The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.86~Gak Jadi Nikah?!


__ADS_3

Saat Lira membuka pintu betapa terkejutnya ia ketika melihat Rania yang sudah tertidur pulas. Lira mendekati Rania, menaruh ponselnya di atas meja lalu menyelimuti nya.


"Selamat tidur ibu Rania" Ucap Lira sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan Rania. Menutup pintu dengan perlahan-lahan agar Rania tidak terbangun.


Sementara di sebuah Rumah.


David sedang asyik memainkan ponselnya selagi menunggu masakannya matang.


"Whatt?! Mereka gak jadi nikah?"


Tiba-tiba saja David melihat sebuah kabar bahwa Kelvin dan Vina tidak menjadi menikah. David penasaran dengan komentar dari para sahabat,rekan bisnis, dan juga fans nya Kelvin.


"Hahah... Rasain itu cewek munafik! Elo emang pantes dapat semua itu"


"Hmm..bau apa ini?!"


Mendadak David mencium bau aneh yang mungkin baunya berasal dari dapur. Entah bau apa itu, David tidak ambil pusing mungkin mungkin itu bau kotoran kucing pikirnya, ia pun tetap melanjutkan memainkan ponselnya. Hingga sebuah asap mendatangi dirinya ia berbalik lalu kaget dan bergegas menuju ke dapur.


Tampak Dimo yang tengah sibuk memadamkan api. Begitu David tiba di sana ia langsung mengambil alat pemadam kebakaran, beberapa saat akhirnya api pun padam.


David dan Dimo merasa lega. Kemudian Dimo pun menatap David.


"Yah..yah...ayah maafin Dav!" Ucap David terbata-bata.


***


Kenapa ibu Rania belum bangun juga ya? Padahal hari sudah hampir larut malam dan juga ibu belum mandi apalagi makan. Ucap Lira sendiri sambil sesekali melirik jam.


Lira masuk ke dalam kamar Rania. Dilihatnya Rania masih tertidur pulas, Lira pun hendak membangunkan nya namun di dalam hatinya sedang bertengkar. Jujur saja sebenarnya Lira ragu untuk membangunkan Rania, karena dia mengerti pasti ibu bosnya itu sekarang sedang kelelahan. Tetapi jika tidak di bangunkan takut nya nanti ibu bos nya itu bakalan sakit dan ia juga punya janji kepada Johan.


Untuk selalu memantau adiknya. Lira mulai membangunkan Rania dengan menepuk nya, tapi ia tidak bangun. Lira pun menggoyang-goyangkan tubuh Rania, hasilnya tetap saja.


Lira memikirkan cara lain untuk membangunkannya dengan cara menggelitiki kakinya. Lira mulai melakukannya, menggelitiki kedua kaki Rania.


Rania mulai merasakan geli di bagian kakinya, ia berpindah posisi. Rania tertawa dan seketika itu pula ia terbangun karena tidak bisa menahan geli di bagian telapak kakinya.


"Akhirnya.." Gumam Lira seraya mengembuskan napasnya senang.


"Apa kau yang menggelitikkiku tadi Ra?" Tanya Rania.


"Iya bu! Saya yang menggelitiki ibu tadi" Jawab Lira sopan.


Rania melihat jam dinding dan tersentak kaget karena jam sudah menunjuk pukul 08.00 malam.


Rania beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Tapi, sebelum itu Lira menghentikan langkah kaki Rania dengan memberinya saran untuk makan terlebih dahulu.


Rania tidak memperdulikan saran dari Lira ia malah langsung melangkah menuju ke kamar mandi. Melihat kelakuan bos nya tersebut Lira hanya menggelengkan kepala, lalu mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Rania.


Beberapa jam kemudian...

__ADS_1


Hahhh...Segarnya !


Akhirnya Rania telah selesai mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk dan memakai piyama nya bersiap untuk tidur.


Drtt..Drttt...drtt


Siapa sih yang nelpon malam-malam gini? Gak tahu orang lagi tidur apa!


Rania mengambil ponselnya yang tergeletak di meja di samping tempat tidurnya.


Ehh..kok bisa ada di sini?! Rasanya tadi ponsel ku ada di bantal. Aihh,,, mungkin saja Lira yang menaruhnya.


Rania mengangkat telepon itu dan terdengar orang yang tidak asing baginya dari balik telepon.


Kelvin 📞: Halo!


Rania📞: ...


Kelvin📞: Apa kita bisa bertemu di restoran xx ?!


Rania📞: ...


Kelvin📞: Ada hal penting yang harus aku sampaikan, aku sudah share lokasinya!


Rania📞: Ja..


Belum sempat Rania bicara, Kelvin malah langsung mematikan teleponnya. Setelah mengakhiri telepon mendadak jantung Rania berdegup kencang, dia heran kenapa Kelvin tiba-tiba mengajak nya untuk bertemu, padahal kan dia sudah menikah dan hal penting apa yang akan ia bicarakan?


Rania tiba di sebuah restoran. Ia mencari-cari keberadaan Kelvin, Rania menemukannya di pojok ia pun menemuinya kesana.


"Maaf membuat mu lama menunggu!" Ucap Rania sambil menarik kursi.


"Ad.."


"Mba!" Potong Kelvin memanggil seorang.


"Iya pak ada yang bisa saya bantu?" Sapa pelayan sopan.


"Kartu menu?!" Jawab Kelvin datar.


"Ini pak maaf" Sambil memberikan kartu menu.


Kelvin memilih menu lalu memberikannya kepada Rania.


"Apa aku harus memesan juga?!"


"Terserah kau saja!"


"Ahmm..mba! saya pesan yang ini ya. Tolong cepat yah"

__ADS_1


"Baik! ibu, pak. Saya permisi"


Sepergian pelayan tersebut. Mereka menunggu beberapa saat hingga kecanggungan menghampiri Rania dan Kelvin.


Rania melirik jam tangannya sekilas, lalu membuka tas nya dan mengambil ponsel.


Kelvin mencuri-curi pandang mencoba untuk melihat Rania.


Sebenarnya ada apa di ponselnya sehingga ia tidak memperdulikan ku ?! Pikir Kelvin dalam hati, yang sebenarnya kesal melihat Rania yang hanya sibuk mengutak-atik ponselnya.


Rania sadar di perhatikan ia malahan tertawa lalu mendongak lantas Kelvin kaget dan salah tingkat mencoba untuk terlihat sibuk juga.


Huhu kacian banget ci.. Pasti dia bertanya-tanya kenapa aku ketawa. Dia kalau salting lucu juga. Pikir Rania tertawa dalam hati.


Beberapa saat mereka menunggu akhirnya pelayan datang membawakan pesanan mereka.


"Silahkan pak, Bu dinikmati. I hope you like it! Saya izin permisi" Ucap Pelayan itu sambil meletakkan pesanan mereka di meja makan.


"Terimakasih mba!" Balas Rania ramah.


Selesai membawakan pesanan pelayan itu pun pergi meninggalkan Rania dan Kelvin di meja makan.


"Hei! Apa kau kesini hanya mengajak ku makan saja?!" Tanya Rania.


Kelvin meletakkan sumpit nya di samping makanannya, lalu menatap Rania.


"Mengapa tidak bertanya kenapa aku mengajak mu kesini?" Tanya balik Kelvin.


"Hah?! Apa kau bilang?" Protes Rania sambil berdiri menatap tajam Kelvin.


Kelvin menghembuskan nafasnya saat Rania berdiri.


"Maaf" Ucap Rania, lalu kembali duduk di tempat semula.


"Jadi, aku mengajakmu kesini karena aku ingin bicara serius denganmu" Kata Kelvin, hendak mengambil tangan Rania.


"Sebentar.. sebentar! Kenapa kau tidak mengajak istri mu kemari?" Balas Rania bertanya sambil menarik tangannya dan memberi tanda berhenti.


"Aku tidak jadi menikah!"


"APA?!" Rania terkejut dengan membelalakkan matanya seakan tak percaya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


🌼🌼


__ADS_2