
Hai Para Readers @🙋 Sekalian mohon maaf up nya kelamaan, kendalanya karena author ada kesibukan🙏 Author bakalan usahain buat Segera up lagi dan Author ucapin Terimakasih buat yang udah kasih suport,saran,vote,setia nunggu updatenya.
Salam Hangat dari Author ❤
---------------------------------------------------------------------
Sepasang suami istri yang tengah berduka atas kepergian anak satu-satunya.
"Ayah akan menemui orang yang telah menyebabkan kamu meninggal nak!" Gumam suami bu Rika sambil mengepal tangannya penyesalan,kepahitan dan semangat hidup yang dirasakannya lalu ia bergegas menuju ke rumah bu Mina.
Kembali ke Celia yang sedang makan bersama ibunya.
"Syukur, ya nak hari ini kita dapat rezeki lebih."
Ucap bu Mina tersenyum.
"Iya bu." jawab Celia membalas senyuman ibu nya sambil makan.
 ~~~
 mereka pun selesai makan
"bu!" Panggil Celia
"biar lia yang cuci!" lanjut Celia sambil mengambil piring dari ibunya
"baiklah, terimakasih sayang." Ucap Mina kepadanya.
Celia pun mencuci piring di luar gubuknya yang tak terlalu jauh melihat Celia yang begitu berbakti kepada Mina ia bangga dan menyayanginya namun didalam pikirannya ia masih mengingat putra dan suaminya
"Hhh..!" Mina menghela napas berat "Bagaimana keadaan kalian sekarang, apakah kalian baik baik saja? dan taukah kalian betapa saya sangat merindukan kalian?! Gumam Mina sambil melamun dan tak sadar ia menetaskan air mata.
drap drap..!
__ADS_1
Mina mendengar suara langkah kaki Celia ia pun tersadar dan menghilangkan lamunannya sambil menghapus air matanya.
Celia yang tak sengaja melihat ibunya mengusap usap pipinya ia pun menghampirinya
"Ibu, baik baik saja kan?!"
Mina yang melihat Putrinya ia pun tersentuh hatinya menyembunyikan perasaan rindunya dengan tersenyum sambil membelai rambut Celia dengan lembut.
"Nak,tidak perlu khawatir ibu baik baik saja, tadi itu ibu hanya kelilipan." Ucap bu Mina
"Oh ya,perlu kamu ketahui nak jika kamu nanti mempunyai Rezeki yang lebih jangan kamu lupakan untuk bersedekah karena tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang menerima,dan jangan terlalu sombong ketika kamu berada di atas sebab di atas langit masih ada langit ya nak." Ujar Mina memberi nasihat kepada putrinya.
"Baik bu!, Lia akan selalu mengingat nasihat dari ibu." Ucap Celia kalem, bu Mina pun tersenyum.
Ketika bu Mina dan Celia sedang asyik mengobrol tiba tiba datang kepala desa dan segerombolan warga.
"Mina keluar kamu!" Seru kepala desa dan para warga.
kepala desa dan para warga yang ada di luar gubuk mina diam seketika.
"Mina keluar kamu!" Seruan kepala desa dan para warga terdengar lagi.
Mendengar teriakan dari para warga bu Mina bersama Celia segera bergegas keluar sambil membuka pintu dan terlihat kepala desa dan segerombolan warga yang terlihat kesal.
"Sebentar pak, ini ada apa ya?!" tanya bu Mina kebingungan.
belum sempat pertanyaan dari bu Mina dijawab kepala desa langsung memerintahkan para warga untuk menerobos masuk ke gubuk Mina.
"Geledah rumahnya!"Seruan lantang Kepala desa mengagetkan Mina dan Celia
Mereka tampak kebingungan lagi ia pun bergegas menghampiri kepala desa dan bertanya kepadanya lagi,saat Mina menghampirinya pak Rato sedang terlihat berpikir yang nampak dari rawut wajahnya.
"Pak ini ada apa sebenarnya,kenapa ramai ramai mau menggeledah gubuk saya?!"desak Mina kebingungan pak Rato hanya diam kemudian terdengar teriakan dari seorang warga dengan cepat ia berlari menghampiri pak Rato.
__ADS_1
"Hufft..!, Pak kepala desa saya menemukan sebuah botol di belakang gubuk bu Mina." Ucap seorang warga yang terengah-engah sambil menyerahkan botol yang ditemukannya itu dengan cepat pak Rato menerimanya dan dilihatnya sejenak. Alangkah terkejutnya Mina melihat botol itu
Pak Rato pun curiga dengan botol itu
"pak kepala desa saya mengira bahwa inilah racun yang digunakan oleh bu Mina. " Ucap seorang warga yang menemukan botol itu.
Pak Rato masih diam mematung sambil berpikir memperhatikan sebuah botol yang berwarna biru tersebut.
"Bapak tolong percaya kepada kami! ,kami tidak pernah ada niatan sedikitpun untuk menaruh racun ke kue saya apalagi untuk para pelanggan!" Ucap Mina lirih berusaha meyakinkan pak Rato.
"Ibu masih berusaha mengelak kah, jelas jelas buktinya sudah ada?!" Ujar pak Rato yang tidak percaya dengan perkataan Mina.
"Gara gara ibu anak saya jadi meninggal! , maka anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan anda sendiri." Lanjut pak Rato geram
segerombolan warga pun membawa bu Mina untuk menuju ke polres kota di grasir
Â
langkahnya terhenti sesaat karena Celia menarik tangan bu Mina.
"Tolong jangan membawa pergi ibu saya tidak bersalah!" Seru Celia sambil menarik tangan ibunya.
"Nak kamu jaga diri baik baik ya dan tunggu saja sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga!" Ucap Mina sambil memberikan uang kepada Celia dan memeluk serta mengecup kening Celia.
Pak Rato yang melihat Celia dan bu Mina yang begitu kasihan ia tidak peduli
"Bapak bapak cepat bawa bu Mina!" Seru pak Rato .
Lalu Mina pun pergi dengan berat hati harus meninggalkan putrinya.
"Ibu.....!" Teriak Celia lagi ia pun menangis dan terjatuh di tanah
Bersambung...
__ADS_1