
Keesokan harinya 🍁
Pagi pun datang ketika matahari mulai bangun dari tidurnya. Begitu pula Celia bangun dari tidurnya untuk memulai hari. Seperti biasa ia merapikan tempat tidur lalu membersihkan diri untuk bersiap-siap pergi ke kampus. Setelah Celia mandi ia pun mengganti baju tidur nya dengan strap dress atau terusan wanita dengan tali tipis diatas pundak yang berwarna pink dipadukan dengan baju putih dan sepatu putih tak lupa tas.
"CuLia ayo turun!" Seru nek Tina yang berada di lantai bawah.
"Iya nek sebentar!"sahut Celia sambil mengikat tali sepatunya.
Setelah selesai, ia pun turun ke lantai bawah dengan menuruni 10 anak tangga. Sesampainya ia disana terlihat nek Tina yang sudah menyiapkan sarapan di atas meja makan.
"Selamat pagi nek!" Sapa Celia tersenyum.
"Pagi, cu mari kita sarapan dulu!" Sahut nek Tina membalas senyum Celia.
"Baik nek, terimakasih" Ucap Celia
ia pun menggeser kursi lalu duduk dan mulai mengoles selai dengan roti. Selanjutnya mereka pun sarapan bersama-sama sambil meminum susu.
Saat Celia dan nek Tina sedang sarapan tiba- tiba mobil berhenti di toko kue nek Tina.
Tin..tin..tin
"Celia!" Seru Muffy memanggil Celia dari luar.
"Siapa itu cu?" Tanya nek Tina berusaha menengok dari meja makan, tangannya masih memegang roti.
Tidak ada sahutan, nek Tina pun kembali melihat Celia tampak ia sudah berdiri dan menghabiskan sarapannya nek Tina tertegun melihatnya menghabiskan sarapan secepat itu.
"Itu pasti Muffy nek, kalau gitu Celia berangkat dulu ya nek" jawab Celia Sambil mencium tangan nek Tina.
"Baiklah cu, hati hati!" sahut nek Tina
Celia yang mendengar klakson mobil dan teriakan dari sahabatnya itu membuatnya cepat-cepat untuk memakan sarapannya setelah selesai, ia pun segera menemuinya. Sesampainya disana terlihat Muffy sedang duduk di dalam mobil lamborghini yang berwarna putih sambil membuka kaca mobil ia terlihat memakai kaca mata hitam dan mengenakan pakaian yang agak tomboy.
"Cel!" seru Muffy memanggil Celia yang pada saat itu sedang tertegun menatap mobil milik Muffy.
"Haa...iya, apa tadi Muf?" tanya Celia
Muffy yang melihat sahabatnya itu pun tertawa karena di mulut Celia masih ada sisa makanan.
__ADS_1
😂 (bayangin tawa Muffy)
"Pfttt...sudah sudah, Ayo Cel naik keburu telat kita nanti!" Ujar Muffy
Celia pun menuju ke pintu mobil yang ada di samping saat ia melihat tidak ada ganggang pintu mobil.
"Muf, ini gimana cara bukanya? tanya Celia sambil meraba pintu mobil ia terlihat panik.
Muffy masih tertawa sambil memencet tombol yang ada di dekatnya untuk membuka pintu mobil. Mobilnya itu pun terbuka ke atas mirip scissor door/pintu gunting ,Celia yang melihat itu ia pun kaget karena baru pertama kali ia melihat mobil yang seperti itu.
"Tunggu apa lagi Cel, ayo naik?!" Perintah Muffy, Celia pun naik.
"Sudah siap Cel?" Tidak ada sahutan, ia pun melajukan mobilnya.
Di dalam mobil.
Hening sesaat, kemudian Muffy melirik Celia ia terlihat kesal. Muffy pun menghela napas panjang.
"Cel!"
Tidak ada sahutan, Celia hanya melihat ke depan dan tidak menolehnya. Ia masih kesal dengan sikap Muffy.
"Cel maafin aku ya yang udah ngetawain kamu tadi, habisnya bibir kamu belepotan." Ujar Muffy sambil menyetir, ia merasa bersalah ke Celia karena ia menertawakannya.
"Iya, kalau gak percaya bisa lihat di kaca!" jawab Muffy, ia pun memencet tombol khusus kaca dan tisu yang ada di dekatnya.
Nit..nit..nit
Celia tekejut lagi melihat persegi mirip seperti nampan berisi tisu dan kaca yang bergerak naik, lalu ia pun membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di bibirnya.
Tiba di kampus.
Saat Muffy hendak memarkirkan mobilnya bersama Celia ia tak sengaja menggores sedikit mobil lamorgini berwarna merah milik seorang pria yang sedang memainkan ponselnya di dalam mobil sambil bergerak mundur memarkirkan mobilnya.
Kritt !!!
"Suara apa itu?" Tanya pria itu kepada dirinya sendiri sambil mengerutkan alisnya
"Upss"
__ADS_1
Pria itu pun membuka kaca mobilnya dan menoleh ke belakang terlihat mobil yang sama dengannya, ia pun turun dari mobil dan mendekati mobil Muffy.
"Hei...kamu keluar!" seru Pria itu sambil mengetuk kaca mobil milik Muffy, kami pun turun dari mobil dan menghadap pria tersebut.
"Ma..af kak aku ga se..nga..ja" kata Muffy terbata-bata.
Pria itu pun emosi dan hampir menampar Muffy tetapi tangannya dipegang oleh Celia.
"Heh siapa kamu berani beraninya pegang tangan saya?"
"Kamu tidak perlu tahu siapa saya, yang jelas jika bukan karena kamu mau menampar sahabat saya, saya juga ogah pegang-pegang tangan kamu" seru Celia naik pitam
Kejadian tadi pagi terulang kembali,hingga membuat mereka menjadi bahan tontonan
"lihat nih ada acara seru, tontonan gratis anak desa berani melawan pangeran ke 2 tak tahu malu ya" dan masih banyak lagi ocehan mereka.
Tiba-tiba seorang pria yang sama tampannya datang. berjalan buru-buru menghampiri sahabatnya....
"Hei Dav, kenapa kamu marah-marah disini, ada apa lihat jadi tontonan sekarang" kata Kelvin.
"Halo Vin, dua cewek ini kurang ajar banget, udah ngerusak mobil aku malah mau pergi
tanpa ganti rugi" kata David tak mau kalah.
Muffy dari tadi berdiri gemetar. Ya Muffy memang tidak bisa melawan orang orang di sekitarnya jika itu menyangkut masalah dirinya sendiri. Sama halnya dengan Celia.
"Sudah sudah, jangan diributkan lagi masalah ini biar aku yang tanggung!" Celetuk Kelvin
"Gak usah Vin, ayo kita ke kelas!" Ujar David menepuk bahu Kelvin.
"Dan kamu, urusan kita belum selesai." lanjut David menunjuk Celia dengan tatapan yang tajam.
Mereka pun ke ruangan kampus dengan jurusannya masing-masing.
Bersambung....
Hai Sahabat Readers🙋
Maaf ya Author baru Up 🙏
__ADS_1
Author ucapin terimakasih buat kalian ♡
Tunggu kelanjutannya ya...😘