The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab. 32~Ketakutan Vina


__ADS_3

"Apa kalian tahu ini apa?" Tanya kakak dosen dengan ekspresi dingin.


"Tahu!" jawab kami secara sepontan.


"Tunggu! rasanya aku mengenal kertas itu ..." Ucapan Muffy terpotong karena Dina langsung menyela.


"Benarkah? Berarti yang meneror Vina adalah you!" Ujar Dina yang tiba-tiba menyalahkan Muffy.


"Apa? kenapa tiba-tiba elo nyalahin gue.." Balas Vina yang tidak terima.


"Ya emang jelas-jelas kan?" Sahut Dina berdiri sambil melipat kedua tangannya tanpa menatap Muffy.


"Apa lho bilang?!" Tanya Muffy geram memukul meja sambil berdiri.


"Sudah.. sudah! kalian malah bertengkar disini." Ucap kakak dosen melerai Muffy dan juga Dina.


"Dia yang memulai duluan!" lanjut Dina sekali lagi.


"ihh... elo tuh yang duluan!" Balas Muffy tidak terima.


"Sudah! kalau kalian mau bertengkar silahkan keluar saja!" Ucap kakak dosen.


Muffy dan Dina pun duduk dan kakak dosen kembali melanjutkan pertanyaannya. Sementara itu di balik kaca banyak terdapat mahasiswa yang mencoba untuk melihat ke dalam ruangan karena rasa penasaran nya, membuat beberapa mahasiswa ada yang meloncat-loncat, terjepit di kaca karena desakan dari teman-temannya dan masih banyak lagi.


Untung saja teriakan dari para mahasiswa tidak terdengar ke dalam begitu pun ke luar ruangan tidak terdengar apa yang dibicarakan oleh mereka karena ruangan kedap suara.


"Jadi, bagaimana kejadiannya?" Tanya Kakak dosen kepada Vina.


"Be.. begini kak.. tadi aku mau ngunci lemari pakaian, saat aku membuka lemari tertempel di sana kertas i..tu!" Jawab Vina sedikit gemetar sembari menunjuk sebuah kertas yang dibawa oleh Kakak dosen.


"Oh jadi begitu, Celia!" lanjut kakak dosen memanggil Celia.


"Iya kak? ada apa" Tanya Celia bingung.


"Kamu tahu apa isi surat yang membuat Vina sampai ketakutan?" Ujar kakak dosen bertanya sambil memegang sebuah surat.


"Maaf ka, Celia tidak tahu." Jawab Celia dengan ekspresi kebingungan.


"Benarkah?" Tanya kakak dosen sekali lagi mencoba memastikan.


"Itu pasti bohong ka! Dina punya bukti kok kalau Celia dan Muffy bersekongkol untuk meneror Vina." Ucap Dina.


"Ehh... elo, kalau nuduh jangan suka sembarangan ya!" Ujar Muffy kesal.

__ADS_1


"Justru itu mana ada maling ngaku ya nggak? kalau gitu kan udah penuh sel di penjara" Kata Dina sambil tersenyum sinis menatap Muffy.


"Din, jangan gitu donk! kita gak boleh nyalahin mereka." Sambung Vina dengan wajah polosnya.


"Ishh... kamu Vin udah di jahatin masih aja baik" Lanjut Dina.


"Sudah jangan kelamaan basa basi kalian! cepat mana buktinya?" Seru kakak dosen meminta bukti.


"Oke kak, tapi aku perlu memanggil seseorang." Kata Dina sambil berdiri, yang dibalas anggukan oleh kakak dosen.


Dina pun melangkahkan kakinya menuju keluar dan datang dengan membawa seorang laki-laki sebagai bukti sekaligus saksi. Dina pun menyuruh laki-laki itu untuk memberikan bukti kepada kakak dosen.


"Ini kak saksi sekaligus buktinya!" Kata Dina lalu menemui Vina untuk duduk kembali sambil melipat tangannya.


"Bagaimana? apakah anda membawa bukti" Tanya kakak dosen sambil menatap laki-laki itu dengan tajam.


"Iya! saya membawa bukti nya" Jawab laki-laki itu sambil menyerahkan sebuah handphone. Kakak dosen itu pun mengambil handphone yang diberikan oleh laki-laki tersebut.


Dan menghidupkan handphone itu lalu menekan tombol play di video. Video tersebut berputar dan kakak dosen itu fokus melihat nya.


Pukul 09.00 Pm.


Akhirnya kakak dosen selesai memeriksa bukti yang diberikan oleh seorang laki-laki tersebut sambil memberikan handphone nya kembali lalu menemui Celia, Muffy, Dina, dan juga Vina.


"Celia!" Panggil kakak dosen sekali lagi.


"Iya kak?" Jawabku sambil menatap kakak dosen.


"Kakak mau berikan kamu hukuman yaitu, diskorsing selama 1 bulan." Sambung kakak dosen dengan tegas.


"Apa? Diskorsing kak... Lia diskor?" Ujarku seakan tak percaya dengan keputusan kakak dosen yang secara tiba-tiba.


"Iya benar!" Lanjut kakak dosen.


"Memangnya salah Lia apa kak? sehingga Lia harus diskor?"


"Salah kamu sudah meneror Vina"


"Meneror Vina? maaf kak tapi Lia gak pernah neror teman apalagi sekelas. Lia malahan lebih suka punya teman banyak daripada musuh."


"Bena....." Belum selesai kakak dosen melanjutkan ucapannya tiba-tiba saja sudah dipotong oleh seorang laki-laki.


"Ahh,, bilang aja elo gak percaya sama keputusan kakak dosen. Benarkan? kalau gak percaya nih liat buktinya!" Sambil menyerahkan handphone. Muffy pun langsung mengambil handphone yang diberikan oleh nya.

__ADS_1


Dibukanya handphone itu lalu alangkah terkejutnya Miffy dan juga aku melihat isi dari handphone tersebut yang jelas-jelas menampakkan wajah kami. Aku seakan-akan tidak percaya dengan isi yang ada di handphone tersebut.


"Bagaimana? apakah elo udah percaya" Tanya seorang laki-laki sambil mengambil handphone nya dengan kilat.


Setelah menonton video itu aku hanya diam dan dipikiran ku penuh dengan penuh tanda tanya.


"Tidak! ini tidak mungkin, Celia tidak pernah melakukan semua ini! Aku tidak percaya." Ucap Muffy membela ku sambil menatap kakak dosen.


"Sudah jelas-jelas buktinya dan kamu masih ngelak... Hhh, emang teman yang salah di benarkan" Ujar Dina berdecak kesal.


"Gue gak bicara ama elo kaktus! jadi diam" Perintah Muffy yang dijawab decakan kesal oleh Dina.


"Maaf dik ini sudah keputusan kakak. Karena bukti sudah ada, kakak juga tidak mengira teman kamu bakal ngelakuin semua ini. Padahal kakak tahu teman kamu baik-baik" Sahut kakak dosen.


"Tapi kak....." Ucapan Muffy terpotong.


"Sudahlah! yang salah tetap salah." Kata seorang laki-laki tersebut.


Setelah berkata demikian kakak dosen itu pun mengarahkan Celia, Muffy, Vina, laki-laki itu, dan juga Dina menuju ke luar yang sebelum itu, Celia diberikan sebuah surat diskor oleh kakak dosen dahulu.


Ting..Ting ..Ting.. (Bunyi bel kampus) yang menandakan bahwa kelas sudah berakhir dan waktunya para mahasiswa untuk pulang. Tepat pukul 10.00 malam aku hendak berjalan menuju ke pulang tetapi Muffy mengajak ku untuk naik ke mobilnya padahal aku sudah menolak tetapi dia memaksa ku karena hari sudah malam dan tidak baik untuk perempuan keluar malam-malam.


Aku pun naik ke dalam mobilnya dan ia pun menghantar ku pulang. Di dalam perjalanan hening seketika lalu tiba-tiba Muffy bertanya kepada ku.


"Cel!" Panggil Muffy pelan sambil menyetir mobilnya.


"Iya?" Jawabku sambil menatap ke arah Muffy, yang sebelumnya aku melihat keluar kaca melihat kendaraan yang melintas.


"Maaf ya Cel aku gak bisa jadi sahabat baik kamu." lanjut Muffy sembari menyetir mobil dengan diperlambat.


"Muffy, tolong jangan bicara seperti itu! Lia sudah anggap kamu sebagai sahabat bahkan lebih. Susah senang kita selalu bersama."


"Aku percaya Cel, kalau ini pasti jebakan dan aku bakalan usahain buat ngungkapin kebenarannya dan my bestie nggak akan diskor lagi, aku janji!"


"Terimakasih Muf! bukan hanya kamu tapi kita...Kita akan berjuang bersama-sama untuk segera mengungkap kebenaran."


.


.


.


Untuk Visual karakter Dina bakalan segera Author Update di Pengenalan Tokoh, maaf semuanya🙏🏻

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2