
* * *
"Sudah sampai ayo turun!" Kata Muffy.
"Apa disini tempat pesta nya?" Balas ku bingung, ketika melihat Muffy ingin menurunkan ku di butik.
"Bukan! ini butik, aku sengaja ngajak kamu kesini buat beli gaun. Buat pergi ke acara pesta nanti." Kata Muffy.
"Tapi kenapa harus gaun? bukannya baju seperti ini juga bisa dipakai untuk datang ke pesta?!" Balas ku.
"Bukan begitu Cel, tapi ini memang sudah seharusnya untuk datang ke pesta. Apa kamu mau datang ke pesta berpakaian seperti ini sendiri? Kata Muffy.
Aku pun menggelengkan kepala dan Muffy yang melihat ku menggelengkan kepala langsung membuka pintu dan mengajak ku untuk memasuki butik.
Saat memasuki butik aku langsung di sapa oleh seorang wanita dengan ramah lalu mengajak kami untuk melihat keluaran gaun yang baru dari butik. Di dalam butik aku sungguh kagum karena ruangannya begitu besar ada lift dan juga tangga biasa lengkap dengan eskalator.
Aku sungguh kagum melihat butik ini yang begitu besar tanpa kusadari ada seseorang wanita yang memanggilku berkali-kali.
"Mbak! mbak!" Panggil seorang wanita.
"Aiya?! ada apa mbak" Balas ku bertanya.
"Mbak-mbak! saya panggil dari tadi. Tapi mbak nya malah begong" Kata seorang wanita yang memanggilku tadi.
"Maaf.. Maaf kan saya mbak." Balas ku meminta maaf, wanita itu pun merubah ekspresi nya yang tadi sedikit kesal sekarang tidak lagi.
"Saya juga minta maaf mbak. Oh, iya mbak gaun apa yang akan anda pilih? mau gaun keluaran terbaru atau yang lainnya biar saya carikan?!" Kata wanita itu dengan sopan.
"Terimakasih mbak atas bantuannya! Apa boleh mbak saya meminta bantuan ke mba buat nyarin saya gaun untuk datang ke pesta ulang tahun temen saya? soalnya saya tidak tahu mana gaun yang cocok untuk datang ke pesta karena baru pertama kali saya datang hehe." Balas ku berterus terang.
"Baik, mbak dengan senang hati saya akan membantu mba untuk mencari gaun ke pesta. Mari ikut saya!" Kata wanita itu lalu melangkahkan kaki nya menuju ke lift.
Aku pun mengikuti nya dari belakang dan sesampai nya di tujuan wanita itu pun memanggil temannya untuk mengeluarkan gaun. Saat mereka mengeluarkan gaun aku sampai dibuat terkejut oleh mereka karena gaun yang mereka bawa sungguh indah ada warna biru, merah maroon, kuning, dan lain-lain layak nya sebuah gaun putri dongeng.
Seorang wanita membuyarkan lamunanku, ia bertanya gaun warna apa yang aku suka. Aku pun memilih gaun warna hitam besar dan wanita itu menyuruh ku untuk mencoba terlebih dahulu gaun yang aku pilih di ruang ganti pakaian yang ditunjukkan oleh wanita itu, seperti biasa aku mengekor di belakang nya.
Ketika sampai di ruang ganti aku pun mengganti baju dan memakai gaun berwarna hitam yang aku pilih tadi. Saat aku keluar Muffy sudah duduk.
"Bagaimana Muf?" Kata ku bertanya kepada Muffy yang tengah memainkan ponsel nya.
"Ahmm,, ganti Cel!" Balas Muffy menyuruh ku untuk mengganti gaun. Aku pun menuruti perintah dari Muffy dan mengganti baju ku dengan gaun yang aku pilih lagi.
"Muffy bagaimana dengan ini?" Kata ku bertanya lagi.
"... Itu juga Cel ganti!" Balas Muffy. Aku pun menuruti perintah Muffy sekali lagi dan memilih baju sekali lagi.
__ADS_1
ini baju yang terakhir! semoga benar. Gumam ku.
" Bagaimana sekarang Muf apa perlu di ganti lagi?" Kata ku bertanya.
"Wahh,,, tak perlu di ganti lagi Cel cukup ini saja. Aku yakin pasti di pesta nanti gaun ini yang akan menjadi sorotan." Kata Muffy melongo melihat ku.
"Ahh,, terimakasih Muf! kamu terlalu berlebihan." Balas ku.
Muffy pun mengajak ku keluar dari butik setelah seorang kasir menggesek kartu atm milik Muffy. Di dalam mobil aku merasa tidak enak dengan Muffy aku pun meminta sandi ATM milik Muffy bermaksud untuk mengembalikan uang milik nya.
Tetapi ia menolak karena ia sudah menganggap ku saudara nya bukan sahabat lagi. Jadi, ya aku sangat berterimakasih kepadanya dan bersyukur karena mempunyai sahabat lebih tepat nya saudara sekarang seperti dia.
Dia pun memberhentikan mobil nya tepat di sebuah salon.
"Kenapa berhenti di salon Muf? Jangan bilang kalau kamu mau merias aku lagi!" Kata ku yang sudah merasa akan di rias.
"Iss,, kamu Cel! sensitif banget sih." Balas Muffy sedikit mendesis dan sudah turun dari mobilnya.
"Ehh,, mau kemana tunggu aku?!" Kata ku membuka mobil milik nya, lalu mengikuti nya.
Yang benar saja feeling ku benar, Muffy memerintahkan seorang pegawai salon untuk merias ku. Aku sudah berusaha menolak tetapi Muffy masih tetap memaksa ku, aku pun menuruti kemauan dari Muffy untuk dirias.
Sampai pukul 08.00 Pm. seorang pegawai salon membangunkan ku dari tidur karena jujur aku tidak terbiasa ke salon apalagi di hias segala, make up sendiri saja aku tidak bisa, heheh.
Saat aku melihat diri ku di cermin aku masih tidak percaya apakah itu benar aku? Sungguh pegawai salon yang tadi merupakan seorang pegawai yang sudah profesional aku salut kepada nya.
Muffy yang melihat ku sudah selesai berias langsung melongo ketika aku memanggil nya.
"Cantik."Kata Muffy singkat yang keluar dari mulut nya.
Aku pun langsung mengajak Muffy untuk segera ke acara karena mengingat beberapa jam lagi acara akan dimulai jadi masih ada waktu sedikit lagi untuk menuju ke sana.
Sebelum pulang Muffy hendak memberikan kartu kepada kasir tetapi aku yang sudah duluan membayarnya Muffy pun mengangguk dan tersenyum.
Lalu melangkahkan kaki menuju ke mobil sport milik nya untuk menuju ke pesta ulang tahun Vina.
Beberapa jam kemudian akhirnya kami sampai tanpa ada halangan di tempat tujuan.
Muffy yang hanya duduk di mobil memilih tidak bersama ku karena ia tidak mendapat undagan dari Vina.
Saat aku hendak memasuki tempat diadakannya pesta dua orang laki-laki bertubuh besar memakai baju setelan jas berwarna hitam melarangku untuk masuk ia meminta sebuah kartu undangan terlebih dahulu.
Syukur saja aku membawa kartu undangan yang diberikan oleh Vina. Setelah memberikan kartu undangan tersebut mereka pun memperbolehkan aku untuk masuk.
Penjagaannya ketat sekali. Gumam ku sedikit takut.
__ADS_1
Wahh,, siapa dia? cantik sekali! pasti dia bukan orang sembarangan yang diundang oleh Vina bukan?! Gaunnya bagus sekali. Lebih bagusan gaun aku! dan lainnya.
Banyak ocehan yang keluar dari mereka yang datang ke pesta ulang tahun Vina. Aku yang mendengar ocehan dari mereka semua hanya menunduk tanpa melihat mereka.
Brukk !!
"Maaf.. Maaf, aku gak sengaja!" Ucap ku meminta maaf kepada seorang wanita yang membawa minuman. Yang tak sengaja aku menabrak nya.
"Iya, tidak apa-apa non! biar saya saja" Balas seorang pelayan sambil membersihkan gelas-gelas yang pecah.
"Tidak! ini kesalahan saya. Biar saya yang bertanggung jawab!" Kata ku sambil mengambil gelas yang berserakan.
Aduhh !! Rengek ku kesakitan karena sebuah pecahan gelas berhasil menusuk jari ku hingga berdarah. Pelayan itu pun kesal kepada ku karena aku terlalu bawel dan ia banyak mengeluarkan kata-kata, tetapi aku hanya diam aku tahu aku bersalah karena tidak mendengarkan perkataannya.
"Ada apa ini?" Tanya Vina karena mendengar suara ribut.
"Maaf nona saya tidak sengaja memecahkan gelas, maafkan saya nona!" Katanya meminta maaf kepada Vina.
"Sekarang cepat kamu bereskan! Lalu pergi!" Balas Vina.
"Apa kamu tidak apa-apa Cel?" Tanya Vina khawatir ketika melihat jari ku berdarah.
"Tidak..Tidak! Vin aku baik-baik saja!" Jawab ku tersenyum sambil menyembunyikan jari ku yang terluka.
"Hugh,, aku kira kamu kenapa-napa! Maaf ya atas kecerobohan pelayan ku." Kata Vina.
"Itu bukan salah dia, tapi itu salah ku. Aku minta maaf ya Vin." Balas ku merasa bersalah.
"Itu bukan apa-apa Cel! Ayo kita kesana." Kata Vina mengajak ku sambil menggenggam tangan ku.
Tetapi aku memegang tangannya untuk berhenti sebentar karena aku mau memberikannya sebuah kado sederhana. Vina pun tersenyum sambil memelukku lalu menerima kado yang aku berikan walau tidak terlalu besar.
Setelah menerima kado dari ku Vina pun menarik tangan ku, aku pun mengikuti nya.
.
.
.
Bersambung.
😍🌼🍃
Terimakasih ya sahabat sudah mau mengikuti cerita Celia. Maklum kalau cerita nya masih kurang soalnya Author baru belajar(✿^‿^)
__ADS_1