
"Celia, nenek! Yuhuu aku datang!" Seru Muffy.
"Disini!" Seruku.
Muffy pun berjalan mendekati Celia dan dilihatnya Celia sedang menyapu.
"Mari Cel aku bantu?!" Desak Muffy.
"Nggak usah Muf! ini sudah hampir selesai kok. Mendingan kamu duduk dulu" Pintaku.
"Oke, ngomong-ngomong nenek dimana?" Lanjut Muffy menanyakan keberadaan nenek.
"Iya, cu nenek disini!" Jawab nenek yang tiba-tiba turun dari tangga, lalu duduk di samping Muffy sambil mengobrol menungguku sampai selesai menyapu.
Selesai menyapu aku pun membuat minuman lalu duduk bersama sambil mengobrol.
"Cel, kamu sudah siap siap?" Tanya Muffy disela-sela mengobrol.
"Udah, nih." Jawabku.
"Kalau nenek gimana?" Lanjut Muffy bertanya.
"Nenek yang pasti sudah cu." jawab nek Tina sambil menyeruput teh nya.
"Kalau gitu yuk! kita berangkat" Ajak Muffy.
Sebelum berangkat aku dan nenek mengunci pintu dahulu setelah itu aku pun naik ke dalam mobilnya.
Sekitar 30 menit akhirnya kami sampai di taman kota. Muffy memarkirkan mobilnya di dekat taman khusus tempat parkir, lalu kami pun turun dari mobil dan mencari tempat duduk. Setibanya di sana kami langsung disuguhi dengan pemandangan air mancur beruntung kami mendapatkan tempat duduk tepat di dekat air mancur yang membuat udara yang tadinya panas kini berganti dengan sejuk.
"Sejuknya!" Ucap Muffy.
"Iya benar Muf, sejuk sekali!" Ucapku sambil menyentuh air.
"Cel beli bakso yuk?!" Ajak Muffy.
"Yuk, tapi dimana?" Tanyaku sambil melihat ke sana sini.
"Itu di sana!" Jawab Muffy sambil menunjuk ke arah sebuah pohon.
"Oh di sana, yuk! nenek mau beli juga?" Tanyaku.
"Boleh cu" Jawab nenek.
"Kalau begitu kami pergi dulu ya nek!" Pamit kami.
__ADS_1
Aku dan Muffy pun berjalan menuju ke arah sebuah pohon yang dibawahnya terdapat penjual bakso. Sesampainya di sana kami langsung memesan bakso, sambil menunggu bakso aku duduk sedangkan Muffy mengambil handphone nya.
"Cel!" panggilnya.
Aku pun mengarahkan pandanganku kearahnya, cekrek! dan ternyata dia mengambil foto.
"Yeayy! makasi yah Cel" Ucapnya.
"Iya" Jawabku singkat.
"Ini, dik baksonya udah siap!" Ucap bapak penjual bakso. Dan aku pun menuju ke sana untuk mengambil bakso lalu membayar tiga bungkus bakso itu.
"Berapa pak?" Tanyaku sambil mengambil uang di saku celana.
"15.000 ribu dik" Jawabnya.
"Oh iya, ini pak!" Lanjut ku sambil menyerahkan uang.
"Terimakasih ya dik!" Ucapnya.
"Sama-sama pak!" Balasku.
Setelah itu aku memanggil Muffy lalu hendak berjalan tetapi langkahku terhenti ketika merasa Muffy tidak ada di sampingku dan aku pun menoleh ke belakang dan ternyata ia masih sibuk Selfi.
"Muffy!!" Seru ku. Muffy pun menghentikan aktivitas nya dan menatapku.
"Kamu mau terus duduk di sana? kalau begitu baksonya buat aku aja ya" Jawabku sedikit kesal.
"Jangan Cel!" Lanjutnya sambil berlari menghampiri ku.
"Maafin aku Cel" Ujar Muffy meminta maaf.
"Iya gak papa, lain kali jangan diulangi lagi!" Balasku.
"Makasi, buk dosen!" Ujar Muffy menggodaku.
"Aishh,, kamu bisa saja!" Ujarku.
Beberapa saat berjalan akhirnya kami pun sampai di tempat duduk yang tadi. Dan setibanya di sana Muffy langsung meminjam sebuah mangkok di dekat warteg, untungnya ia mau meminjamkan mangkok nya.
Kami pun membuka plastik bakso itu dan menuangkannya di mangkuk sudah tercium bau bakso yang membuat cacing-cacing yang ada di dalam perut menari. Memakan bakso ditemani dengan air mancur, anak-anak yang ramai berlarian di tengah lapangan berisi rumput hias berwarna hijau dan sebagainya melengkapi taman kota yang membuat kita senang melihat nya.
Sesudah makan aku dan Muffy mengembalikan mangkok tak lupa untuk mencuci nya. Lalu setelah itu aku pun kembali duduk di tempat ku semula. Sambil duduk aku melihat ayunan ingin sekali aku menaiki ayunan itu walaupun terbilang cukup kekanak-kanakan. Muffy yang melihat ku hanya memandangi ayunan itu langsung menggenggam tanganku menuju ke sana.
Sesampainya kami disana Muffy langsung menyuruhku duduk di ayunan yang berwarna krem sedangkan ia berada di belakang ku dan langsung mendorong ayunan yang aku duduki dengan perlahan-lahan.
__ADS_1
"Gimana Cel, senang nggak?" Tanya nya.
"Aku senang banget Muf! Makasi yah" Jawabku sambil memegang tali ayunan. Setelah puas rasanya naik ayun-ayunan kini berganti Muffy yang duduk di ayunan yang tadi. Rasanya aku tidak ingin pulang dan ingin lebih lama disini, andai waktu bisa dihentikan akan kuhentikan sekejap saja.
~ ~ ~
Pukul 05.00 Pm.
Tak terasa sudah pukul lima sore kami pun bersiap untuk pulang dan meninggalkan taman kota setelah seharian penuh menikmati keindahan, hiburan di taman kota, dan lain sebagainya membuat ku betah.
Kami pun berjalan menuju ke mobil untuk pulang dan beberapa saat kemudian akhirnya kami pun sampai di rumah dan Muffy tidak singgah sebentar melainkan langsung pulang karena hari sudah semakin sore.
Setibanya di rumah nenek langsung mengambil kunci dan membuka rumah dan aku langsung menghidupkan lampu dan bergegas menuju kamar mandi dan bersiap untuk membersihkan diri.
Kemudian setelah membersihkan diri aku pun langsung mengambil buku di meja belajar untuk melanjutkan tugas skripsi yang tinggal sedikit. Ketika aku membuat tugas skripsi tiba-tiba saja terdengar dari balik pintu seseorang mengetuk pintu dan memanggilku aku pun menuju ke arah pintu dan ternyata itu nenek.
"Cu, kamu tidak makan?" Tanya nenek.
"Tidak nek Lia sudah kenyang" Jawabku sambil pelan.
"Oh, kamu sedang apa cu?" lanjut nenek menanyakan ku.
"Lia sedang buat tugas akhir nek, atau lebih tepat nya skripsi" Sahut ku.
"Oh, yasudah kalau begitu nenek ke kamar yah. Ingat jangan terlalu malam buat tugas nya besok cu kan kuliah pagi!" Ucap nenek memperingatkan.
"Baik nek, Lia janji!" Sahut ku sambil mengangkat tanganku.
Nenek pun mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar sepeninggalan nenek aku langsung menutup pintu dan melanjutkan membuat tugas skripsi.
Judul skripsi ku adalah 'Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan terhadap Kualitas Pelayanan Customer Service ' Telah lama aku membuat skripsi ini dan meneliti nya dan sering ku temukan hal tersebut di berbagai tempat hal itu menginspirasiku untuk membuat judul skripsi tersebut.
Pukul 22.44 Pm.
"Hoamm!" Aku menguap karena sudah mengantuk dan air mataku sudah menetes seperti biasa, yang berarti aku harus tidur.
Aku pun meletakkan buku ku dengan rapi di meja belajar lalu menyiapkan buku untuk kuliah besok. Selesai menyiapkan buku aku pun menuju ke tempat tidur dan bersiap untuk tidur sebelum tidur tak lupa aku berdoa.
Selamat malam Dunia. Celia Dan menantikan hari esokyang cerah.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.