The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.83~Menunggu Taksi


__ADS_3

Keesokan paginya.


Rania bangun dari tidurnya lalu bersiap-siap untuk berangkat kerja bersama dengan Lira.


Tiba di kantor seperti biasa Rania dan Lira sudah disibukkan oleh pekerjaan kantornya.


Sorenya, Rania mengajak Lira untuk pergi ke butiknya untuk memilih gaun yang akan dikenakannya nanti kundangan. Tiba di sana mereka sudah di sambut oleh karyawan yang butik dengan ramah, sambil menunjukkan gaun yang baru-baru ini populer.


Yang tentu harganya fantastis, Rania bersama dengan Lira dan dibantu oleh beberapa karyawan memilihkan gaun untuk Rania kenakan.


Beberapa saat Rania telah memilih gaun setelah mencoba beberapa gaun di fitting room yang menurutnya terlalu ngepas, memperlihatkan bagian tubuhnya, sedangkan Lira sudah pasti memilih gaun yang disukainya.


Selepas membayar Rania dan Lira pun bersiap untuk bersiap-siap menuju ke bandara. Yang sebelumnya Rania sudah izin terlebih dahulu kepada mami Bella, bahwa ia akan ke kota Grasir untuk menghadiri undangan teman bisnisnya yang akan menikah bersama dengan Lira.


Lira sudah mempersiapkan tiket pesawat mereka berdua secara online tadi sebelum ke butik. Kini tinggal mereka menyiapkan pakaian dan lanjut menuju ke bandara.


Pukul 02.00 Am.


Mereka baru saja sampai di bandara internasional Grasir dari bandara Fiol. Rania dan Lira membawa koper menuruni tangga pesawat, walau Lira sudah melarang Rania membawa koper.


"Apa kau sudah memesan taksi?" Tanya Rania pada Lira yang sejak tadi terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Sudah buk!" Jawab Lira.


"Lalu, siapa yang kau coba telepon? Soalnya dari tadi saya perhatikan kamu sibuk dengan ponselmu?!" Lanjut Rania.


"Oh, ini buk maaf! Saya sedang menelpon pihak apartemen yang akan kita inapi" Balas Lira.


"Kalau masih tidak nyambung kau jangan telepon lagi dan cari apartemen lain di sekitar sini! Dan kalau masih tidak ketemu saya akan memanggil seseorang"


"Baik, buk akan saya coba"


Beberapa kali Lira mencoba dan hasilnya nihil tidak ada. Rania pun mengambil ponselnya, mencari nomor seseorang dan menelponnya.


Alva📞: Halo, selamat malam! dengan Alva di sini, ada yang bisa saya bantu?


Rania📞: Halo, Alva!


Alva📞: Ini kak Rania bukan?


Rania📞: Iya, ini Rania! Ku kira kau sudah melupakanku.


Alva📞: Mana mungkin! Oh, ya kak kenapa kau tumben menelpon ku? Pasti kau rindu kepadaku bukan?!


Rania📞: Apa rindu? kau bercanda?! kakak menelpon kamu hanya ingin meminta tolong kepada mu untuk memesankan kakak apartemen


Alva📞: Sudah ku tebak kakak rindu kepadaku! Baiklah, aku akan memesankannya untuk kakak seorang!


Rania📞: Ya..ya, omonganmu ada benar nya juga!


Alva📞: Hahaha!!! Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya kak


Rania 📞: Ehh...tunggu dulu Al! Kakak hampir lupa pesan 2 kamar untuk kakak dan teman kakak!

__ADS_1


Alva📞: Oke! cewek apa cowok teman yang kakak?


Rania📞: Aishh...kau tidak perlu tahu!


Alva 📞: Tidak perlu tahu? kalau begitu aku tidak akan pesankan!


Rania📞: ALVA!!! oke..oke, teman kakak cewek! Puas kamu?!


Alva 📞: Hahaha...baiklah..baiklah!


Rania mematikan teleponnya lalu memasukkan ponsel nya ke dalam tas.


"Bagaimana buk?" Tanya Lira.


"Beres! kita hanya tinggal menunggu lokasinya saja" Jawab Rania.


Setelah berkata demikian Lira melambaikan tangannya pada supir taksi. Supir taksi itu berhenti dan membantu mereka memasukkan koper, selanjutnya menghantar mereka ke tempat tujuannya.


Sampai di tujuan Rania turun bersama dengan Lira dan supir taksi itu untuk membantu mereka membawa koper.


Alva memesankan apartemen berbintang 5 khusus tamu VIP, lengkap dengan pelayanan yang terbaik.


Sampai di apartemen Rania melempar dirinya di kasur untuk beristirahat sebentar, sementara Lira memesankan makanan untuk Rania, kemudian barulah ia menuju ke kamarnya.


Tok..tok...tok!!!


"Selamat menjelang pagi ibu! Permisi, ini saya membawakan makanan untuk anda" Pekiknya dari luar, membuat Rania bangun untuk membuka pintu menerima makananya.


"Sama-sama bu! Kalau begitu saya permisi" Balasnya sopan.


"Ehh...Tunggu dulu mbak! Saya minta tolong bawakan satu lagi makanan untuk sekretaris saya, yang ada di sebelah saya namanya Lira!"


"Baik, bu! Ini sekalian saya mau bawakan"


"Oh, kalau begitu terimakasih sekali lagi!"


"Baik, sama-sama buk!"


Rania menutup pintu, menuju ke wastafel untuk mencuci tangannya barulah kemudian ia makan.


▫️▫️▫️


Selesai makan Rania mencuci piring, duduk sebentar lalu membersihkan dirinya. Usai mandi Rania mengeringkan rambutnya dengan handuk, hhh...rasanya segar sekali, Gumamnya.


Drrtt..drrrtt..drttt (Ponsel berdering)


Rania melangkahkan kakinya menuju ke meja sebelah tempat tidurnya untuk mengambil ponsel, tertera di layar Alva menelponnya.


Rania📞: Halo!


Alva📞: Halo, kak! Bagaimana dengan kamarnya, apakah sesuai?


Rania📞: Tentu sesuai! Terimakasih Al"

__ADS_1


Alva📞: Ohh...syukurlah, ngomong-ngomong apakah ada hal yang penting sehingga kakak mendadak ke Grasir?


Rania 📞: Tidak..tidak juga! Kakak kemari cuman mau menghadiri acara pernikahan


Alva📞: Memangnya siapa yang menikah kak?


Rania 📞: Ada rekan kerja kakak, namanya Kelvin


...


Rania 📞:Halo..halo! Alva..Al!


Alva📞: Aha..iya kak?


Rania 📞: Apa kau mendengarku?


Alva📞: Iya..aku mendengarmu! Jam berapa acaranya dimulai kak?


Rania📞: Sebentar kakak lihat dulu!


Rania📞: Jam 6 selesai...


Alva📞: Oh,,, jam berapa kira-kira kakak kesana?


Rania📞: Sekitar jam 9 pagi


Alva📞: Ok!


Tutt...tut..tut


Rania📞: Halo...Alva..Halo!!!


Hhh...dia mematikannya! Kesal Rania.


Rania melirik jam dan melihat masih jam 03.00, masih ada waktu beberapa jam, baiklah aku akan beristirahat sebentar! Sarannya.


Rania hendak meletakkan ponselnya, namun ia teringat dengan mami Bella.


Ya, ampun hampir saja aku melupakan mami!


Rania memberi kabar mami nya dengan menelponnya sebentar, sekedar memberitahu dan memberi saran mami nya agar tidak terlambat makan, rasanya Rania sudah mengantuk dan sedikit lelah.


Setelah memberi kabar mami nya, Rania pun tidur.


.


.


.


🌼🌼


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2