
Besoknya.
Rania beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi dengan mata masih mengantuk. Setelah membersihkan diri, Rania berdandan dan baru mengingat bahwa dirinya tidur di kasurnya, padahal kemarin ia mengingat dirinya tidur di mobil.
Hari ini, hari Jumat.
Rania melangkahkan kakinya menuju ke meja makan seperti biasa untuk sarapan pagi. Di meja makan sudah terlihat mami Bella dan Johan menunggu Rania.
"Morning mi, kak!" Sapa Rania hangat sambil menarik kursi lalu duduk.
"Morning juga, Anak mami!" Balas mami Bella hangat.
"Morning Ran!" Sahut Johan.
Setelah sarapan siap Bella pun memberikannya kepada Rania dan Johan.
▫️▫️▫️
"Mengapa jam segini dia belum bangun juga?!" Gerutu David sambil melirik jam tangannya.
Ceklek (David membuka pintu kamar Kelvin)
Karena ia sudah menunggu cukup lama, dan juga mengetuk pintu berkali-kali. David menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan sikap Kelvin yang sangat suka menyia-nyiakan hidupnya hanya demi seorang gadis desa.
"Apa keistimewaan dia? Sehingga Kelvin melakukan hal ini" Gumam Kelvin.
David membangunkan Kelvin dengan menguncang tubuhnya. Kelvin terbangun, seraya memegangi kepalanya lalu menuju ke kamar mandi.
Setelah mandi Kelvin pun memakai kemeja kerjanya, berlanjut menuju keluar dari apartemen bersama dengan David. Mereka bersama-sama pergi ke kantor, David yang menyetir.
Sampai di kantor Rh Grup Kelvin dan David turun dari mobil dan membiarkan mobilnya diparkir oleh staf Tomi.
Kelvin dan David berjalan beriringan menemui Rania. Saat mereka masuk para karyawan menyapa Kelvin dan juga David dengan ramah.
Kelvin menyapa balik mereka dengan ramah tapi, sebaliknya David hanya cuek berjalan dengan elegan layaknya ia bosnya.
Tiba di ruangan Rania.
"Selamat pagi pak Kelvin!" Sapa Lira hangat.
"Pagi!" Balas Kelvin.
"Oh, ya pak apa anda mau menemui ibu?" Tanya Lira sopan.
"Iya, apa beliau ada disini?" Tanya balik Kelvin.
"Ada pak! Tunggu sebentar saya panggilkan!" Kata Lira.
TOK..TOK..TOK!!! (Lira mengetuk pintu ruangan Rania)
"Iya, masuk!" Perintah Rania.
"Maaf buk saya mengganggu waktu anda! Ini saya mau menyampaikan ada orang yang ingin bertemu dengan anda di luar, mereka sedang menunggu anda!" Ucap Lira.
"Siapa?" Tanya Rania.
"Mereka pak Kelvin dan Juga temannya buk" Jawab Lira.
"Suruh mereka masuk!" Pinta Rania.
__ADS_1
"Baik buk! Saya permisi" Balas Lira.
Setelah berkata demikian Lira menemui Kelvin dan juga David, sesuai permintaan dari Rania Lira meminta mereka untuk masuk ke ruangannya.
Kelvin dan David masuk ke ruangan bersama dengan Lira.
"Selamat datang Kelvin dan David! Silahkan duduk dulu!" Sapa Rania.
"Terimakasih!" Balas Kelvin.
"Oh, ya apa anda mau dibuatkan minum?" Tanya Rania.
"Tidak, tidak perlu terimakasih!" Jawab Kelvin.
"Lalu, apa ada yang bisa saya bantu?"
Kelvin menoleh ke arah David sambil mengisyaratkan dengan gerakan mata ke kanan.
David yang mengerti bahwa ia diminta untuk memberikan dokumen pun memberikannya kepada Rania.
"Silahkan dibaca!" Perintah David.
Rania menerima dokumen itu dan mulai membacanya.
"Jadi, maksud kedatangan kami kemari ingin membatalkan kerjasama dengan perusahaan anda. Karena ada permasalahan pribadi, yang tidak bisa kami jelaskan kepada anda! Saya mohon maaf dan tolong pengertiannya anda dengan keadaan kami!" Perjelas David.
Rania diam tak bergeming, tetap melihat dokumen yang diberikan oleh David.
"Hei!" Panggil David berkali-kali
sambil menggerakkan tangannya naik turun mencoba untuk menyadarkan Rania.
Melihat Rania tetap pada kondisinya membuat David sedikit kesal lalu mengeluarkan sebuah kertas, menaruhnya di atas meja. Selanjutnya, ia meninggalkan Rania dengan berpamitan walau tidak dibalas.
"Ibu! Apa anda baik-baik saja?" Tanya Lira khawatir.
"Aha..iya?! Saya baik-baik saja!" Jawab Rania sedikit kaget, lalu menaruh dokumen itu di atas meja.
"Saya izin permisi bu" Ucap Lira.
"Tunggu sebentar Lir! Dimana mereka?" Tanya Rania kebingungan.
"Maaf buk sebelumnya! Mereka siapa ya yang ibu maksud?" Tanya balik Lira.
"Mereka..Kelvin dan David!" Jawab Rania.
"Oh..pak Kelvin! Pak Kelvin dan temannya kan sudah pulang bu" Ucap Lira.
"Sudah pulang?! Kenapa ia tidak pamit ya?"
"Iya, buk mereka baru saja pulang. Dan pak Kelvin juga menitip izin pamit kepada ibu tadi. Tapi katanya ibu melamun makanya beliau meminta saya untuk menyampaikannnya"
"Hmm.. baiklah! Sekarang kau boleh kembali ke ruangan kerjamu!"
"Baik, buk saya permisi! Oh, ya buk nanti saya yang akan menghantar ibu pulang"
Rania membalas dengan mengangguk, Lira pun meninggalkan Rania dan kembali menuju ruangan kerjanya.
▫️▫️▫️
__ADS_1
Sementara itu di dalam mobil.
"Vin! Apa sih istimewanya dia bagi lo?" Tanya David sambil menyetir mobil.
Kelvin tidak menanggapi pertanyaan dari David.
"Sudah ku tebak, kau melamun lagi!"
Tiba di apartemen.
Kelvin menuju ke kamarnya langsung menutup pintu, melihat hal itu membuat David hanya menggelengkan kepala tak habis pikir dengannya.
"Begitukah cinta?!" Gumam David sambil berdecak meremehkan.
David melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
▫️▫️▫️
Hari sudah siang
Kini waktunya Rania makan yang sebelumnya ia meminta tolong kepada OB untuk membelikannya makan.
Rania sebenarnya tidak nafsu makan entah kenapa, biasanya ia selalu nafsu untuk makan, Rania hanya makan sedikit.
Rania bingung dengan perasaannya sendiri.
Rania pun memutar kursinya ke belakang untuk melihat pemandangan agar perasaannya kembali membaik dan juga beristirahat sejenak.
Beberapa saat ia memutar kursinya kembali dan hendak mengambil ponselnya berniat untuk mencari seorang vloger Asmr agar nafsu makannya kembali, namun saat ia mengambil ponselnya yang tergeletak di sebelahnya. Rania tak sengaja melihat sebuah amplop berwarna putih yang menyelip di dokumen yang diberikan oleh Kelvin tadi.
Rania kembali menaruh ponselnya dan mengambil amplop. Rania membuka amplop, mengambil surat, lalu ia pun membacanya.
...~ Wedding Day~...
...Kelvin Fiardliant & Vina Azumi...
Salam.
Tanpa mengurangi rasa hormat, karena keterbatasan jarak dan waktu, kami bermaksud mengundang dan memohon doa restu kepada bapak/ibu/saudara/i berkenan hadir di acara resepsi pernikahan kami yang dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Minggu, 2 Januari 2025
Pukul : 18.00 Am - Selesai
Lokasi : Kota Grasir, jalan lll
Atas kehadiran bpk/ibu/saudara/saudari kami mengucapkan terimakasih
Salam.
Setelah membaca surat mendadak hati Rania terasa sakit. Rania meletakkan surat itu di atas meja kembali, sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.
"Ada apa denganku?" Gumam Rania heran.
.
.
.
__ADS_1
🌼🌼
Bersambung.