The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.25~Pertengkaran Kecil


__ADS_3

Muffy!!" Seru Celia dari belakang bersamaan dengan menepuk pundaknya.


"Ehh..ayam ayam!"


Sontak membuat Muffy kaget


Celia yang melihat Muffy kaget pun tertawa dengan terbahak-bahak.


"Iss kamu Cel, ngagetin aku aja!"


"Heheh...maaf ya Muf, tadi itu aku udah manggil kamu. Tapi kamu keasikan main handphone jadinya aku ngagetin kamu deh"


"Oh ya Muf, ngomong-ngomong ngapain kamu disini? Tanya Celia sambil menarik kursi lalu duduk.


"Aku disini cari sinyal Cel. Dan aku izin menginap disini selama 1 hari saja boleh?"


"Tak perlu meminta izin cu, nenek sudah menganggap kamu sebagai cucu nenek. Jadi kamu tidak harus meminta izin untuk menginap disini." Celetuk nek Tina yang tiba-tiba datang.


"Terimakasih ya nek"


Mereka pun duduk sambil mengobrol di dekat toko. Setelah lama mengobrol akhirnya Celia dan Muffy beranjak dari kursi tempatnya duduk dan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya begitu pun nek Tina.


"Malam nek" Ucap Celia dan Muffy bersamaan.


"Malam juga cu. Selamat tidur mimpi indah" Jawab nek Tina. Sesampainya Muffy di kamar Celia ia langsung saja merebahkan dirinya di kasur yang empuk itu, sementara Celia hanya melihat Muffy sambil tersenyum sambil menutup pintu.


"Aku rindu kamarmu Cel. Sudah lama sekalo aku tidak kesini menginap, terakhir kali waktu aku kecil saja. Kamar ini tidak ada perubahan sama sekali" Kata Muffy sambil memandangi seisi kamar Celia.


"Hmm.. begitulah Muf, aku hanya menyukai desain kamar yang seperti ini sederhana dan minimalis" Ujar Celia tersenyum.


Muffy hanya membalas dengan anggukan. Ketika Celia sudah berada di tempat tidur bersama Muffy ia hendak mematikan lampu tetapi tangannya terhenti karena tiba-tiba saja Muffy memanggilnya.


"Cel"


"Iya Muf?"


"Ngomong-ngomong rencana nya besok ngapain?"


"Ahmm... Besok, rencananya setelah membuka toko aku ingin membeli bahan-bahan untuk buat kue yang kurang."


"Oh begitu. Baiklah, aku juga mau ikut."


Mendengar jawaban dari Muffy Celia pun membalas dengan anggukan pelan karena ia sudah merasa mengantuk. Mereka pun tertidur dan tenggelam kedalam mimpi nya masing-masing.


~ ~ ~


Keesokan paginya...

__ADS_1


Celia dan Muffy dibangunkan oleh seberkas cahaya matahari yang masuk ke celah-celah kecil melalui jendela kamar tidur mereka. Seperti biasa sebelum mandi mereka merapikan tempat tidur lalu mengganti baju. Setelah itu mereka melangkahkan kakinya menuju ke meja makan untuk sarapan, setelah sarapan Celia dan Muffy membuka toko kue sedangkan nek Tina memasak.


Hari ini pelanggan cukup banyak dikarenakan hari minggu jadi banyak anak-anak yang datang membeli kue dengan ibu, nenek, dan ayahnya.Saat Celia dan Muffy sedang sibuk melayani pelanggan tiba-tiba saja ada anak kecil yang bertengkar, Celia yang sedang membayar kembalian dari konsumen tersebut langsung saja bergegas menghampiri kedua anak tersebut yang tengah bertengkar.


"Kembalikan! itu punyaku."


"Tidak, aku yang menemukannya duluan!"


"Kembalikan!!!"


"Tidakk!!!"


Celia yang sudah datang langsung melerai keduanya bersama dengan Muffy.


"Sudah dik! jangan bertengkar lagi, sebenarnya ini ada apa?"Tanyaku menatap seorang anak kecil sambil memegang pundaknya.


"I..itu.. kak dia ambil kue punyaku" Jawabnya gemetar takut sambil mengusap-usap air matanya.


"Bohong dia kak! aku yang menemukannya duluan." Celetuk seorang anak kecil laki-laki yang diajaknya bertengkar.


"Ahmm...gimana kalau kakak ambilin kamu kue yang baru?" Tanyaku agar mereka menyudahi pertengkaran, dia pun membalas dengan anggukan yang mengartikan iya.


Aku pun melangkahkan kakiku menuju ke etalase kue yang lain sambil memberikan kode agar ia tidak mengikuti gadis kecil yang aku ajak, setelah dia membalas dengan anggukan yang berarti ia mengerti.


Sesampainya aku di etalase kue gadis kecil yang aku ajak pun terlihat mengganti ekspresi nya yang sedih berganti dengan gembira melihat kue kue yang berwarna-warni. Dalam hati yess.


......


"Aku pilih yang ini kak" Katanya.


"Boleh, oh ya nama kamu siapa?" Tanyaku.


"Namaku kiki kak, kalau kakak siapa?" jawab- nya dengan wajah imut.


"Nama kakak Celia. Kiki boleh panggil kakak, kakak Lia." lanjutku.


Aku pun menuju ke meja kasir menghantar kiki. Saat aku berjalan, aku tidak melihat Muffy dan juga anak laki-laki tersebut.


Kemana ya mereka? Batinku bertanya.


"Kakak-kakak lihat itu!" Panggil kiki menarik-narik bajuku sambil menunjuk ke arah pintu keluar masuk toko. Saat aku melihat ke arah yang ditunjuk oleh kiki, disana ada Muffy dan juga anak laki-laki tadi yang sedang memainkan balon ia terlihat senang bermain.


Aku pun melangkahkan kakiku bersama dengan kiki menuju ke sana. Tampak raut wajah anak laki-laki itu berubah dan mengembalikan balon kepada Muffy.


"Kamu kenapa dik?" Tanyaku, tetapi ia tak menjawab pertanyaanku, dia malah balik menatapku.


Kenapa ia menatapku seperti itu? batinku bingung. Aku pun mengangkat dagu dan menatap Muffy penuh dengan tanda tanya. Muffy hanya menjawab dengan mengangkat bahunya. Beberapa saat akhirnya aku pun terpikir untuk menanyakan namanya

__ADS_1


"Ahmm... nama kamu siapa dik?" Tanyaku.


"Diva" jawabnya singkat sambil memalingkan wajahnya.


"Hai Diva, nama yang bagus." Kataku.


"Sungguh? Hmm... maksudku terimakasih. Kalau kakak?" Lanjutnya.


"Oh, nama kakak. Nama kakak Celia Diva boleh panggil kakak-kakak Lia." Dia pun membalas hanya dengan anggukan dan ia terlihat enggan melihatku.


"Cu, ayo makan!" Seru nek Tina yang berjalan menuju ke arah kami, sontak membuat kami melihat ke arahnya.


"Iya nek, kami akan segera kesana." Jawabku pelan.


"Hmm.. kalau begitu nenek mau nyiapin piring dulu." Ujarnya. Segera setelah nya nenek pun berbalik dan berjalan kembali menuju ke arah dapur.


Beberapa saat aku kembali melihat Diva. Dia masih saja tidak mau menatapku dan suasana menjadi hening, Muffy pun mengatasinya dengan memanggilku.


"Cel,yuk kita makan! aku udah laper nih." Ajaknya dengan muka memelas.


"Iya, yuk" Jawabku. Mendengar jawabanku Muffy pun menggenggam tanganku, seketika aku menyuruhnya untuk berhenti sebentar.


"Tunggu!"


"Ada apa Cel?"


"Bagaimana dengan Kika dan juga Diva? Apakah kita akan meningalkan mereka disini begitu saja."


"Aku gak tahu Cel. Mending kita tanyain ke mereka"


Aku pun mengangguk pelan dan langsung bertanya pada mereka.


"Kika dan Diva, Panggilku sambil memegang pundak mereka dan jongkok. Apa kalian punya orang tua?" Tanyaku setelah mereka menatapku.


"Kami punya kak, ada disana" Jawab Kiki dengan menunjuk sebuah mobil sedan berwarna hijau di luar pintu.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Semoga terhibur 🤗


Terimakasih Author ucapin buat kalian semua yang sudah nyempatin buat kesini🙏


__ADS_2