The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.58~Kebahagian Nenek, Kebahagian Ku Juga


__ADS_3

Celia, Muffy, dan juga nek Tina masih mempererat pelukan mereka hingga akhirnya


Muffy izin ke toilet untuk bak.


"Nenek!" Kata ku pelan.


"Iya, ada apa cu?" Balas nenek juga pelan sambil menatapku.


"Celia, sudah lulus ujian nek." Kataku.


"Benarkah itu cu? Nenek senang mendengarnya, selamat ya cucu nenek, Celia Ayralita! Maaf nenek tidak tahu akan hal itu." Balas nenek senang dan merasa bersalah karena tidak tahu.


"Terimakasih nek! Itu bukan apa-apa nek. Celia hanya ingin membagi kabar bahagia kepada nenek, Celia merasa bersyukur sekali. Ini semua berkat doa dari nenek." Kata ku dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Cu, ini bukan saja hanya doa dari nenek saja. Tetapi ini juga dari kerja keras kamu, bukankah begitu?" Balas nenek sambil tersenyum.


"Hmm,, iya nek." Kataku sambil tersenyum.


"Ehemm!! Apa aku melewatkan sesuatu?" Kata Muffy yang berdehem sambil melangkah menemui kami.


Aku dan nenek pun tertawa melihat Muffy dan ia terlihat bingung saat aku menertawainya bersama dengan nenek.


"Apa ada yang lucu? Nek Cek?!" Tanya Muffy sambil menatap kami secara bergantian.


"Tidak! Kami hanya ingin tertawa saja." Jawab nenek.


"Aaa,, nenek. Kenapa tidak mengajakku tertawa?!" Kata Muffy sambil mengayunkan bibirnya.


"Memangnya kalau tertawa itu harus mengajak mu Muf? Bukannya tertawa itu bisa kapan saja dan dengan siapa saja?" Balas ku sambil tersenyum.


Nenek hanya melihat kami dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Iya Cel! Aku ngaku kalah deh kalau debat sama kamu." Kata Muffy yang juga tertawa.


"Oh, iya cu. Apa cu Muffy juga lulus?" Tanya nenek sambil menatap Muffy.

__ADS_1


"Iya, nek Muffy juga lulus sama dengan Celia." Jawab Muffy yang juga menatap nenek.


"Baguslah cu! Nenek senang mendengarnya." Kata Nenek tersenyum.


"Nah, sekarang waktunya nenek untuk makan." Balas ku sambil melangkah mengambil nampan berisi makanan.


"Bagaimana dengan cu berdua? Apa sudah makan?!" Tanya nenek.


"Sud...sudah dong nek! Kami pasti sudah makan, duluan lagi. Ya, kan Muf?!" Jawabku sambil menatap Muffy dan mengisyaratkannya agar mengangguk atau mengatakan iya.


"Hehe,,iya nek!" Sahut Muffy.


Nenek pun akhirnya mau makan dengan disuapi olehku.


.....


22.00 PM.


Waktu yang sudah tidak terasa malam nenek sudah selesai makan dan kini waktunya nenek untuk tidur. Aku dan Muffy yang belum makan malam berniat untuk makan tapi sudah malam. Dan tidak baik untuk kesehatan, Aku dan Muffy pun mengurungkan niat ku untuk makan dan beralih untuk beristirahat.


Dia pun akhirnya menurut untuk tidur di sofa, dan aku masih duduk menjaga nenek. Hingga tak terasa mataku sudah setengah Watt atau mulai mengantuk. Aku mencoba untuk tetap terjaga dengan berbagai cara, cara yang pertama. Aku membuka dengan lebar mataku dibantu dengan kedua tanganku, kedua aku mencubit pipi,lengan, dan pahaku supaya sakit dan tidak jadi mengantuk, ketiga aku mencari-cari permen di tasku lalu memakannya. Dan masih tetap saja mata ku tidak bisa diajak menjaga nenek.


Dan tak terasa aku mengantuk dan tidur di samping tangan nenek.


Di Rumah Vina.


Tepatnya di meja makan, 4 orang tengah makan malam sembari mengobrol.


"Bagaimana Vin? Apa ada kabar mengenai Kelvin?" Tanya papa Vina.


"Uhukk...Uhukk....Uhukk... Tidak ada pa!" Jawab Vina, karena ia tersedak makanan.


"Tuh kan pa?! Jangan ngomong saat makan!" Kata ibu Vina memperingatkan sambil khawatir dengan Vina.


"Kamu tidak apa-apa kan ko?" Tanya ibu Vina.

__ADS_1


"....Tidak kok ma! Ini kan hanya tersedak saja." Jawab Vina sombong sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


"Vina selesai makan!" Kata Vina sambil berdiri lalu berbalik hendak melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan menuju ke kamar nya.


"Ehemm,, Bapak tunggu secepatnya!" Kata papa Kelvin sambil berdehem memperingatkan Vina.


"Iya pa!" Balas Vina dengan sedikit keras.


"Vin,, tunggu aku!" Kata Dina sambil meminum air.


"Selamat malam om, Tante! Dina pamit ke kamar Vina." Sambung Dina sambil tersenyum. Yang dibalas anggukan oleh mama dan papa Vina.


Di dalam kamar Vina.


"Ishhh,, kalau bukan karena si pangsit itu rencana ku mendapatkan Kelvin pasti berhasil!" Kata Vina kesal sambil mendesis.


"Iya tuh Vina! Gue juga kesal sama Celia dan juga si kaktus itu!" Balas Dina sambil menghantamkan tangan di tangannya.


"Gue udah coba berbagai cara buat nyelakain dia, tapi tetap saja gagal! Padahal sedikit lagi dia celaka kalau bukan Kelvin sama Rio yang nyelamatin dia gak mungkin bakalan bisa hidup." Kata Vina.


"Sabar Vina! Mungkin nanti rencana kita pasti berhasil." Balas Dina.


"Gue gak bisa sabar Din! Nanti kapan? Gue maunya secepat juga." Kata Dina.


"Aduhhh,,, elo Vin. Gak bisa sabar! Sudahlah gue mau tidur!" Balas Dina yang sudah terlanjur emosi, melangkah kakinya menuju ke tempat tidur khusus milik Dina.


"...Oke,,, hahah!" Kata Vina sambil tersenyum jahat. Lalu melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur khusus miliknya.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2