
Dari bentuk tubuhnya ia tampak seperti perempuan aku pun curiga dan berusaha untuk membuka topengnya tetapi sudah terlambat ia segera membuka topengnya dan menatapku.
"Muffy, ternyata kamu" Aku dibuatnya kaget dan aku pun memencet hidungnya.
"Aduhh.. aduh sakit Cel, Hehe maaf ya Cel tadi kamu gak diapa apain kan sama mereka?" Tanyanya sambil memegang kedua pundak ku berusaha memastikan.
"Nggak Muf, kamu tenang saja aku baik-baik aja kok"
"Ohh syukur deh kalau gitu, aku takut kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu" Aku pun terharu dengan kata kata yang dilontarkan oleh nya dan aku langsung memeluknya beberapa saat dan aku pun memakai sabuk pengaman.
Setelah kami selesai memakai sabuk pengaman Muffy pun melajukan mobilnya dan keluar dari area kampus.
Saat di Perjalanan.
"Cel kamu mau mampir ke rumahku gak?"
"Maaf ya Muf untuk sekarang aku gak bisa, mungkin lain kali kalau ada waktu"
"Emm...yaudah Cel, tapi lain kali ya"
__ADS_1
"Iya Muf"
Beberapa jam di perjalanan akhirnya kami pun sampai di toko aku pun turun dari mobil dan mengajak Muffy untuk masuk tetapi ia menolak karena hari sudah sore. Ia pun melajukan mobilnya dan meninggalkanku lalu aku pun masuk ke dalam. Di dalam toko terlihat nenek yang sedang membersihkan meja aku pun menghampirinya dan membantunya.
"Ehh..sudah pulang cu"
"Iya nek, maaf ya nek Celia baru pulang"
"Iya nggak apa-apa cu, nenek tahu kok kalau anak kuliahan itu pasti padat, dan tadi kamu dianterin sama siapa cu?"
"Tadi yang nganterin Celia Muffy nek"
"Baik nek, setelah Lia bantuin nenek ya"
Aku pun membantu membersihkan meja dan menutup toko mengingat hari sudah semakin senja. Setelah menutup toko aku pun segera melangkah menuju ke kamar untuk menaruh tasku dan mandi. Seusai mandi aku pun turun untuk makan malam.
Di meja makan tidak terlihat lauk pauk aku pun berniat untuk memasak dengan segera aku membuka lemari es dan terlihat sayur-sayuran aku pun berinisiatif untuk membuat sup.
Mulai dari mencuci bahan, meracik bumbu, memanaskan wajan, merebusnya dan lain-lain hingga langkah terakhir penyajian.
__ADS_1
Aku menyajikannya di atas meja makan hingga tak lama kemudian terdengar langkah kaki nenek.
"Wahh aroma masakannya enak cu"
"Hehe nenek bisa saja, mari nek kita makan"
Kami pun bersiap untuk makan dan tak lupa untuk berdoa kepada tuhan,Selesai berdoa kami pun makan. Nenek terlihat lahap dengan masakanku aku pun senang.
Sesudah makan aku membersihkan piring-piring yang kotor kemudian melangkah menuju ke kamar untuk tidur syukur hari ini tidak ada tugas jadinya aku bisa tidur lebih awal sebelum tidur aku teringat dengan uang tabunganku aku pun berniat mencari carinya di meja belajarku. Setelah lama ku cari akhirnya kutemukan juga sebuah buku berbentuk persegi atau dengan kata lain buku tabungan.
Aku hanya iseng iseng saja melihat buku tabunganku, ketika aku membukanya tertera nominal Rp 100.000,000 jt di buku tabunganku aku pun terkejut karena tidak menyangka uang tabunganku banyak, aku pun kembali menaruhnya di tempat semula.
Setelah melihat uang tabunganku aku pun tidur untuk mengistirahatkan tubuhku dan bersiap siap untuk hari esok.
..--/--..
__POV Author__
Celia mengumpulkan uangnya semenjak ia kecil ketika menjual kue sampai ia besar. Celia diberikan gaji oleh nek Tina setiap bulan lalu ia pun menabung di bank.
__ADS_1
Bersambung....