The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.64~Duarr!!


__ADS_3

Kakak dosen menatap Vina dengan tatapan yang tajam dan juga Dina. Vina hanya tersenyum membalas tatapan tajam dari kakak dosen, sedangkan Dina ia menunduk.


"Perhatian kepada semua adik-adik! ayo ikuti kakak!" Seru tiba-tiba kakak dosen wanita.


Para mahasiswa pun berbalik dan melihat arah datang nya suara yang berasal dari kakak dosen wanita, tanpa menunggu lama. lagi para mahasiswa berjalan dan mengikuti kemana kakak dosen melangkah.


"Sudahkah kalian tahu apa saja aktivitas penduduk yang ada di sini? jika ada yang tahu cepat beritahu kakak!" Kata kakak dosen sambil berjalan menyusuri desa.


"Saya tahu ka!" Balas Celia.


"Iya, silahkan dik Cel! Ke depan dan beritahu kakak serta teman-teman semua!" Pinta kakak dosen.


"Baik, terimakasih kakak! Jadi aktivitas para penduduk di desa Orbin...."


Celia menjelaskan sambil melangkahkan kaki nya seraya menunjukkan tempat-tempat yang ia jelaskan.Walaupun Celia hanya tinggal di desa Orbin sewaktu masih kecil, tapi ia masih ingat tempat-tempat di desa Orbin.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini langit telah berubah warna menjadi orange yang artinya hari sudah semakin sore dan juga bunyi tonggeret yang begitu keras yang terdengar di telinga para mahasiswa.


"Oh,, okasaan!! bunyi apa itu? berisik sekali, membuat telingaku sakit!" Pekik Vina, yang tak terbiasa mendengar bunyi tonggeret.


"Itu bunyi tonggeret Vina." Balas Celia.


"Memangnya sudah biasa ya di desa ada tonggeret?"


"Iya, Vina di sini memang sudah biasa ada bunyi tonggeret."


"Oh.. terimakasih ya Cel! maklum Vina belum pernah tinggal di, DESA!"

__ADS_1


Kalimat terakhir yang sengaja ditekankan oleh Vina.


Ihhh...! dia memang dengan sengaja ingin menghina Celia ! awas aja ya elo! gumam Muffy geram.


"Oke, adik-adik! cukup dulu untuk kegiatan pengenalan lingkungan hari ini. Dan besok adik-adik akan ada kegiatan lagi jadi kakak mohon untuk kalian mengikutinya dengan baik, dan sekarang kalian boleh beristirahat." Kata kakak dosen.


"Terimakasih kak! kami izin ke tenda." Balas para mahasiswa kelompok putri.


"Selamat sore menjelang malam adik-adik!"


"Selamat sore menjelang malam juga kak!"


***


Celia dan para mahasiswa lainnya pun melangkah menuju ke kamar mandi khusus putri yang memuat 4 orang. Mereka mandi secara bergantian, lalu setelah mandi mereka makan malam dengan memakan makanan yang dibuat oleh kakak dosen.


Keesokan harinya.


KUKURUYUK!!


Suara yang tidak asing lagi bagi Celia. Ia itu merupakan suara ayam berkokok yang menandakan hari sudah mulai pagi.


"Hoamm, selamat pagi desaku! Hari ini aku mau mandi dulu." Gumam Celia sambil melangkah keluar dari tenda.


Oh, ya author hampir lupa ngasih tahu bagaimana tenda mereka. Jadi, tendanya itu besar dan ada tempat tidurnya. Seperti film-film yang ada di Drakor, yang tentara sama dokter, author lupa nama film nya😅


Oke lanjut ke cerita🌬️

__ADS_1


ini malah bahas drakor... Ada ada aja nih si author👁️


Sampai di kamar mandi Celia melupakan sesuatu. "Astaga, bagaimana aku bisa lupa membawa perlengkapan mandiku?!" Kata Celia sambil menepuk jidatnya.


Lalu kembali menuju ke tenda untuk mengambil perlengkapan mandinya dengan segera. Maklum, Celia lupa kalau ia sedang KKN. Dia mengingat bahwa dirinya ada di rumah nek Tina bukan di desa. Setelah mengambil alat mandinya ia pun menuju ke kamar mandi lagi.


.....


Selesai mandi Celia menyiapkan perabotan untuk memasak. Ia membersihkan bahan-bahan terlebih dahulu sambil menunggu teman-temannya datang untuk membantunya membuat makanan yang banyak.


DUARRRR !!


Huwaaaaa !!!


Kira-kira apa ya itu?!


Tunggu kelanjutannya di bab berikutnya ya...😁


.


.


.


🌼


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2