
Keesokan harinya.
Rania sudah bersiap-siap untuk pergi bekerja, hari ini ia memakai jas warna putih dengan heal sedang berwarna putih senada dengan jas nya.
Rania menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan untuk sarapan bersama Johan dan maminya Bella. Setelah sarapan Rania pamit kepada maminya menuju ke kantor, ia hendak membawa mobilnya sendiri namun Johan melarangnya, katanya ia yang menghantar Rania ke kantor.
Rania menolak tapi, tetap saja Johan bersikeras untuk menghantar nya ke kantor dengan alasan mobil Rania harus di servis.
Rania pun terpaksa berangkat ke kantor bersama dengan kakaknya, karena jika diteruskan ia bisa-bisa akan terlambat ke kantor.
Dalam perjalanan Rania hanya memandang keluar kaca mobilnya, ia tidak berbicara kepada kakaknya. Johan pun juga begitu ia hanya memandang keluar dari kaca mobilnya.
"Apa kau masih marah kepada kakakmu ini?" Tanya Johan memecah keheningan.
"Tidak!" Jawab Rania singkat.
"Bisakah kau memandangi lawan bicara mu ketika sedang diajak bicara?!" Kata Johan merasa tidak dihargai, karena Rania tidak menatapnya.
"Stop pak!" Pinta Rania, tidak menanggapi perkataan dari Johan. Ia malah meminta sopirnya untuk berhenti, tepat di depan halte bis. Rania membuka pintu lalu keluar, namun Johan memegang tangannya.
"Mau kemana kau?" Tanya Johan.
"Kerja!" Jawab Rania sambil melepas genggaman tangan Johan, lalu menutup pintu mobil, dan menyuruh sopir untuk jalan.
Rania duduk di halte bis menunggu bis yang datang, Ia tidak mau berdebat dengan kakaknya hanya karena masalah sepele anggapnya. Rania hanya tidak suka ketika di hawatirkan terlalu berlebihan oleh kakaknya dan maminya.
Beberapa saat menunggu bis belum kunjung terlihat, Rania pun mencari ponselnya hendak untuk memesan taksi. Namun, tiba-tiba mobil sport berwarna kuning berhenti tepat di depannya dan membuka kaca mobilnya.
__ADS_1
"Ayo, naik!" Pinta Kelvin.
Rania tersenyum manis.
"Oh ya, kenapa kamu menunggu bis?" Tanya Kelvin sambil menyetir.
"Itu..ahmm..soal itu, aku..mobilku di servis jadinya, aku nunggu bis gitu. heheh" Jawab Rania sedikit gugup, sambil sedikit tertawa.
Kelvin pun mengangguk tanda mengerti dan melanjutkan menyetir mobil.
Sampai di kantor Rania dan Kelvin disambut oleh Tomi, lalu memarkirkan mobil milik Kelvin di tempat parkir khusus.
Rania dan Kelvin berjalan beriringan masuk ke dalam kantor, banyak karyawan yang melihat mereka dengan tatapan yang takjub dan ada juga yang iri.
Wahh, ibu bos sama rekan kerjanya serasi banget yah? Iyah gue jadi iri sama mereka. Alah, mereka gak cocok! Pak Kelvin hanya memanfaatkan ibu bos saja, bukan dia yang genit sama pak Kelvin?
Dan banyak ocehan dari para karyawan, Rania yang mendengar ocehan yang tidak mengenakkan pun menatap karyawan yang membicarakan nya yang tidak-tidak, karyawan yang ditatap begitu hanya menunduk, tidak berani menatap Rania lagi dan juga tidak berani bicara.
"Pagi buk!" Sapa Lira hangat.
"Pagi Lira!" Balas Rania hangat.
"Tolong bacakan jadwal saya!" Kata Rania.
"Baik buk!" Balas Lira.
"Nanti malam ibu ke restoran Xh untuk bertemu dengan klien membahas masalah proyek kita. Hanya itu saja jadwal ibu hari ini!" Kata Lira.
__ADS_1
"Apa tidak bisa sore setelah kita meeting bertemu dengan klien?" Balas Rania.
"Sebentar ya bu, saya hubungi sekretaris klien dulu."
"Iya, silahkan!"
Lira pun berjalan menuju ke tempat kerjanya untuk menghubungi sekretaris. Beberapa saat kemudian Lira kembali lagi ke ruangan Rania dengan mengetuk pintunya terlebih dahulu.
"Maaf bu! kata sekretaris tadi klien hanya ada waktu nanti malam saja"
"Baiklah! kau bisa melanjutkan pekerjaan mu"
"Baik, buk! saya permisi dulu"
Lira melangkah menuju ke tempat kerjanya, sementara Rania duduk di kursi kebesaran nya sambil mengambil ponselnya untuk menelpon mami hendak mengabari nya bahwa Rania akan pulang larut malam, karena dia bertemu dengan klien.
Mami nya pun mengizinkan nya, tapi dengan satu syarat Rania harus diantar pulang oleh kakaknya Johan, temannya, atau bisa juga sekretaris nya. Yang terpenting ia harus bersama seseorang pulang.
Rania pun menyetujui syarat dari maminya, karena ini merupakan proyek penting bagi perusahaan Rania dan juga Kelvin.
Rania lanjut mengerjakan proyek nya, sedangkan Kelvin duduk di sebelah ruangan kerja Rania ia juga sedang menulis, sambil membaca proyek.
.
.
.
__ADS_1
🌼🌼
Bersambung.