
Seketika seorang menatap mereka dengan tatapan sakit hati.
"Ini buk silahkan dinikmati pesananya!" Kata pelayan menyodorkan pesanan mereka seraya tersenyum ramah.
"Terimakasih!" Balas Bella sambil tersenyum.
Selesai menyodorkan pesanan, pelayan itu pun pergi. Rania, Johan, dan juga Bella mereka menyantap makanan dengan sangat lahap.
"Siapa dia? kenapa dia sangat dekat dengan Celia?" Kata Kelvin sambil melihat Rania dan juga Johan berada di depannya.
"Aku harus duduk lebih dekat lagi! supaya aku bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan!" Lanjut Kelvin sambil memindah posisinya agar lebih dekat dengan Rania, namun tidak terlalu dekat sampai dilihat oleh Rania.
"Apa kau menikmati makanannya?" Tanya Johan sambil makan ikan salmon menggunakan sumpit.
"Hmm..tentu!" Jawab Rania sambil mengunyah salad nya.
"Bagaimana dengan mami?" Tanya Johan.
"I like it!" Jawab mami Bella yang juga mengunyah macaroni nya.
"Oh, ya ngomong-ngomong apa kau tidak ada acara untuk melamar seseorang mungkin?" Tanya Rania.
"Uhuk..uhuk.. Maksudmu?!" Jawab Johan tersedak.
Rania memberikan air kepada Johan agar ia bisa menelan makanannya.
"Apa kau tidak bisa makan dengan hati-hati?!" Ucap Rania menasehati kakaknya sambil memberikannya minum, lalu mengambilkan tisu untuk kakaknya.
Kelvin sudah sangat marah, ia pun pergi meninggalkan Rania. Kelvin berjalan terburu-buru hingga ia tak sengaja menabrak seorang pelayan perempuan.
__ADS_1
BRUKK!!!
"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja!" Ucap salah seorang pelayan meminta maaf kepada Kelvin.
"Tidak apa-apa!" Balas Kelvin pergi meninggalkan restoran itu menuju ke dalam mobilnya.
"Ada apa dengan orang itu?" Ucap seorang yang ada di sebelah Rania.
"Hei! apa kau jadi mengelap bibirku dik?" Tanya Johan, melihat Rania melamun membuat Johan langsung mengambil tisu dari tangan Rania.
Hal itu membuat Rania terkejut lalu memalingkan wajahnya menatap kakaknya, dan melihat tangannya.
"Ehh..dimana tisunya?" Tanya Rania bingung ketika baru menyadari kalau tisu yang ia bawa tidak ada di tangannya.
"Udah kakak ambil!" Jawab Johan sambil membuang tisu ke tempat sampah.
"Bagaimana bisa?" Tanya Rania tidak percaya.
"Hehe..maafkan Ran kak!" Balas Rania sedikit tertawa sambil melanjutkan makanannya.
***
"Setelah sekian lama aku mencari dan menaruh harapan kepadanya dan kenapa ia malahan ingin menikah dengan pria lain" Ucap Kelvin mendesah kecewa sambil membanting stir mobilnya.
"Aku harus bagaimana?!" Lanjut Kelvin.
Kelvin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke apartemen. Tiba di sana beberapa menit ia langsung melangkah menuju ke kamarnya tanpa menyapa David.
"Aneh!" Ucap David.
__ADS_1
Kelvin melempar jaketnya dan menaruh kunci mobilnya di atas meja. Kelvin melempar dirinya ke kasurnya, kejadian yang dilihat dan di dengarnya tadi membuat perasaan Kelvin kecewa, ia menjambak-jambak rambutnya sambil mendengus kesal.
Kelvin tidak bisa tidur ia mencoba untuk melupakan semua kejadian yang ada di restoran itu. Tak ambil pusing lagi Kelvin melangkah menuju ke dapur dan membuka lemari es nya, Ia mencari minuman.
Setelah menemukannya Kelvin mengambil beberapa minuman lalu membawanya ke kamar. Kelvin meminum sebotol minuman beralkohol, ia mencoba untuk melupakan perasannya kepada Rania, dan menghilangkan Rania dari kehidupannya.
Kelvin sudah mulai mengatakan hal-hal yang aneh dan juga tertawa. Ia berdiri lalu mendadak terjatuh ke tempat tidurnya, karena rasa pusing di kepalanya.
Kelvin tertidur dalam keadaan baju sedikit terbuka dan botol yang sudah dihabiskan nya berserakan.
▫️▫️▫️
"Nah, Ayo turun kita sudah sampai!" Pinta mami Bella sambil membuka pintu mobil.
"Ayo.." Ucapan Johan tiba-tiba terhenti ketika melihat Rania tertidur pulas. Johan pun turun dari mobil dan melangkah menuju ke jok paling belakang untuk membuka pintu mobil dan memindahkannya menuju ke kamar.
Tiba di kamar.
Johan meletakkan Rania di tempat tidur lalu menyelimutinya. Johan sangat menyayangi adiknya itu walaupun ia bukan adik kandung sebenarnya.
"Sweet dream my little sister!" Ucap Johan tidak terlalu keras sambil tersenyum menatap Rania.
Johan mematikan lampu lalu pergi meninggalkan Rania sendiri di kamar milik Rania.
.
.
.
__ADS_1
🌼🌼
Bersambung.