The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.77~ Terngiang-ngiang


__ADS_3

"Kenapa kau terburu-buru pulang gadis desa?!"


Gadis Desa !!! Gadis Desa !! gadis desa ! Kata-kata yang dikeluarkan oleh David membuat kata itu terngiang-ngiang di kepala Rania.


"Ahh..kenapa dengan kepalaku?!" Rania memegangi kepalanya yang mendadak terasa sakit.


"Ibu Rania!!" Seru Lira sambil memegangi Rania.


"Apa ibu baik-baik saja?" Tanya Lira khawatir.


"Hmm..Iya, saya baik-baik saja! Tolong antarkan saya menuju ke rumah!" Jawab Rania berusaha tetap baik-baik saja.


"Ayo,lewat sini bu!" Kata Lira.


Lira menuntun Rania menuju ke mobil untuk menghantar Rania pulang.


Sampai di gerbang depan rumah Rania meminta Lira untuk pulang membawa mobil nya, bukannya kenapa. Tapi, jika Lira masuk mami Bella akan bertanya kepadanya, mencurigainya, dan lain-lain.


Apalagi sekarang kepala Rania sakit, ia pun melangkah menuju ke kamarnya. Berusaha terlihat sebaik mungkin agar orang rumah tidak mencurigai nya, dan untung saja Lira mau membawa mobil Rania pulang ke rumahnya jadi, Rania bisa memberikan alasan bahwa mobilnya sedang di servis.


Tiba di kamar Rania menutup pintu, meletakkan tas nya di sembarang tempat membuka cardiga nya dan juga menaruh sepatunya di bawah tempat tidur.


Rania langsung merebahkan dirinya di kasur memijat-mijat kepalanya.


Gadis desa? Rasanya aku pernah mendengar kata itu. Tapi, dimana ya? Hhh... kepala ku makin sakit jika mengingatnya!


Rania membuka lemari di samping kasurnya, ia mencari-cari obat penghilang sakit kepala yang diberikan oleh dokter. Setelah menemukannya ia menuangkan air lalu meminum obat itu.


Setelah meminum obat Rania tidur, berusaha untuk melupakan kata-kata yang membuat kepalanya sakit.


▫️▫️▫️

__ADS_1


"Johan!" Panggil Bella.


"Iya, mi! Ada apa?" Sahut Johan sambil meminum air putih.


"Apa kau melihat Rania?" Tanya Bella.


"Rania? Nggak mi, seharian ini kan han ada di kebun. Memangnya ada apa dengan Rania mi?"


"Nggak! mama cuman nanya, tadi Rania bilang keluar besuk temennya. Sekarang apa Rania masih di sana ya?"


"Kalau gitu biar han yang cari Rania mi!"


Johan melangkah menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar Rania.


"Dik!" Panggil Johan dengan suara yang lembut, seraya membuka pintu dengan perlahan-lahan.


Dilihatnya Rania sedang tidur, Johan pun menemui Rania. Johan kasihan untuk membangunkannya tapi, karena hari sudah semakin sore dan Rania pasti belum makan.


Ia pun membangunkannya dengan menyentuh pundaknya.


Rania berdehem membalas panggilan dari kakaknya, lalu berbalik dan bangun.


"Ayo bangun! ini sudah sore, apa kau tidak makan?" Tanya Johan yang tadinya lembut sekarang tegas.


"Sore?!" Ucap Rania tidak percaya sambil melirik jam.


"Astaga, dik! kalau gitu Kakak tunggu kamu di meja makan sama mami. Cepatlah turun!" Perintah Johan lalu meninggalkan Rania di kamarnya.


Sepeninggalan kakaknya, Rania memegangi kepalanya.


"Syukurlah, sakit kepala ku sudah mendingan"

__ADS_1


Rania beranjak dari tempat tidurnya mengambil ikat rambut sambil mengikat rambutnya berbentuk seperti bun, barulah ia menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan.


Di meja makan mami Bella dan juga Johan sudah menunggu Rania untuk makan malam bersama. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dari tadinya sore sekarang sudah malam karena matahari sudah terbenam. Langit yang tadinya berwarna oranye sekarang berubah menjadi warna hitam.


Rania makan bersama dengan mami Bella dan juga Johan dengan hening, hanya terdengar suara garpu dan sendok di atas meja makan.


Selesai makan mami Bella memanggil Rania.


"Rania!" Panggil mami Bella.


"Iya ma?" Sahut Rania.


"Apa tadi kamu jadi pergi membesuk temanmu? dan juga tadi siang sudahkah kamu makan?!" Tanya mami Bella.


"Jadi, ma! Rania sudah makan siang mi" Jawab Rania.


"Oh, Pelayan!"


"Iya nyonya"


"Tadi siang apa kau melihat Rania makan?!"


Fora menatap Rania, Rania yang ditatap begitu hanya menatapnya balik mengisyaratkan agar Fora mengatakan ia.


Fora menatap mami Bella dan Rania bergantian.


.


.


.

__ADS_1


🌼🌼


Bersambung.


__ADS_2