
"Ran, Ayo turun sarapan sudah siap!" Pekik Bella dari luar pintu kamar Rania.
"Iya mi sebentar!" Balas Rania.
Pada saat itu Rania sedang berdandan, ia tengah merapikan kemeja nya. Setelah dirasa siap, ia pun mengambil tas dan memakai sepatu nya yang berheal sedang.
Klotak..klotak..klotak !!
Rania turun dengan berjalan menggunakan sepatu heal nya, rambut coklat lurus yang ukurannya se pundak, menambah kesan cantiknya.
Tiba di meja makan terlihat mami Bella dan Johan . Rania menarik kursi, dan duduk bersebelahan dengan kakaknya, serta para pelayan yang lainnya berdiri.
Bella tersenyum menatap Rania dari tangga sampai di meja makan. Mami Bella langsung mengoleskan selai ke roti lalu mengaduk segelas susu dan memberikannya kepada Rania dan Johan.
Bella sangat menyayangi mereka seperti kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya.
"Terimakasih mi! sarapannya sangat enak, yumy!! aku suka! Tidak ada yang lebih lezat dari hasil tangan buatan mami." Puji Rania sambil memakan roti.
"Of course dik! we love you mom!" Sahut Johan.
"Too, my baby!" Balas mami Bella sambil tersenyum hangat menatap Rania dan Johan bergantian, mereka pun sebaliknya.
Selesai sarapan mereka pamitan kepada mami tersayangnya, lalu mengendarai mobil mereka masing-masing menuju ke tempat kerja masing-masing.
Beberapa saat Rania tiba di tempat kerja, seorang langsung membukakan pintu mobil untuknya dan memarkirkan mobil sport mewah miliknya.
"Terimakasih Tom!" Ucap Rania, yang dibalas senyuman oleh Tomi.
Rania masuk ke dalam kantor dan mendapati karyawan yang menyapa nya ramah dan juga para staf, maupun HRD yang lewat.
"Pagi buk!" Sapa dua karyawan wanita yang lewat sambil menunduk sedikit.
"Pagi!" Balas Rania sambil mengangguk. Lalu Rania terus melangkah menuju ke ruangan kerja nya.
"Pagi buk!" Sapa Lira sekretaris Rania sambil tersenyum hangat.
"Iya, Pagi! tolong bacakan jadwal saya hari ini!" Balas Rania tersenyum hangat sambil duduk di kursi kebesaran nya.
"Baik buk!" Balas Lira lalu membacakan jadwal Rania.
"Dan, nanti sore ibu akan ada meeting bersama dengan calon direktur XV group." Kata Lira, sambil menutup dokumennya.
"Baik, terimakasih! Sekarang kau boleh kembali ke tempat kerjamu." Balas Rania sambil membuka komputer nya.
"Saya permisi buk!" Kata Lira.
Yang dibalas anggukan oleh Rania,
Lira pun keluar dari ruangan Rania.
Pukul 04.00 Pm.
Rania dan Lira telah siap untuk meeting dengan calon XV Group.
"Apa kau sudah menyiapkan dokumen yang saya minta?" Tanya Rania.
__ADS_1
"Sudah buk!" Jawab Lira.
"Baiklah! Berapa lama lagi mereka akan datang?"
"Mereka sudah datang, dan mereka menunggu ibu di ruang meeting."
Setelah Lira berkata demikian, Rania pun melangkah menuju ke ruang meeting bersama dengan Lira.
Setibanya di ruang meeting Rania sudah disambut baik oleh rekan bisnisnya.
"Bisa kita mulai meeting nya sekarang?" Tanya Rania setelah duduk di kursi kebesaran nya.
Mereka pun mengangguk dan seorang pria calon XV group berdiri untuk memulai meeting. Dia menjelaskan sambil menunjuk data penurunan dan penaikan perusahaan.
°
°
°
Selesai meeting Rania menyalami mereka satu persatu dengan senyuman.
"Terimakasih atas kerjasamanya!" Kata Rania kepada para rekan bersama dengan Lira.
"Saya terutama berterima kasih kepada anda, karena telah mengajari saya untuk bekerja sama dengan para pembisnis lainnya." Balas Kelvin.
"..Saya juga tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan anda! Dan juga dengan bekerja sama saya bisa belajar tentang bagaimana menghargai pendapat, dan saya senang bisa berbagi ilmu dengan para rekan bisnis dan juga anda." Kata Rania sambil sedikit tertawa.
"Anda memang wanita yang luar biasa! Hmm.. ngomong-ngomong apakah anda ada waktu?" Tanya Kelvin sedikit ragu untuk mengatakannya.
"Bagaimana?" Tanya Kelvin.
"Benar perkiraan ku." Jawab Rania.
Kelvin pun tersenyum dan dibalas senyuman oleh Rania.
Di coffeeshop dekat kantor Rania dan Kelvin berada, mereka sedang meminum kopi di dekat jendela seraya melihat kendaraan yang lewat.
Suasana hening sejenak hingga Kelvin batuk membuat Rania kaget, sekaligus sedikit khawatir.
Rania pun memanggil seorang pelayan, yang kebetulan lewat.
"..Mba! mba!"
"Iya, mba?"
"Saya mau minta tolong ambilkan saya segelas air!"
"Baik, mba tunggu sebentar ya saya ambilkan!"
Setelah berkata demikian pelayan pun melangkah untuk mengambil segelas air dan memberikannya kepada Rania.
Rania menerimanya tak lupa berterima kasih, lalu memberikan segelas air itu kepada Kelvin, Kelvin pun menerima air yang diberikan oleh Rania.
"Terimakasih! maaf saya telah merepotkan anda." Ucap Kelvin berterima kasih.
__ADS_1
"Tidak masalah! tidak usah bicara formal jika di luar! Oh ya, apa kau baik-baik saja sekarang?" Tanya Rania.
"Tidak..Kamu tidak perlu khawatir! Aku baik-baik saja. Terimakasih sekali lagi!" Jawab Kelvin.
Kelvin mengatakan apa tujuan ia meminta waktu untuk Rania. Yang katanya tujuannya itu untuk meminta nomor agar ia bisa menghubungi Rania jika suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Rania pun tak ragu untuk memberikan nomornya kepada Kelvin, ia mengambil ponselnya dan memberikan nomornya kepada Kelvin.
Setelah memberikan nomor Rania pun pulang mengingat hari sudah semakin malam, takut mami nya akan khawatir kepadanya.
"Kalau begitu aku pamit pulang ya?!" Kata Rania sambil mendorong kursi agar ia bisa keluar.
"Ehh.. maaf, maksud aku. Bagaimana kalau aku menghantar kamu sampai di rumah?! Balas Kelvin sambil melepas tangannya dari genggaman Rania.
"Iya! tidak apa-apa." Kata Rania sedikit tertawa.
Rania menolak dengan halus tawaran dari Kelvin dengan alasan ia sudah membawa mobil pribadi, namun Kelvin bersikeras untuk menghantar nya dengan berbagai alasan, salah satunya jika wanita pulang sendirian para penjahat akan senang.
Rania pun takut dan menerima tawaran dari Kelvin, tapi sebelum itu ia mengambil mobilnya dan Kelvin menghantar nya dengan membuntutinya dari belakang dengan mobil miliknya sendiri.
Beberapa saat akhirnya Rania sampai di depan gerbang rumahnya, ia pun meminta Kelvin untuk ikut masuk ke dalam rumahnya. Namun Kelvin menolak, ia pun pamit sampai di gerbang rumah Rania.
Pak tio sudah stand by menunggu tuan rumahnya yaitu Rania, ia sudah membukakan pintu sejak baru munculnya mobil sport hitam Rania.
"Ayo, nak silahkan masuk!" Ajak pak Tio ramah, seorang satpam satu-satunya keluarga Hardi, suami Bella.
"Terimakasih pak atas ajakan nya, lain kali jika ada waktu saya pasti main kesini." Kata Kelvin sambil tersenyum hangat.
Pak Tio pun mengangguk sambil tersenyum.
"Aku pamit pulang ibu Ran!" Lanjut Kelvin menatap Rania.
"Hati-hati!" Balas Rania tersenyum, sambil melambaikan tangannya kepada Kelvin, Kelvin pun membalas dengan sebaliknya.
"Itu pacarnya ya non?" Tanya pak Tio penasaran, setelah Kelvin tidak terlihat lagi.
"Akhirnya! Setelah sekian lama aku bisa menemukan mu juga"
.
.
.
🌼🌼
Bersambung.
Sinopsis Rania.
Sinopsis Kelvin.
__ADS_1