The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.9~Kota Grasir


__ADS_3

Setelah beberapa jam kemudian Celia akhirnya tiba di kota Grasir ia masih tertidur di tempat semula, pak sopir yang melihatnya pun membangunkannnya sebenarnya ia tak tega namun Celia yang menyuruhnya.


"Nak...nak, bangun kita sudah sampai!" Ucap pak sopir membangunkanku dengan nada yang lembut sambil menepuk pundakku, aku pun terbangun.


"Sudah sampai ya pak? Maaf ya pak saya ketiduran." Jawab Celia sambil mengusap mata.


"Tidak perlu meminta maaf nak!" Seru pak sopir dengan tersenyum.


Tanpa kusadari aku tertidur setelah itu aku pun turun dari angkot dan berterimakasih kepadanya atas tumpangannya tak lupa memberi ongkos tapi ia menolak aku memaksanya secara halus dan ia pun menerimanya.


"Nak ini,terima!"Ucap pak sopir memberikanku sebuah payung karena masih hujan


"Terimakasih pak sudah menghantarkan saya kesini, semoga saja di lain hari kita bisa berjumpa lagi !" Aku pun menerimanya dan membuka payung itu.


Pak Sopir hanya tersenyum "Bapak pergi dulu ya nak" lanjut pak sopir, ia pun menyalakan angkotnya.


"Hati hati dijalan pak!" Seru Celia sambil melambaikan tangannya , ia pun melajukan angkotnya segera setelah meninggalkanku sendiri terlihat didepanku toko toko telah ditutup, dan aku pun berjalan lagi untuk mencari lowongan pekerjaan.


Setelah beberapa menit lelah berjalan aku


pun duduk di sebuah bangku jalan sambil memegang sebuah payung pink, hanya terlihat kendaraan yang berlalu lalang di sebuah jalan besar tersebut.


"Ya tuhan,apa yang harus aku lakukan dan kemana aku harus pergi di kota yang sebesar ini?" Tanya Celia lirih sambil menggendong sebuah tas besar yang isinya baju sambil memegang sebuah payung berwarna pink pemberian dari pak sopir tadi.


Beberapa menit aku istirahat untuk memulihkan tenagaku selanjutnya aku kembali melanjutkan perjalananku rintik rintik hujan mengiringi langkahku air menggenang jalan yang berlubang tepat di hadapanku aku pun melompat menghindari genangan air itu sambil bersenandung menikmati hujan.


Syukur aku menemukan sebuah toko yang masih dibuka aku berjalan menuju toko itu kulihat sebuah brosur tertulis yang tertempel di kaca.


°


Dibutuhkan karyawan / karyawati untuk bekerja menjual kue jika ada langsung saja masuk ke toko.


°


Setelah membacanya aku pun bergegas masuk tak lupa menguncupkan payung dan membawanya masuk ke dalam "Permisi!" Sapa Celia sambil membuka pintu perlahan


kriett,..kriett,..kriett ... Bunyi pintu terbuka


di dalam toko yang terlihat gelap sedikit penerangan aku pun melanjutkan langkahku secara perlahan lagi menuju ke cahaya itu.


Ketika aku berjalan mendekati sedikit cahaya itu tampak seorang nenek tua membawa lilin yang menyala dan berjalan menuju kearahku


aku berusaha agar tidak takut, aku berhenti melangkahkan kakiku nenek itu semakin mendekat aku menelan salivaku.

__ADS_1


Tog,..tog,..tog... suara tongkat


yang semakin terdengar jelas di telingaku nenek itu sudah berada dihadapanku aku memejamkan mata berusaha untuk tenang.


Nenek itu menepuk pundakku aku pun terkejut


"Ampun nek! ,Lia hanya ingin bekerja disini." "Benarkah itu nak?"


Tiba tiba lampu di toko tersebut terang aku pun melihat dengan jelas wajah nenek yang menepuk pundakku nampak nenek itu berkeriput dan memakai kacamata, aku pun melanjutkan pertanyaan yang dilontarkan nenek itu tadi.


"Iya benar nek!"


"Mari, Ikut nenek!"


Aku pun mengikuti nenek tersebut ia berjalan dengan hati hati dibantu dengan sebuah tongkat yang terlihat sedikit lapuk aku berjalan sambil melirik sekeliling di dalam toko ruangannya besar namun berdebu dan banyak sarang laba-laba aku pun kembali melihat jalan ke depan, nenek yang aku ikuti terlihat menuju ke kursi gayung sedangkan aku duduk di sampingnya yang juga ada sebuah kursi.


Nenek itu menatapku dengan tatapan yang serius aku pun gemeteran,aku merasakan keringat dinginku


"Cu kenapa kamu datang kemari, disaat cuaca hujan begini?"Ucap nenek itu yang terlihat kasihan kepadaku sambil mengusap pipiku.


"Begini nek, saya mau bekerja disini karena Lia tadi ngeliat di depan toko tertempel brosur dibutuhkan pekerja membantu menjual kue, boleh kan nek saya sangat membutuhkan pekerjaan ini?!" jawab Celia yang memohon kepada nenek itu.


"Kenapa cu membutuhkan pekerjaan ini, bukankah ayah yang sebaiknya menafkahi keluarga cu?!" lanjut nenek itu yang penasaran


"Hhh, saya sekarang hanya seorang diri nek,


berada." Ucap Celia sambil menghela napas berat.


Nenek yang mendengarnya pun merasa iba nampak air matanya ingin keluar tapi nenek itu berusaha menahannya agar tidak keluar.


"Baiklah Cu!" kata nenek itu


"terimakasih banyak nek sudah menerima saya,jadi kapan saya boleh bekerja?" tanya Celia nampak ia senang dari sorot matanya yang berkaca kaca


"sebelum bekerja nenek mau ajarin kamu buat kue,apakah kamu sudah bisa?"nenek itu kembali bertanya lagi kepada Celia.


"baik nek hari ini saya akan mencoba membuat kue untuk nenek!" Sahut Celia dengan penuh semangat.


Melihat semangat yang terpancar dari gadis tersebut sontak membuat nenek itu bangga dan kagum akan perjuangannya, nenek itu pun mengangguk.


"Tapi nek dimana dapur nya?" tanya Celia


nenek itu pun mengarahkannya menuju ke dapur untuk membuat kue.

__ADS_1


Skip sampai di dapur.


Aku mulai menyiapkan bahan bahan dan alat yang akan digunakan sedangkan nenek duduk di dekat dapur yang juga berisi tempat duduk ia memantauku, sebelum aku memulainya terlebih dahulu aku berdoa semoga dilancarkan.


Setelah semua siap aku pun memulainya~~~


skip selesai '


"Akhirnya kue buatanku sudah selesai, selanjutnya tinggal diberikan kepada nenek untuk diriview." Gumam Celia sambil tersenyum membawa kue nya, ia pun menghampiri nenek itu.


"Ini nek, silahkan dicoba" sambil memberikan kue yang dibawanya, nenek itu pun mengambilnya dan dicobanya,


setelah mencoba kue buatan Celia nenek itu pun hanyut dalam kelezatan kue yang dimakannya.


"Bagaimana nek?" tanya Celia yang ingin tahu tentang rasa kue yang dibuatnya itu


"🖒Emm,enak!" Jawab nenek sambil mengacungkan jempolnya ia terlihat menikmati kue buatan Celia


"Mulai besok kamu mulai bekerja ya cu!, dan cu nama nenek ...nek Tina ya"


"Baik nek terimakasih banyak,saya janji tidak akan mengecewakan nenek!"


Tidak terasa jam dinding menunjuk pukul 07.00 malam 🕔.


"Cu tinggal dimana sekarang?"


"Lia tidak punya tempat tinggal sekarang nek,karena tempat tinggal saya sudah hancur dan saya juga diusir dari asal saya di desa nek"


"Bagaimana kalau cu tinggal disini, nenek juga sendirian di sini?!"desak nek Tina


"Sekali lagi terimakasih nek!" Ucap Celia dengan penuh rasa terimakasih kepadanya nenek itu pun memeluk Celia.


"Nak apa kamu sudah mandi dan makan?"Lanjut nenek Tina


"Belum nek, dari siang Lia belum makan" kata Celia yang diiringi dengan tawa kecil.


Nek Tina pun menyuruh Celia pergi mandi dan setelah itu makan, nek Tina menghantarnya ke kamarnya dan kamar mandi.


Skip Celia selesai mandi dan makan bersama nek Tina.


Lalu nek Tina menuju ke kamar tidurnya sedangkan Celia juga menuju ke kamar tidur


ia pun berdoa sebelum tidur, bersyukur atas hari ini, dan bersiap siap untuk hari esok yang masih misteri.

__ADS_1


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-__-_-_-_-_-_-_-


Bersambung....


__ADS_2