pamitan kepadaku rawut wajahnya seperti terpaksa.
Setelah mereka sudah berada di dalam mobil aku dan Muffy pun melangkahkan kaki menuju ke dapur untuk makan, sementara toko aku tutup sementara.
Di dapur terlihat nenek yang sedang memindahkan masakan ke meja makan. Aku pun segera menghampiri untuk membantu-nya. Setelah makanan sudah siap di atas meja makan kami pun menarik kursi dan bersiap untuk makan tak lupa berdoa.
~ ~ ~
Selesai makan seperti biasa Celia mengambil piring yang kotor untuk dicuci, lalu ia kembali lagi membuka toko, sebelum Celia menuju ke toko, ia meminta izin dahulu kepada nek Tina.
"Nek" Panggil Celia lembut.
"Iya, ada apa cu?" Tanya nek Tina.
"Nek, Celia mau minta izin ke nenek mau beli bahan kue yang kurang untuk lomba besok. Apa boleh nek?" Lanjut Celia.
"Bukannya, bahan untuk membuat kue di gudang masih banyak ya cu?"
"Bahan untuk membuat kue di gudang sudah mau habis persediaannya nek. Sekalian rencana Celia mau beli"
"Oh, begitu rupanya. Yaudah cu! hati-hati ya"
"Baik nek, aku dan Celia berangkat dulu ya."
"Oh iya nek, toko nya Celia buka"
"Ya cu, nanti nenek yang kesana"
Mendengar jawaban dari nek Tina Celia dan Muffy pun berjalan menuju ke toko.
"Cel, aku mau ambil kunci mobil dulu ya. Kamu tungguin aku disini!" Pinta Muffy.
"Gausah Muf, aku beli bahan kue sekitaran dekat sini aja kok!"
"Bukannya warung di sini sudah tutup ya Cel?"
__ADS_1
"Hah, yang benar?"
"Iya Cel benar, tadi aku nyempetin buat cek di ponsel ku . Ada berita di medsos katanya warung disini tutup gara gara ada pencurian, semua barang barangnya sudah dicuri, gitu Cel." Tutur Muffy.
"Huhh.. kasihan banget pemilik warung nya, pasti dia syok. Trus kita beli dimana Muf?"
"Ada, kalau begitu aku mau ambil kunci dulu Cel."
Celia hanya menjawab dengan anggukan ia pun melangkahkan kakinya membuka toko kue, sementara Muffy masih mengambil kunci mobil di kamar Celia. Lalu turun untuk menghidupkan mobil nya, kemudian Celia pun masuk ke dalam mobil Muffy.
Muffy pun melajukan mobilnya menuju ke sebuah toko bahan kue (TBK) Grosir yang berpusat di jalan A2 Grasir. Setibanya di sana, Celia pun turun dari mobil sambil menunggu Muffy memarkirkan mobil yang tak jauh dari tempat TBK.
Ketika Celia masuk ia sudah disambut oleh pramuniaga toko dan juga ia tercengang melihat toko bahan kue yang sangat besar. Yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya, karena biasanya ia hanya membeli bahan kue di warung atau pasar dekat toko milik nek Tina dan juga di desa Orbin dahulu.
"Gimana Cel, besar kan toko nya?" Tanya Muffy.
"Iya, besar" Jawab Celia yang tak menoleh ke arahnya, karena ia sibuk menatap ruangan yang penuh dengan bahan kue itu dan juga Ac yang menyala membuat ruangan itu merasa sejuk karena diluar panas. Melihat hal itu membuat Muffy menggenggam tangan Celia untuk mengajaknya memilih bahan kue.
Ketika Celia memilih bahan untuk membuat kue ia mengambil satu persatu kemudian bertanya kepada Muffy tentang harga bahan kue itu.
"Muffy, harga nya ini berapa ya?" Tanya Celia bingung melihat angka-angka yang tertera di bawah barang.
"Yang mana Cel? Tanya Muffy balik, yang juga sedang memilih bahan.
"Mana ya itu harganya? yang ini kan" Sambung Celia bertanya.
"Ini Cel, kalau yang ini..." Jelas Muffy satu- persatu sambil menunjuk detail produk, harga dan juga batas penggunaan produk. Sesudah Muffy menjelaskan Celia pun mengangguk tanda mengerti apa yang sudah dijelaskan oleh Muffy.
~ ~ ~
Beberapa saat, kemudian Celia pun selesai memilih bahan bersama dengan Muffy. Selanjutnya mereka menuju ke tempat kasir dengan membawa kereta dorong. Ketika mereka sudah berada di kasir, tiba tiba seorang cewek menyenggol Celia dan hampir saja Celia jatuh.
"Heii lo!, kalau jalan pakai mata dong!!" Seru Muffy keras tanpa memperdulikan orang orang yang ada disana.
"Upss, sorry" Ucap seorang cewek itu dengan lebay, lalu berjalan menuju keluar toko.
"Ihh, ngeselin tuh cewek!" Muffy berdesis kesal.
"Kamu nggak papa kan Cel?" Tanya Muffy memastikan.
"Nggak! aku nggak papa kok Muf." Jawab Celia sambil merapikan bajunya.
Selesai membayar di kasir mereka pun keluar dari toko, lalu Celia pun naik ke mobil Muffy. Segera setelah Celia naik mobilnya itu pun melesat pulang.
__ADS_1
* * * *
"Nek, kami pulang!" Seru Celia sambil tersenyum.
"Haihh, cucu nenek sudah pulang rupanya" Sapa nek Tina hangat.
"Oh ya, dimana kalian beli semua bahan ini?" Tanya nek Tina melihat semua bahan yang dibeli oleh Celia yang lumayan banyak.
"Ini nek, kami beli di TBK (Toko Bahan Kue)" Jawab Celia.
"Dimana itu cu? kenapa tidak dekat warung di sini saja?"
"Rencana nya kami beli disini nek, tapi karena warung disini tutup jadinya kami beli di TBK deh, soalnya warung disini... " Sahut Muffy. "Gitu nek."
"Yaudah cu, nenek mau ke kamar kecil dulu ya" Ijin nenek.
"Baik nek" Sahut mereka serentak.
Celia dan Muffy mengeluarkan barang belanjaan nya untuk ditata sembari menjaga toko, baik itu tepung, daun pisang dan sebagainya.
▪▪▪
Beberapa jam kemudian...
mereka pun selesai menata dan mempersiapkan bahan kue yang digunakan untuk besok dan juga untuk toko.
"Permisi!" Seru seorang laki-laki. Celia pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat kasir untuk menemui pria itu.
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Celia tersenyum ramah.
"Kamu!!!" Sontak mereka terkejut.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Tunggu Up selanjutnya.....
__ADS_1
Dari Author untuk sahabat readers dan juga kakak" Author lainnya serta temen-temen.
"Maaf kan Author🙏 karena baru sekarang Author Update. Author ucapin terimakasih buat kalian semua yang udah nyempetin hadir dan juga menunggu cerita ini⚘****karena Daring, Author jadi ngebagi waktu buat belajar."