
Tepat pukul 06.00 pagi Rania dan Lira sedang berolahraga pagi, mereka berolahraga sambil melihat pemandangan di kota Grasir. Suasana pagi itu sangat mendukung aktivitas Rania, para pejalan kaki yang melintas tersenyum ramah tak jarang juga pejalan kaki yang melintas menyapa Rania dan Lira ramah.
"Huuhh!!!" Seru Rania seraya mengelap keringatnya setelah lari.
"Apa perlu saya ambilkan air ibuk?" Tanya Lira.
"Tidak perlu biar saya sendiri!" Jawab Rania lalu duduk di bangku sambil meminum air bersama dengan Lira.
"Ahh..segarnya! Ra, apa kau tidak membawa air?" Tanya Rania ketika melihat Lira hanya bengong melihat mobil yang lewat.
"Saya bawa" Jawab Lira singkat
"Benarkah? Lalu dimana botol air minummu" Ucap Rania memastikan.
"Hmm..itu buk, saya sudah menyiapkan air tapi, saya lupa membawanya" Balas Lira sambil menampakkan gigi putihnya.
"Lira..Lira ada ada saja kamu. Untung saya bawa botol air lebih, nih!"
"Terimakasih ibuk"
Lira menerima air yang diberikan oleh Rania.
Dirasa sudah cukup beristirahat Rania dan Lira pun lanjut kembali untuk jogging. Kali ini mereka berhenti di sebuah toko kue NTA, entah kenapa Rania merasa tidak asing dengan nama toko itu.
"Oh iya, saya dengar-dengar katanya kue di sini itu enak. Apa anda penasaran untuk mencoba nya?" Tawar Lira ketika melihat Rania sedang memperhatikan toko tersebut.
"Hah, benarkah?!" Ucap Rania sedikit penasaran.Langsung saja Lira menarik tangan Rania menuju ke dalam toko tersebut.
Ting..tong..Ting.. tong
Seperti biasa lonceng berbunyi ketika ada seorang yang datang. Ketika berada di dalam toko Lira meminta Rania untuk duduk sementara ia memanggil pemilik toko.
__ADS_1
"Permisi! Permisi, apa ada orang disini?" Lira berusaha mencari pemilik toko, ia melihat ke sekeliling. Pemilik toko masih tak kunjung datang, Lira pun mengetuk pintu bila mungkin ia tengah berada di dalam.
Perkiraan Lira benar ternyata seorang berada di dalam, ia membuka pintu lalu menyapa Lira dengan hangat.
"Maaf telah membuat anda menunggu lama" Kata Muffy.
"Tidak apa-apa mbak saya mengerti" Balas Lira sambil tersenyum.
Muffy pun menawarkan kue kepada Lira, mereka mengobrol cukup lama.
"Rasanya aku pernah melihat ini tapi, gak tahu gimana rasanya" Ucap Lira.
"Sungguh? Kurasa kau akan kujadikan sebagai testi dari kue buatan ku ini" Balas Muffy sambil tertawa sedikit.
"Okeyy, tapi harus ada cash nya juga yah" Sambung Lira sambil tertawa juga.
***
Hingga Rania bosan untuk menunggu ia pun memutuskan untuk menyamperi Lira.
"Hmm" Rania berdehem.
"Ehh, anda ternyata" Ucap Lira lalu bangun yang semula jongkok bersama dengan Muffy, kini ia memberikan kue kepada Rania.
"Ini,coba anda cicipi" Pinta Lira sambil memberikan kue kepadanya.
"Apa ini?" Tanya Rania seraya memasukkan sebuah kue ke dalam mulutnya.
"Bagaimana rasanya, apa anda suka?" Lanjut Lira tak sabar mengetahui pendapat dari Rania.
"Yummy, rasanya enak. Tapi, saya kurang suka dengan krim nya yang terlalu banyak" Balas Rania.
__ADS_1
"Oh,iya?!" Seru Muffy berjalan sedikit kesal menuju ke arah Rania, yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Rania dan Lira.
"Kau..kau..kau bukannya" Muffy terkejut ketika melihat Rania, ia tiba-tiba saja hampir ambruk ke lantai. Dengan sigap Rania menangkapnya, dan membawanya ke sebuah kursi panjang untuk merebahkan tubuhnya.
"Ya, ampun apa yang terjadi padanya?"Ucap Rania khawatir sekaligus cemas.
"Semoga tidak terjadi apa-apa padanya" Balas Lira berharap yang juga terlihat sama seperti Rania.
"Kuharap begitu"Sambung Rania.
Rania mencoba untuk menyadarkan Muffy dengan berbagai cara salah satunya memberikan minyak angin kepadanya. Akhirnya setelah beberapa saat Muffy sadar, Rania dan Lira pun merasa lega.
"Syukurlah kau sudah sadar" Ucap Rania lega seraya memberikan air.
"Terimakasih" Balas Muffy.
"Lebih baik kau istirahat saja dahulu"Pinta Rania membantunya berbaring.
"Aku tidak apa-apa sungguh, aku hanya syok saja"Ucap Muffy.
"Syok?! Karena apa"Balas Rania bertanya
.
.
.
Bersambung.
🌼🌼
__ADS_1
Hai semua🙌🏻 Author kembali lagi nih, setelah lama jeda😅 Gimana kabar kalian semua? Nantikan kelanjutan ceritanya lagi ya...🤗