
Keesokan Paginya.
Pukul 06.00 Am.
Aku terbangun dari tidur ku yang cukup nyenyak dan bersiap untuk kuliah hari ini. Seperti biasa aku menjalankan rutinitas ku bangun tidur. Merapikan tempat tidur lalu mandi dan turun ke bawah untuk sarapan pagi. Selesai sarapan aku pun berjalan menuju ke kampus, beberapa lama berjalan akhirnya aku pun sampai di kampus walaupun sedikit lelah.
"Tunggu, Cel!" Seru Kelvin melambaikan tangan nya yang berada di belakang ku lalu berlari untuk menemui ku.
"Huftt...! Se.. selamat ya Cel" Ucap Kelvin memberiku ucapan selamat sambil terengah-engah.
"Ahmm, terimakasih!" Ucapku pelan.
"Oh ya, untuk merayakan kemenangan kamu Cel. Aku ingin ngajak kamu jalan-jalan, kamu mau kan?" Tanya Kelvin.
"...Gimana ya?" Ucapku sedikit gugup.
"Mau ya? pliss!" Ucap Kelvin dengan wajah memelas.
"Ahmm... Lia boleh ngajak Muffy juga?" Tanyaku.
"...Boleh!" jawab Kelvin singkat sambil menggaruk kepalanya.
"Makasi" Ujarku berterima kasih.
"Kalau gitu Lia permisi mau ke kelas duluan." Pamit ku.
"Sekalian, aku juga mau ke kelas"
Kami pun berjalan ke kelas bersama dengan menaiki tangga menuju ke ruang kelas. Saat aku berjalan menuju ke sana semua mata memandangi kami seakan akan aku melakukan tindak kejahatan.
Tetapi aku tidak memperdulikan hal itu, aku terus saja berjalan melewati mereka. setibanya di kelas terlihat Muffy yang sudah duduk sambil melamun dan aku pun segera menemuinya dan aku iseng untuk menjahilinya.
"Duarr!" Seru ku dan alhasil Muffy terkejut. Melihat ekspresi Muffy yang lucu membuat ku tertawa.
"Huuh! hampir saja Cel" Ujar Muffy sambil mengusap dada nya.
__ADS_1
"Hehehe, maaf ya Muf. Habisnya tadi aku ngeliat kamu ngelamun, ngelamunin ap sih Muf?" Tanyaku bingung.
"Itu Cel aku..." Belum selesai Muffy melanjutkan ucapannya tiba-tiba saja Ibu dosen sudah datang. Dan aku kami pun duduk dengan rapi dan bersiap untuk belajar.
~ ~ ~
Beberapa jam kemudian akhirnya bel istirahat berbunyi, dan seperti biasa aku dan Muffy pergi ke kantin untuk beristirahat.
Brughh!!
"Aduhh!" Seru Vina kesakitan.
"Maaf-maaf aku gak sengaja!" Ujarku meminta maaf sambil membantunya bangun.
"Kamu gak papa kan, maafin Lia ya" Ujarku merasa bersalah dan meminta maaf sekali lagi sambil menunduk.
"It's okey! bubayy" Ucap nya sambil berjalan meninggalkan ku.
Aku pun membersihkan makanan yang jatuh di lantai dan ketika aku membersihkan seseorang tiba-tiba datang dan membantu ku.
Dan aku pun berterimakasih kepada nya.
Ujarku.
"Iya Cel tenang saja" Kata Kelvin sambil tersenyum.
Dan aku pun kembali menuju ke ibu kantin untuk mengembalikan garpu dan lainnya.
Sedangkan Muffy masih makan dan aku pun menemuinya.
"Hai Muf!" Sapaku sambil menumpu dagu ku melihat nya memakan makanan kesukaannya.
"Hmm... apa kau tidak membeli makanan Cel?" Tanya Muffy.
"A...tidak, maksudku aku udah kenyang" Jawabku sambil tertawa ringan. Yang dibalas anggukan oleh Muffy.
__ADS_1
Ting... Ting ...Ting...(Bunyi Bel)
Kami pun melangkahkan kaki menuju ke ruangan kelas untuk melanjutkan kelas berikutnya.
~ ~ ~
Ting..Ting..Ting..(Bunyi Bel) kembali terdengar lagi yang menandakan kelas tinggal 2 jam lagi dan bunyi bel ini merupakan tanda kami untuk mengganti baju lalu ke lapangan berolahraga.
Pukul 07.00 PM.
Ketika aku dan Muffy hendak mengganti baju untuk kembali ke kelas lagi.
"Argggh!!"
Tiba-tiba Vina berteriak dan sontak membuat kami kaget lalu menghampirinya dan bertanya kepadanya.
"Ada apa Vina?" Tanya Dina yang merupakan teman Vina.
"Ituu... Din... itu!" Jawab Vina gugup menunjuk ke dalam lemari pakaian sambil menutup muka nya di dada Dina.
"What's? ada teror guys!" Seru Dina yang juga menunjuk ke dalam lemari pakaian Vina lalu mengambil sebuah kertas dan menuju ke ruangan dosen.
Sementara Vina berjongkok di pojok lemari pakaian sambil melipat tangannya layak nya seperti orang ketakutan. Aku hendak mendekati nya tetapi Muffy tidak memperbolehkan ku untuk mendekatinya tetapi aku bersikeras ingin menemuinya, ketika aku hendak menemui nya seorang kakak dosen datang dan tiba-tiba memanggil namaku.
Aku pun terkejut karena tidak biasanya kakak dosen memanggilku. Aku pun menemuinya dan mengikuti nya menuju ke ruangan dosen bersama dengan Muffy dan juga Vina yang dibantu berdiri oleh Dina.
Setibanya di ruangan kakak dosen ia langsung menyuruh kami untuk duduk dan kakak dosen berjalan menuju ke sebuah meja lalu membawa sebuah surat.
"Apa kalian tahu ini apa?" Tanya kakak dosen itu dengan ekspresi dingin.
"Tahu!" jawab kami secara sepontan. Rasanya aku mengenal kertas itu. Tunggu bukankah kertas itu ..."
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.