The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.92~Pertemuan


__ADS_3

"Apa dia bisa ditemukan?" Tanya Lira penasaran,Muffy membalas dengan menggelengkan kepalanya


"Belum, sampai sekarang aku masih mencari keberadaannya entah dia ada dimana,tapi aku rasa aku akan segera menemukannya!"


Sementara Rania hanya melamun,entah apa yang ada dipikirannya sekarang.Muffy yang kebetulan melihat Rania melamun, membuat nya curiga.


"Mbak!"Panggil Muffy.


"Haaa..iya?"Balas Rania kaget.


"Ada apa dengan anda apa anda baik-baik saja?"Tanya Muffy


"Oh, itu Sa..Say... saya baik-baik saja!"Jawab Rania.


"Tapi, saya melihat anda sedang tidak baik-baik saja!"Sambung Muffy.


"Ekspresi anda mengingatkan saya kepada sahabat saya.Persis seperti anda ketika ia sedang berbohong"Ucap Muffy sembarangan.


"Haah.. sungguh. Oh, iya Ra apa kau sudah selesai memilih kue?"Elak Rania


"Oh, ini sudah buk"Jawab Lira.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu mbak"Pamit Lira.


"Hemm..hati-hati di jalan!"Balas Muffy.


Haihh..dia memang Celia. Batin Muffy sambil tersenyum


"Tunggu!" Seru Muffy.


Rania dan Lira pun berhenti.


"Iya, ada apa fy?" Tanya Lira.


Muffy tersenyum


•••


Di rumah keluarga pak Andy.


Tok..tok...tok


Huhh..siapa sih itu?! Gumam Naomi sedikit kesal. Naomi melangkah menuju ke pintu untuk membukakan pintu, dilihatnya Vina.


"Hei, calon menantu mama"Seru nya tiba-tiba merubah ekpresi senang.


"Hehe..iya Tan"


"Ayo masuk!"Pintu Naomi.


Vina melangkah masuk bersama dengan Naomi lalu duduk di sofa ruang tengah.


"Oh, iya Tan, Kelvin nya ada?" Tanya Vina.


"Kelvin, sebentar ya mama panggil dulu" Jawab Naomi sambil sedikit tertawa kecil.


"Tan, ngomong-ngomong pembantunya mana ya?"Sambung Vina bertanya.


"Pembantunya lagi libur pulang kampung nak" Lanjut Naomi menjawab.


"Oh, iya Tante. Pantesan Vina lihat sepi disini" Ujarnya.


"Hehe, iya. Kalau begitu Tante naik dulu ya" Balasnya.


Vina mengangguk, lalu Naomi pun menaiki anak tangga dan menuju ke kamar Kelvin.Naomi membuka pintu Kelvin dengan pelan-pelan tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Dilihatnya Kelvin sedang sibuk dengan laptopnya.


"Hemm" Sapa Naomi berdehem.


Kelvin terkejut, lalu menutup laptopnya dan melihat mama nya yang berada di depan pintu.


"Haihh..ternyata mama" Ucapnya.

__ADS_1


"Kenapa Vin, kamu terkejut ya?" Tanya Naomi sambil tersenyum.


"Jelas ma, sedikit" Jawabnya.


"Anak mama lagi ngapain nih? mama lihat dari tadi kamu sibuk banget dengan laptop kamu itu" Ucap Naomi lembut.


"Ini ma Kelvin lagi nyusun proposal kantor" Ungkap Kelvin.


"Oh, mama ganggu gak?" Sambungnya.


"Enggak kok ma, ini Vin bentar lagi selesai" Lanjutnya.


"Oh, iya mama hampir lupa. Sebenarnya mama kesini buat ngasih tahu kamu" Ungkap Naomi.


"Ngasih tahu apa ya ma?" Tanya Kelvin penasaran.


"Begini di bawah ada Vina yang nungguin kamu" Jawab Naomi.


•••


Di Apartemen.


"Lira saya minta tolong nanti bawakan saya salad" Ucap Rania.


"Baik, bu" Balas Lira.


"Hmm..kalau begitu saya ke atas dulu" Kata Rania.


"Baik, bu"Balas Lira.


Rania melangkah ke eskalator menuju ke ruang apartemen nya. Tiba di sana ia langsung mandi, selesai mandi Rania duduk di balkon seraya membaca novel yang berjudul "Bintang hidupku" Karya GloriaBel, jujur saja Rania menyukai cerita itu.


Saat ia sedang membaca buku seorang datang memencet bel dan memanggil namanya. Rania membalas panggilannya lalu menyuruh orang tersebut untuk menaruhnya di tempat makannya saja.


Kemudian setelah menaruh makanan orang itu pun pergi meninggalkan Rania. Rania melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk mencuci tangannya, lalu duduk untuk makan.


"Yummy, kelihatannya enak! Tapi, rasanya..ehmm, kurasakan dulu." Putus Rania.


•••


"Apa jadwal kita hari ini?" Tanya pak Andy kepada sekretaris nya Kelvin seraya mengetik.


"Hari ini jadwal kita rapat dengan klien, siang nya bapak harus makan siang dan bertemu dengan ibu dan sore nanti kita ada pertemuan dengan direktur utama."Jawab Kelvin sopan.


"Oh, baik terimakasih! Kamu silahkan kembali ke ruanganmu!" Titah pak Andy.


"Baik pak kalau begitu saya izin permisi." Balas Kelvin sopan, lalu meninggalkan pak Andy sendirian di ruangannya dan kembali ke ruangannya.


Tiba di ruangan


Kelvin meregangkan ototnya lalu duduk di meja kerjanya yang kembali merevisi proposal nya sebab masih ada waktu.


Sementara di Apartemen


Rania masih berkutat dengan novel nya.


Tit..tit...tit


Lira menekan bel, lalu Rania menaruh novelnya di meja lalu melangkahkan kaki melihat sebuah komputer yang ada di samping pintu dilihatnya Lira yang memencet bel. Rania pun menekan tombol open lalu pintu terbuka, setelahnya Lira masuk ia menekan tombol close lalu pintu tertutup.(sama seperti karyawan yang membawa makanan ke ruang apartemen Rania)


"Selamat pagi ibu! Hari ini saya mau memberitahukan sebuah pesan dari perusahaan Grasir" Sapa Lira


"Pesan? Apa tentang kerjasama dengan Kelvin?!" Duga Rania


"Betul sekali ibu! Kalau begitu saya akan bacakan jadwal anda" Ucap Lira


Ibu Rania ternyata memiliki indra peramal, besok besok aku harus belajar dari nya lagi ,dengan lebih semangat ! Batin Lira kagum


"Iya, minta tolong bacakan!" Pinta Rania seraya mengambil laptopnya.


Lira pun mulai membacakan jadwal Rania dengan jelas, singkat dan padat.


"Baik, itu saja jadwal anda untuk hari ini. Kalau boleh saya tahu anda sedang apa?" Sambungnya bertanya.

__ADS_1


"Ini saya sedang baca buku tadi" Jawab Rania.


"Oh" Balas Lira


"Ayo kemari duduk bersama saya!" Pinta Rania


"Ehh..iya iya bu." Balas Lira tidak enakan


"Ngomong ngomong sebelum kau kemari apa yang sedang kau lakukan juga?" Tanya Rania seraya berkutat dengan laptopnya


"Tadi, saya sedang menelpon orang tua saya" Jawab Lira


"Oh, bagaimana kabar orang tuamu?" Tanya Rania


"Kabar keluarga saya semua baik bu" Jawab Lira sambil tersenyum


"Syukurlah kalau begitu, saya senang mendengar nya" Ujar Rania


"Oh, iya saya hampir lupa. Mereka juga memberikan salam kepada anda" Ungkap Lira


"Sungguh? Kalau begitu sampaikan kepada mereka saya memberi salam balik juga" Balas Rania senang


"Baik bu, saya akan sampaikan terimakasih" Ucap Lira


"Iya Ra, kau sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri" Balas Rania


"Hmm..ibu"


Lira tersentuh mendengar ungkapan dari Rania, ia pun memeluk Rania dengan hangat dan juga sebaliknya Rania memeluk Lira juga dengan hangat lalu melanjutkan pekerjaannya.


•••


Waktu rapat pun tiba Rania dan Lira sudah bersiap siap tepat pada pukul 06.00 Pm mereka tiba di perusahaan Grasir. Para karyawan dan staf yang berada di sana begitu melihat kedatangan Rania dan Lira mereka langsung memberi hormat, menyapa dan juga menghantarkan mereka ke ruangan tempat rapat berlangsung.


"Terimakasih"Ucap Rania kepada staf bersama dengan Lira.


"Iya, sama sama nona! Ini memang sudah menjadi tugas saya" Balas staf tersenyum


"Ada yang bisa saya bantu lagi nona?" Tanya Staf memastikan sebelum ia hendak pergi


"Tidak, kalau nanti ada keperluan saya akan panggil anda segera" Jawab Rania sopan


"Baik, kalau begitu saya izin permisi nona" Ucap Staf tersenyum seraya menunduk hormat kepada Rania dan Lira.


Sepergian staf tersebut Rania dan Lira melangkah masuk ke dalam ruang rapat, disana sudah terdapat direktur perusahaan bersama klien beserta dengan sekretaris nya masing-masing.


"Segala puji bagi Tuhan yang telah memberikan nikmat dan juga kesehatan sehingga kita dapat berkumpul bersama pada kesempatan kali ini. Selamat sore semuanya!" Sapa pak Andy mengawali pertemuan dengan di bantu oleh Kelvin sebagai penerjemah.


"Praise be to God who has given us blessings and health so that we can gather together at this opportunity.Good afternoon everyone!" Sapa Kelvin


"Selamat datang dan terimakasih atas kesediannya hadir di rapat kali ini. Khususnya pada direktur cabang kita Nona Raniailya! Aku senang karena anda sekalian menyempatkan waktu untuk menghadiri pertemuan penting yang berhubungan dengan perusahaan kita ini. Saya juga mengapresiasi bahwa anda sekalian disini telah datang untuk mendiskusikan tentang apa yang kita lakukan untuk kerjasama dalam strategi penjualan berikutnya.


Dan juga pada agenda hari ini kita telah memiliki hal lain untuk di diskusikan seperti, peluncuran produk selanjutnya. Jadi, mari kita mulai diskusi hari ini karena begitu banyak yang harus kita bicarakan hari ini, dan izinkan saya untuk menyerahkannya kepada pak Andy yang akan menjadi moderator anda hari ini!" Ucap Kelvin.


"Welcome and thank you for being present at this meeting. Especially our branch director Miss Raniailya! I'm glad that you all took the time to attend the meeting important related to our company. I also appreciate that all of you here have come to discuss what we are doing to cooperate in pe strategy next sale.


And also on today's agenda we have other things to discuss such as, the next product launch. So, let's start the discussion today because we have so much to talk about today, and allow me to hand it over to Mr Andy as deputy director who will be your moderator today!" Sambung Kelvin.


Setelah berkata demikian pak Andy pun memulai rapat.


...


"Apa ada tanggapan lain?" Tanya pak Andy meminta pendapat seraya melemparkan pandangan ke para hadirin yang datang.


"Is there any other response?" Tanya Kelvin menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris seraya melemparkan pandangan ke para hadirin yang datang.


Para pengusaha yang lain saling pandang bila mungkin ada dari mereka yang memberi tanggapan atau pertanyaan.


Dirasa tidak ada tanggapan atau pun pertanyaan lagi, pak Andy pun menutup rapat.


"Saya ada tanggapan!" Ucap Rania tegas dengan aura kepemimpinannya.


Sontak para pengusaha melihat Rania, seakan mereka ingin mendengar bagaimana tanggapan dari direktur utama.

__ADS_1


Bersambung


🌼🌼


__ADS_2