The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.46~Undangan Dari Vina


__ADS_3

Tiba di kampus Vina langsung turun dengan gaya seleb nya dan menyuruh security untuk memarkirkannya di tempat parkir. Setelah itu Vina dan Dina berjalan menuju ke ruangan kelas nya dengan gaya seleb nya.


Mahasiswa yang melihat pun ada yang senang, ingin berfoto dengannya, memberi nya bunga maupun cokelat, ingin meminta tanda tangannya, ingin menjadi pacar nya dan ada beberapa juga yang tidak suka dengan Vina dan Dina.


Gubrakk !!


"Aduh, sakit!!" Rintih seseorang perempuan kesakitan karena terjatuh tepat di depan Vina sebab ia di dorong oleh seorang mahasiswa laki-laki. Melihat hal itu Vina hanya cuek dan tetap berjalan bersama dengan Dina tanpa memperdulikan mahasiswa perempuan itu.


"Kamu gak papa kan?" Tanya Celia sambil membantu seorang perempuan tersebut berdiri.


"Gak papa. Terimakasih ya! kamu udah mau nolongin aku." Jawab seorang perempuan itu berterima kasih.


"Itu tidak apa-apa namanya. Sudah lecet begitu masih di bilang tidak apa-apa, mendingan kita ke UKK yuk? aku bantu!" Ujar Celia lembut tapi tegas.


"Emm... Baiklah! maaf saya telah merepotkan anda." Kata seorang perempuan tidak enak kepada Celia.


"Tidak merepotkan sama sekali! Oh iya nama kamu siapa?" Tanya Celia sambil membantu nya berjalan menuju ke UKK.


"Nama ku Ita, klo anda siapa?"


"Hai Ita salam kenal ya. Nama saya Celia! Ita bisa panggil saya Cel atau Lia. Oh iya ta jurusan apa?"


"Salam kenal juga Cel! saya jurusan akutansi kalau Celia?"


"Oh, akutansi berarti di sebelah. Klo Lia jurusan Ekonomi. Kita tetanggaan hehe."


Tak terasa mereka telah sampai di UKK sambil mengobrol. Celia pun mulai mengobati Ita, pertama-tama ia membersihkan luka, lalu memberikan obat setelah itu menempel luka dengan tentoplas.


Selesai menempel luka Celia pun membantu Ita menuju ke ruangannya walaupun Ita sudah melarangnya tapi Celia bersikeras karena menurut nya luka nya masih belum sembuh, kaki nya masih terlihat sakit kalau berjalan.


Tiba di kelas Ita. Celia menghantarkan nya sampai ke tempat nya duduk teman-teman nya yang melihat Ita terluka terlihat khawatir dan terlihat marah kepada Celia.


Ketika Celia keluar ketiga teman Ita langsubg menjaga nya agar Celia tidak dapat keluar dari ruangan tempat Ita, mereka bermaksud memberi pelajaran kepada Celia karena ia telah melukai temannya.


"Ehh elo! ada masalah apa sampai elo melukai teman kita hah?!" Tanya seorang perempuan yang bertubuh tinggi.


"Maaf mungkin kalian salah paham. Saya tidak ada masalah dengan Ita, saya kesini hanya membantu nya saja menuju ke kelas karena itu permintaan jya.!" Jawab Celia polos.


"Elo kira kita bakalan percaya? Nggak akan!" Ujar ketiga teman Ita.

__ADS_1


Ita yang baru saja melihat teman nya ingin melukai Celia bergegas ia berteriak dan memanggil Cleo teman nya yang bertubuh tinggi.


Cleo yang mendengar Ita memanggil nya ia pun segera menemui nya dan bertanya kepada nya, kenapa ia tiba-tiba memanggil nya.


Ita pun mulai menjelaskan secara detail dan Cleo pun mengerti dan merasa bersalah kepada Celia karena ia telah menuduh nya yang tidak-tidak.


Cleo pun menemui Celia dan meminta maaf kepada nya begitu pun teman-teman Cleo mereka telah salah paham. Celia pun menerima permintaan maaf dari mereka dengan tulus.


Setelah itu Celia pun keluar dari ruangan Ita dan menuju ke ruangan kelas nya kembali. Tiba di ruangan kelas Celia melihat Kelvin bersama dengan Vina yang tengah pegangan tangan membuat Celia menatap nya bersamaan dengan Kelvin.


Saat Vina bertanya kepada Kelvin yang mendadak tiba-tiba diam membuat Vina menoleh ke arah yang di tatap oleh Kelvin dan ternyata Kelvin tengah menatap Celia.


Perasaan tidak suka di hati Vina muncul ketika melihat Celia. Vina pun mencoba untuk sabar dan langsung berbalik menemui Celia sambil berpura-pura tersenyum.


"Hai, Cel!" Sapa Vina.


"Hai!" Jawab Celia singkat dengan ragu-ragu.


"Jangan gitu dong santai saja! hehe" Ucap Vina sambil sesekali tertawa.


"Celia, aku mau undang kamu ke acara Birthday aku yang ke 20 tahun kamu wajib datang ya!" Perintah Vina dengan tersenyum terpaksa sambil menyerahkan sebuah kertas undangan.


"Tentu! jangan lupa ya!" Kata Vina sambil berjalan menuju ke tempat duduk nya.


Celia pun melangkahkan kaki nya menuju ke tempat duduk milik nya yang bersebelahan dengan sahabat nya.


"Cel-cel!" Panggil Muffy menggoyang-goyangkan kursi tempat duduk ku.


"Aha...iya Muf?" Sahut ku sambil berbalik menatap nya.


"Elo dapat undangan dari si nanas itu gak Cel?" Tanya Muffy mendekatiku sambil bisik-bisik di telinga ku.


"Siapa nanas?" Tanya ku bingung.


"Nanas, itu loh sih Vina. Jadi gimana Cel?" Tanya Muffy lagi.


"Oh, Lia baru tahu. Lia Di undang Muf! Kalau Muffy di undang?" Tanya ku balik karena penasaran.


"Nggak! gue nggak di undang tuh sama dia. Jadi gini kalau Elo mau ke acara ulang tahun nya si nanas itu sama gue!" Pinta Muffy.

__ADS_1


"Memang nya kenapa Muf? kita gak boleh selalu curiga sama seseorang loh!" Ucap ku menasehati nya.


"Bukan nya begitu Cel! Tapi...gue mau ikut aja hehe." Desak Muffy.


"Baiklah, kalau begitu!" Sahut ku.


Ting...Ting...Ting..


Bunyi bel masuk berbunyi yang menandakan kelas akan segera dimulai kami pun bersiap untuk mengikuti pelajaran.


"Selamat pagi adik-adik! Baik, kali ini ibu mau melanjutkan materi yang kemarin. Bagi siswa yang belum tahu bisa kasih tahu teman nya!" Kata pertama yang di ucapkan oleh ibu dosen.


"Baik buk!" Sahut kami secara bersamaan.


***


Ting...Ting..Ting.


Bel telah berbunyi yang menandakan jam pelajaran berubah ke jam istirahat. Dosen yang mengajar pun merapikan buku nya dan salam kepada para mahasiswa lalu pergi menuju ke ruangan nya karena jam pelajaran nya sudah berakhir.


Sebelum ke kantin aku memasukkan buku-buku ku ke dalam tas terlebih dahulu baru selanjut nya aku ke kantin bersama dengan Muffy dan juga Kelvin.


Di kantin Muffy terlihat masih marah dengan ku karena kejadian tadi aku pun berusaha untuk membujuk nya agar dia tidak marah lagi.


"Muf!" Panggil ku, namun Muffy tidak menanggapi ketika aku memanggil nya. Aku pun berusaha lagi untuk memanggil nya.


"Hei! sahabat ku yang imut, barbar, dan yang paling baik. Plis jangan cemberut kayak gitu! Lia janji gak bakalan ngulangin kejahilan Lia lagi." Lanjut ku sambil memeluk nya walau ia tidak berbalik menatap ku.


"Muffy, tolong berbalik dan tatap aku plis. jangan kayak gini!" Ujar ku sekali lagi namun tetap saja Muffy tidak berbalik melihat ku. Aku pun dengan terpaksa membiarkan nya waktu untuk memperbaiki mood nya.


"Cel..!" Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil nya dan Celia pun menoleh ke arah datang nya suara. Dengan ekspresi senang Celia langsung menatap nya dengan lekat.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2