
Pukul 05.45 Am.
Keesokan harinya aku bangun dari tidur ku dan bersiap-bersiap untuk hari ini aku berangkat ke kampus. Rutinitas ku kembali lagi seperti biasa aku turun dari tangga dan menuju ke meja makan untuk sarapan.
Di sana sudah terlihat nenek yang menyiapkan dua gelas susu dan roti. Sampai di meja makan aku langsung menarik kursi dan duduk untuk mengoleskan selai cokelat di roti nenek dan juga roti ku.
Lalu aku pun memakan nya bersama dengan nenek. Selesai sarapan aku membuka toko sebentar dengan nenek lalu aku pun pamit ke kampus.
Ketika aku menutup pintu tiba-tiba datang mobil sport milik Muffy di belakang ku. Lalu ia turun dari mobil nya dan mengajak ku untuk naik ke dalam mobil nya.
Aku pun naik ke dalam mobil nya dan ia pun melajukan mobil nya menuju ke kampus.
Sesampainya di kampus setelah memarkirkan mobil aku pun melangkahkan kaki ku bersama dengan Muffy menuju ke ruangan kelas ku.
Semua mata memandangi ku tetapi aku tidak terpengaruh dengan mereka aku tetap fokus berjalan walaupun ada cibiran dari mereka.
Ketika aku sudah berada di kelas Dina yang sudah berada di sana bersama dengan Vina langsung memandangi ku dengan tatapan yang tidak percaya.
Aku pun berjalan menuju ke bangku ku dan di sana Dina sudah mengawasi ku. Saat aku menaruh tas Dina melipat kedua tangan nya dan menanyai ku.
"Hei! elo kenapa masuk?" Tanya Dina menatap ku.
Aku pun hanya diam menunduk, lalu Muffy menarik tangan ku menuju keluar. Saat Muffy menarik tangan ku keluar tiba-tiba saja Kelvin datang dan segera mengajak kami menuju ke ruangan dosen.
Di depan pintu ruangan dosen Kelvin mengetuk pintu dahulu lalu beberapa menit datang seorang kakak dosen membuka pintu ia terkejut dengan kedatangan ku dan menatap ku sambil mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
Kakak dosen itu pun mengajak kami untuk masuk ke dalam ruangan nya ketika sudah berada di ruangan nya kami pun disuruh untuk duduk.
"Ada kepentingan apa kalian datang ke ruangan saya pagi-pagi begini?" Tanya kakak dosen itu serius.
"Saya kesini mau mencopot diskor Celia!" Jawab Kelvin percaya diri.
"Yang benar kamu? Apa yang kamu bawa untuk membuktikan kebenaran nya?" Lanjut kakak dosen.
"Ini saya sudah membawa bukti nya!" Sahut Kelvin sambil memberikan ponsel nya.
Kakak dosen itu pun mengambil ponsel yang diberikan oleh Kelvin dan melihat video yang sebelumnya sudah diaktifkan oleh Kelvin.
***
Beberapa saat akhirnya kakak dosen itu pun selesai melihat video itu dan mengembalikan ponsel milik Kelvin. Setelah mengembalikan ponsel milik Kelvin, kakak dosen itu pun memulai berbicara.
"Iya kak! kalau kakak masih kurang percaya boleh cek keaslian video nya di pusat nya."
"...Baiklah, jadi kakak cabut diskor Celia dan Celia bisa kembali kuliah lagi dengan normal."
"Terimakasih! dan satu saya minta tolong untuk menegakkan peraturan!"
"Baik!"
"Terimakasih ka! akhirnya Lia bisa kembali kuliah seperti semula lagi."
__ADS_1
"Iya Lia. Maafin kakak ya! yang langsung men diskor kamu"
"Iya nggak papa kok ka."
Setelah semua terbukti akhirnya kami pun keluar dari ruangan kakak dosen dan berjalan menuju ke kelas. Di perjalanan menuju ke kelas aku sungguh merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kelvin karena telah membuktikan bahwa aku tidak bersalah.
Tiba di ruangan kelas Dina tampak kesal dengan ku sedangkan Vina tengah asyik memainkan ponsel nya sambil memainkan rambut nya.
Ting... Ting... Ting bunyi bel tanda pelajaran dimulai adalah waktu yang kutunggu-tunggu pun tiba, aku sudah tidak sabar untuk memulai belajar.
………………………………
Ting...Ting... Ting bunyi bel kedua menandakan jam istirahat aku pun merapikan buku ku dan bersiap untuk istirahat bersama dengan Muffy dan juga Kelvin.
Ketika aku hendak keluar menuju ke kantin tiba-tiba seorang laki-laki datang dan menemui Dina, Vina, dan juga David ia menyuruh mereka untuk segera ke ruangan kakak dosen.
Mereka pun mengiyakan perintah dari seorang laki-laki tersebut dan keluar menuju ke ruangan kakak dosen sementara aku, Muffy, dan juga Kelvin hanya melihat mereka lalu melangkahkan kaki menuju ke kantin bersama.
Tiba di Kantin. Kelvin memintaku untuk duduk sedangkan ia memesan makanan aku menolak dengan halus tetapi dia memaksaku aku pun menuruti nya. Selanjutnya aku dan juga Muffy mencari tempat duduk yang kosong dan kutemukan tempat duduk yang kosong yang ada di tengah, sampai di tempat duduk yang kosong aku dan Muffy pun duduk sambil menunggu Kelvin aku mengobrol bersama dengan Muffy.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.