The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Episode 85~Apa dia Celia?!


__ADS_3

Ada apa ini? Apa yang terjadi pada jantungku?!


"Ahmm...Maaf!" Ucap Rania seraya memperbaiki posisinya.


Mereka berdua salah tingkah dan tanpa berkata apa-apa lagi Rania langsung pergi meninggalkan David sendirian di toilet.


Huiuhh... Kenapa pake acara kepeleset sih nih kaki ?! Gerutu Rania kesal sambil memijat kakinya yang sedikit terasa sakit.


Nah..syukur nih kaki udah nggak sakit lagi! Mending, aku segera kesana.


Rania melangkah menuju ke tempat duduk digelarnya pesta kembali.


Tiba di sana Rania melirik Alva dan Lira yang tidak ada.


Kemana mereka berdua pergi? Apa jangan-jangan mereka lagi cari aku lagi?! Aduhh...baik aku telpon mereka.


Rania mengaktifkan earphone nya untuk menelpon Alva dan juga Lira.


"Kak Ran!" Panggil Alva menyentuh pundak Rania, membuatnya sedikit terkejut.


"Alva?! Lira di mana?" Tanya Rania.


"Lira lagi makan kak. Memangnya ada apa?" Jawab Alva balik bertanya.


"Enggak..nggak ada apa! Kakak hanya nanya hehe"


Sambil mematikan earphone nya.


"Oh, ya kak..."


"Hmm.."


"Tadi aku gak ngelihat kakak dansa"


"Tadi kakak habis dari toilet Al..kakak juga nggak ngelihat kamu dansa, apalagi kakak pengen tahu siapa sekarang yang ada di hatimu"


"...Nanti juga kakak akan tahu!"


"Are you serious?"


"Yeah..!"


"Well, big sister will wait!"


"Sippp sis!"


Setelah berkata demikian mereka berdua tersenyum dan seorang mengambil mikrofon untuk nge MC.


Saat Rania hendak melangkah untuk menyalami Kelvin dan tunangannya


tiba-tiba saja seorang menabraknya dengan tergesa-gesa. Rania hampir saja kehilangan keseimbangannya dan melangkah sambil mengusap dadanya, ia merasa sedikit kaget dan sedikit marah.


Rania pun melanjutkan langkahnya. Saat Rania hendak menyalami Kelvin, mendadak Vina mengambil tangan Rania sambil berucap terimakasih.


Rania heran dengan sikapnya, ia pun menyalami Kelvin namun seseorang mendorong Rania hingga akhirnya ia tak jadi untuk menyalami Kelvin.


Sungguh, sekarang Rania benar-benar heran dengan tingkah laku mereka. Rania pun berjalan menuju ke luar dari apartemen tempat acara pernikahan.


BRUGHH...!!!


"Ehh..maaf-maaf saya gak sengaja!!!" Ucap Rania meminta maaf sambil berusaha untuk berdiri.


"Seharusnya gue yang minta maaf!" Balas Muffy sambil mengulurkan tangannya.


Rania menerima uluran tangan dari Muffy.


"Terimakasih!"


"Sama-sama! Oh, ya elo juga di undang kesini?" Tanya Muffy sambil membenarkan pakaian dan tasnya.


"Iya, kalau anda sendiri?" Jawab Rania balik bertanya.


"Saya juga di unda...Celia?!"


Muffy melihat Rania sambil menutup mulutnya seakan-akan ia tak percaya bahwa yang di depannya sekarang adalah sahabat nya sendiri.


"Apa kamu baik-baik saja? Apa kau tahu aku sangat merindukanmu. Bertahun-tahun aku mencoba mencari keberadaan mu, dan akhirnya sekarang Tuhan mengabulkan doa ku"


Sambil memeluk Rania. Rania yang diperlakukan seperti itu pun semakin bingung dan mengusap punggungnya.

__ADS_1


Ada apa dengannya, kenapa ia tiba-tiba memelukku? Dan juga aku merasa dekat dengannya. Ada apa ini?!


"Cel!"


"Hmm..."


"Kenapa kau hanya diam? Apa kau sama sekali tidak merindukanku?!"


"Sebentar...sebentar! Apa saya boleh bertanya?"


"Boleh dong Cel!"


"Oke...jadi, bolehkah aku tahu siapa namamu dan siapa itu Celia? Kenapa kau memanggil ku dengan sebutan itu?!"


"Apa kau berpura-pura lupa Cel?"


"Pura-pura lupa?! Maksudnya?"


"Astaga! Ada apa dengan kau ini?"


Sambil tertawa.


Rania semakin dibuat bingung sekaligus kesal dibuatnya. Rania pun melangkah meninggalkan Muffy sambil berbisik di telinga Muffy.


"Maaf mba nama saya Rania ya dan bukan Celia!"


Setelah berkata demikian Rania melangkah meninggalkan pesta menuju ke apartemen milik nya.


Sampai di apartemen Rania melempar tas nya dan merebahkan dirinya di kasur.


Apa ada yang salah denganku hari ini?


"Apa dia Celia?!"


"Rasanya benar dia Celia, lalu ada apa dengan sikapnya?!"


Muffy menghembuskan nafas nya kasar.


"Dahlah!"


"Muffy!" Panggil Rio ketika Muffy hendak melangkah menuju ke acara pernikahan.


"Apa kau sudah lama menungguku?" Tanya Rio sambil merangkul pinggang Muffy.


"Ehh...tidak juga!" Jawab Muffy.


"Ayo kita kesana!" Ajak Rio seraya merangkul Muffy mesra menuju ke acara pernikahan Kelvin dan Vina.


▫️▫️▫️


Sementara di sebuah rumah.


Seorang laki-laki tengah duduk menyender di sofa.


"David! ..DAVID!!" Panggil Dimo dengan lantang, namun masih tidak didengar oleh telinga David.


"Kenapa dengan anak ini, apa mungkin dia sakit?! Haihh mana mungkin!"


"DAVID!!!" Panggil Dimo sekali lagi sambil menyentuh bahu David.


"Ayah?!" Sapa David.


PLAKKK!!!


"Dasar anak budeg!!!! Dari tadi ayah panggil kamu." Balas Dimo melayangkan tamparan kepada David.


"Maaf...maaf yah! Tadi Dav lagi istirahat terus gak sadar kalau Dav ketiduran"


"Ketiduran ya?! Ayo..cepat ganti baju lalu ke dapur, bantu ayah masak!" Perintah Dimo tegas.


"Aduhh..gak bisa nanti aja yah? David ngantuk, capek mau tidur"


"Melawan kamu ya?!"


"Ehh..ehh..sip yah! Dav mau ke kamar dulu ganti baju"


"Ada-ada saja anak itu!"


T_T

__ADS_1


"Apa yang harus Dav bantu yah?" Tanya David sambil memasang celemek berwarna hitamnya.


"Potong bawang bombay itu!" Jawab Dimo menunjuk ke sebuah piring yang sudah di siapkan olehnya.


"Ayah sudah siapkan dan catat semua bahan dan langkah membuat masakan. Ayah mau ke ruangan kerja dulu untuk menyelesaikan berkas!"


"Hmm"


Dimo meninggalkan anaknya memasak sendirian di dapur, sedangkan ia menuju ke sebuah ruangan rahasia miliknya yang tak boleh ada satu pun yang boleh masuk ke dalam sana.


Sebelum masuk Ayah Rania mengecek kondisi apakah ada yang mengintipnya, setelah dirasa aman barulah ia masuk dengan memasukkan sandi.


Di dapur.


Ishh..kenapa sih ayah gak manggil ART aja buat ngerjain pekerjaan rumah?! Kalau ada kan aku bisa santai-santai.


Omel David sambil terus memotong bawang dengan perasaan kesal.


Di Apartemen.


Tok..Tok..tok!!!


"Siapa?" Tanya Rania.


"Saya, Lira buk!" Jawab Lira.


"Masuk!" Balas Rania.


Lira masuk ke dalam apartemen Rania.


Lira melihat bos nya itu sedang memainkan ponsel.


"Lira!" Panggil Rania sambil menaruh ponselnya, ketika Lira hendak melangkah menuju ke pintu yang mengarah ke luar.


Langkah Lira terhenti seketika, saat mendengar panggilan dari bos nya itu. Lalu Lira berbalik sambil menunduk.


"Kamu mau kemana Ra?" Tanya Rania bingung masih memainkan ponselnya.


"Itu buk...itu... saya mau memesan makanan" Jawab Lira sedikit gugup.


"Oh..kenapa kau gugup?"


Aduhh...ternyata ibu memperhatikanku.


"Tidak buk!"


"Yasudah!"


"Baik buk! Saya izin permisi"


Rania berdehem tanda mengiyakan, Lira pun keluar dari apartemen bos nya itu melangkah menuju ke tempat memesan makanan.


"Mba saya minta tolong untuk membawakan makanan yang sudah saya pesan ke kamar no 112 dan 113, ya mba?!"


"Baik, mba! Pesanan akan segera di hantarkan"


Setelah berkata demikian Lira tersenyum lalu meninggalkannya menuju ke apartemen bos nya lagi untuk mempersiapkan segala yang ia perlukan.


Tok..Tok..tok !!!


"Permisi bu!"


Kok nggak ada suara ya dari dalam? Baik aku coba sekali lagi!


Lira mengetuk pintu sekali lagi sambil memanggil bosnya. Hasilnya nihil Rania tidak menyahut dari dalam, Lira pun khawatir dan membuka pintu tanpa izin dari Rania.


Saat Lira membuka pintu betapa terkejutnya ia ketika melihat Rania.


.


.


.


Bersambung.


🌼🌼


Nantikan Up cerita The Story' of Abandoned selanjutnya yah (✷‿✷)

__ADS_1


__ADS_2