The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab. 29~Tatapan Iri


__ADS_3

"Yuhhu! kita menang Cel" Seru Muffy senang. saking senangnya ia melompat-lompat, sambil memelukku.


"Iya Muf syukur, aku senang sekali" Ucapku balas memeluknya.


Sementara itu ada seorang laki-laki yang menatap Celia dengan penuh kagum, ia berada di atas kursi penonton sambil duduk dengan tangannya menumpu dagu.


"Aishh, dia hebat! aku semakin menyukainya" Ucap Kelvin.


Yang tanpa sadar ucapannya didengar oleh Vina, yang kebetulan juga berada di sana.


"Ishh,,, kenapa selalu dia sih? apa kurangnya aku coba?" Ujar Vina mendesis kesal ketika mendengar ucapan Kelvin, sambil menatap Celia dengan tatapan yang iri.


~ ~ ~


Beberapa Jam kemudian.


Pukul 05.00 Pm.


"Baik, untuk perlombaan dan acara hari ini telah selesai. Kami semua ucapkan terimakasih banyak dan sekarang kalian boleh bubar." Kata seorang kakak dosen.


Setelah mendengar perintah dari kakak dosen para mahasiswa pun berhamburan bubar sedangkan aku dan Muffy masih merapikan alat-alat lomba.


"Hiuhh... akhirnya selesai juga!" Ucapku sambil mengusap keringat di dahiku.


"Iyap Cel! pyuhh cuaca hari ini lumayan panas juga, gimana kalau habis ini kita pergi beli yang dingin-dingin?" Ajak Muffy sambil mengipas ngipaskan tangannya karena kepanasan.


"Boleh juga Muf, sekalian ngerayain kemenangan kita." Lanjutku.


Setelah membereskan barang-barang Muffy melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya untuk menaruh semua barang-barang yang digunakan untuk perlombaan tadi.


Setelah menaruh barang-barang di mobil Muffy aku pun naik ke dalam mobilnya untuk pulang. Sebelum pulang kami singgah dulu di Indomaret untuk membeli minuman dingin, saat kami memasuki ruangan indomaret tubuhku langsung terasa sejuk.


Beruntung sekali mereka berjualan disini. batinku kagum. Setelah aku mengambil minuman bersama dengan Muffy kami pun naik ke dalam mobil, setelah aku memasang sabuk pengaman Muffy pun melajukan mobilnya menuju ke rumah nenek.


Beberapa menit di perjalanan akhirnya kami pun sampai di rumah nenek dan tibanya disana aku langsung keluar begitu pun Muffy untuk menaruh barang-barang ke tempat semula. Setelah semua barang sudah ditaruh di tempat yang semula aku mengajak Muffy untuk duduk sebentar sambil meminum- minuman dingin dan di dampingi sepiring kue sambil mengobrol. Saat kami sedang asyik mengobrol nenek tiba-tiba datang dan duduk di sebelah kami.


"Apa nenek boleh ikut?" Tanya nek Tina.


"Tentu boleh nek!" Jawab kami sontak.


"Bagaimana dengan lombanya cu, apakah lancar?" Lanjut nenek bertanya.

__ADS_1


"Syukur, lombanya berjalan lancar nek" Jawabku sambil tersenyum manis.


"Dan juga nek kita dapat juara 1!


Senangnya hati" Sambung Muffy menimpali.


"Wahh, cucu cucu nenek hebat!" Ujar nek Tina sambil mengacungkan jempolnya kepada kami.


"Aishh, nenek bisa saja. Ini berkat doa nenek dan juga doa dari semuanya" Ucapku.


"Doa dan juga usaha." Ucap nenek.


Ting.. Ting... Ting


Bunyi lonceng pintu terdengar yang menandakan ada konsumen lagi. Nenek pun pergi menemuinya, sedangkan aku masih duduk bersama dengan Muffy sambil menikmati kue kesukaan kami berdua.


"Cel!" Panggil Muffy.


"Hmm?" Jawabku hanya sedikit berdehem, karena sedang memakan kue.


"Besok kan hari minggu jadi..."


"Jadi?"


"Ahmm, besok..."


"Nenek boleh ikut?" Tanya nek Tina.


"Nenek? boleh dong!" Jawab Muffy sedikit kaget.


"Terimakasih cu, dan culia juga harus ikut ya!" Pinta nek Tina di meja kasir.


"Tapi nek...siapa yang bakalan ngejaga toko nek?" Tanyaku.


"Besok toko nenek tutup, jadi cu tidak perlu khawatir!"


"Ahmm ..."


"Makasi nek" Jawab Muffy, belum selesai aku melanjutkan kata-kataku tiba-tiba saja Muffy langsung menyela. Dan aku hanya menanggapi dengan menatapnya dan ia hanya tersenyum balik menatapku.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

__ADS_1


Pukul 06.00 Pm.


Tak terasa sudah pukul enam sore, seperti biasa aku menutup toko. Lalu setelah menutup toko aku pun menghantar Muffy keluar menuju ke mobilnya tak lupa ia pamitan dan Muffy langsung melajukan mobilnya.


Selanjutnya aku menuju ke kamar untuk membersihkan diri karena seharian ini tubuhku penuh dengan keringat. Sesudah aku membersihkan diri seperti biasa aku turun untuk makan malam bersama dengan nenek. Kemudian setelah mencuci piring bekas makan aku pun menuju ke kamar untuk tidur berbarengan dengan nenek menuju ke kamarnya.


Sesampainya dikamar aku hendak merebahkan tubuhku teringat aku sejenak dengan sebuah buku catatan. Aku pun menuju ke meja belajarku untuk mengambil buku catatan di samping buku kampusku.


Aku mengambil buku catatan itu dan duduk di kursi sambil membuka halaman yang sudah ditandai dengan pita. Aku melihat catatan itu dan aku sedikit terkejut karena tugas skripsi ku tinggal sedikit, dan aku baru ingat aku sudah semester 7 dan sebentar lagi aku akan mengumpul skripsi.


Kemudian setelah aku melihat buku catatan aku pun menutupnya dan meletakkan kembali di tempat semula dan menuju ke tempat tidur lalu menarik selimut sambil mematikan lampu, bersiap untuk tidur dan menanti hari esok.


🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃


Sementara itu di sebuah rumah besar tepatnya di kamar Kelvin merebahkan dirinya sambil menatap kameranya ditemani dengan David yang sudah tertidur.


"Entah kenapa aku tidak bisa melupakanmu!" Gumam Kelvin sambil senyum-senyum sendiri.


"Grughhh...grughh!!" Suara dengkuran David yang keras membuat Kelvin terganggu dan langsung melemparinya dengan guling yang ia bawa, lantas David pun bangun dari tidurnya dan melihat Kelvin dengan mata yang sudah setengah lilin.


Melihat hal itu Kelvin langsung menyuruhnya untuk memperbaiki posisi tidurnya yang tengkurap. Dan Kelvin pun meletakkan kameranya dan tidur bersama dengan David.


Keesokan Paginya


Pukul 07.00 Am.


Cahaya matahari menerobos masuk melewati celah-celah kecil di atas jendela membuat mataku silau lalu aku pun mengusap-usap mata. Dan seperti biasa sebelum aku mandi aku merapikan tempat tidur terlebih dahulu, setelah merapikan tempat tidur aku pun menuju ke kamar mandi lalu setelah mandi aku berganti pakaian. Selanjutnya aku melangkahkan kakiku menuju ke meja makan untuk memasak. Setelah memasak aku pun menghidangkan makanan di meja makan lalu menunggu nenek turun. Beberapa saat akhirnya nenek pun turun lalu kami makan bersama.


Hari ini aku membuat nasi kuning yang dipadukan dengan ayam goreng dan mie goreng tak lupa berisi sambal goreng.


Aku melihat nenek yang sangat lahap memakan masakanku aku merasa sangat senang melihatnya.


Setelah makan aku pun mencuci piring yang kotor lalu setelah aku mencuci piring aku pun mengambil sapu untuk menyapu. Saat aku menyapu tiba-tiba saja dari luar terdengar bunyi klakson mobil dan aku sudah hapal dengan bunyi klakson itu.


"Celia, nenek! Yuhuu aku datang!" SeruMuffy


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2