
"Itu pacarnya ya non?" Tanya pak Tio penasaran, setelah Kelvin tidak terlihat lagi.
"Bukan pak! itu rekan kerja saya hehe" Jawab Rania sambil sedikit tertawa.
Rania membuka pintu mobil dan membawa masuk mobilnya menuju ke garasi.
Sampai di rumah Rania melihat mami dan kakak nya tampak khawatir, Rania paham akan kehawatiran mereka. Ia pun memanggil mami dan kakaknya, Bella dan Johan begitu melihat Rania langsung memeluknya.
Maminya mengajak Rania dan Johan untuk makan malam bersama. Bella sedikit bertanya kepada Rania tentang bagaimana pekerjaannya hari ini, dan mengapa ia pulang larut malam.
Rania meminta maaf kepada mami dan kakaknya, karena ia tidak mengabari mereka kalau Rania ada meeting di kantornya. Mendengar jawaban dari Rania, mami Bella pun memakluminya dan meminta Rania lain kali untuk mengabari nya.
Selesai sarapan Rania melangkah kan kakinya menuju ke kamar. Di kamar ia menaruh tas kerjanya terlebih dahulu, lalu membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, Rania duduk di kasur nya sejenak untuk mengelap rambutnya karena basah.
Ting..!
Sebuah pesan masuk, membuat Rania membungkus rambutnya dengan handuk lalu mengambil ponselnya yang berada di dalam tas nya.
Rania membuka pesan itu dan melihat bahwa Kelvin yang mengirimi nya pesan.
Kelvin✉️: Hai! ini nomor ku tolong di simpan ya! 😉
Rania✉️: Oke!
Kelvin✉️: Apakah kau masih mengingatku?🥺
Rania✉️: Maksudnya? aku baru pertama kali bertemu denganmu😂
Kelvin✉️: Sungguh? kau melupakanku secepat itu☹️
Rania✉️: Maafkan aku! tapi, jujur aku baru bertemu denganmu!🙁
Rania berusaha mengingat dimana ia pernah melihat Kelvin, namun semakin ia mengingat kepalanya semakin sakit.
ARGHHHH!!!
Mendengar suara teriakan yang berasal dari kamar Rania membuat Johan berlari menuju ke kamar adiknya itu.
__ADS_1
Johan melihat Rania memegang kepalanya kesakitan, ia pun menggendongnya untuk menuju ke rumah sakit.
"Ada apa dengan adik saya dok?" Tanya Johan yang sudah berada di rumah sakit.
"Adik anda hanya sakit kepala! Tapi, sakit kepalanya itu bukan sakit kepala biasa. Apa sebelumnya kepala adik anda pernah terbentur?" Jawab dokter.
"Pernah dok! Adik saya terbentur batu. Apa ada penyebab sakit kepalanya itu dok?"
"Sepertinya pasien mengalami amnesia, ia berusaha untuk mengingat ingatannya kembali. Maka, itu penyebab sakit kepalanya. Jadi, saya sarankan kepada anda untuk tidak membiarkan adik anda mengingat terlalu keras."
"Baik dok! Apa suatu saat ingatan adik saya bisa kembali?"
"Seiring nya berjalan waktu, waktu yang akan menjawab."
"Baik dok, terimakasih! saya permisi."
Setelah berkata demikian Johan melangkah menuju ke tempat Rania diperiksa.
Johan membuka pintu dengan hati-hati agar tidak membangunkan Rania jika ia tertidur.
Johan melihat Rania memandangi atap rumah sakit.
"Hati-hati! kau berada di rumah sakit sekarang, apa kau sudah merasa baik-baik saja? dan jangan memaksakan diri jika kau sakit, mengerti!" Jawab Johan sambil membantu Rania bangun.
"Aku baik-baik saja kak! Ayo, kita pulang!"
"Heii! apa kau mengingat kenapa kau bisa berada di sini sekarang?"
"Iya-iya, aku ingat!"
"Ingat apa?"
"Aku sakit kepala, kakak baweh, hh!"
Rania bangun berjalan menuju keluar rumah sakit dengan perasaan sedikit kesal. Johan yang melihat Rania berjalan seperti itu hanya menggelengkan kepala.
Hmm..kau tidak tahu betapa aku menyayangimu.
Tiba di rumah Rania berjalan dengan cepat meninggalkan Johan sendirian di dalam mobil. Melihat Rania datang membuat mami Bella senang sekaligus khawatir, ia pun menyamperi Rania, dan bertanya kepadanya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padamu nak?" Tanya mami Bella Khawatir.
"Dia sakit kepala mi!" Sahut Johan yang tiba-tiba datang.
"Apa?! sakit kepala?"
"Iya, mi!
"Lalu apa kata dokter tadi han?"
"Rania disuruh jangan terlalu banyak berpikir itu saja mi, dan jangan terlalu kecapean."
"Iya-iya! ini cuma sakit kepala biasa kok ma. Tidak perlu khawatir! Ran baik-baik saja kok, tolong percaya ama Ran mi!"
"Rania!"
Seru Johan, namun tidak terlalu keras.
"Baiklah, kalau begitu nak! dan sekarang kau ke kamar ya, istirahat"
Mami Bella menatap Johan, mengisyaratkan ia agar tidak membahas masalah itu terlalu panjang dan menyuruh Rania untuk beristirahat.
Tinggalah Johan dan maminya di ruang tamu.
Sementara Kelvin merebahkan dirinya di kasur, sambil memikirkan Rania.
Akhirnya! Setelah sekian lama aku bisa menemukan mu juga. Gumam, Kelvin dalam hati seraya senyum-senyum sendiri.
Kelvin pun tidur untuk menyiapkan hari esok, dan ia sudah tidak sabar lagi bertemu dengan Rania.
Kelvin merasa bahwa ia harus membuat Rania mengenali ia lagi.
.
.
.
🌼🌼
__ADS_1
Bersambung.