The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.63~ •°•°Skip°•°•


__ADS_3

Sampai di pasar ia menemukan pedagang sayuran, ikan, dan juga lain sebagainya.


Celia pun membeli bahan-bahan masakan yang telah habis.


***


Selesai membeli bahan-bahan masakan di pasar, Celia pulang. Sampai di rumah Celia melihat Muffy di meja makan yang sedang sarapan.


"Celia! darimana saja kau?" Tanya Muffy ketika melihat Celia menaruh tas belanjanya di atas meja dapur.


"Dari pasar. Apa kau sudah selesai sarapan?" Balas Celia bertanya.


"Sudah! tinggal sedikit lagi." Jawab Muffy.


"Oh, baiklah!" Kata Celia.


Celia melanjutkan kegiatannya dengan mencuci barang belanjaan yang dibelinya tadi di pasar.


"Hari ini kau mau masak apa?" Tanya Muffy sambil membantuku mencuci wortel.


"Hmm... apa ya? aku masih berpikir." Jawab Celia.


"Bagaimana kalau ayam bakar madu dan sambal udang?" Saran Muffy.


"Boleh juga! tolong bantu aku ya?!" Kata Celia.


"Oke!" Balas Muffy sambil jarinya membentuk huruf o.


Mereka pun mulai memasak. Di dapur terdengar canda tawa oleh kedua sahabat itu.


Sampai akhirnya mereka telah selesai memasak. Celia pun menyajikannya di meja makan dan Muffy sudah terlihat ngiler dengan aroma masakan.


"...Baunya harum!" Kata Muffy.


"Semoga rasa dan aroma nya sama." Balas Celia, sambil mengambil piring.


Lalu mereka pun makan tak lupa berdoa.


Sehabis makan seperti biasa mereka mencuci piring lalu menemui nenek untuk memberikannya obat dan juga makanan. Makanan yang nenek makan diharuskan untuk sayur-sayuran.


Kemudian Celia membuka toko walaupun tidak terlalu siang namun masih ada saja konsumen yang ingin membeli kuenya.


......................


Sampai akhirnya langit telah berubah warna menjadi orange yang artinya hari sudah akan sore. Celia dibantu oleh Muffy menutup toko karena hari sudah semakin sore kini, Muffy pamit pulang kepada nenek dan juga Celia.


Setelah menghantar Muffy keluar Celia pun melangkahkan kaki nya menuju ke kamar untuk membersihkan diri lalu turun untuk makan malam dan juga memberikan obat kepada nek Tina. Selanjutnya ia pun tidur di kamar karena hari sudah malam.

__ADS_1


<>


Keesokan harinya..


Celia telah siap untuk KKN di desa Orbin.


Sementara nenek sudah dijaga oleh mama Muffy. Ia pun tak perlu khawatir lagi untuk pergi meninggalkan nenek KKN di desa Orbin.


Bersama dengan Muffy, Kelvin, Dina,Vina, Rio, David dan para mahasiswa lainnya mereka telah berada di dalam bis.


Di dalam bis.


"Hei! elo jangan desak-desak gue!! Napas gue udah sesak nih! oh my God, panas lagi disini. Apa ngga ada AC atau semacamnya apa?!" Omel Vina.


"Heh! lebih baik elo pakai mobil sendiri kan lebih baik. Daripada ngomel disini nggak jelas kaya orgil tahu?!" Balas Rio sambil menatap Vina dengan tatapan tidak suka.


Mendengar balasan dari Rio membuat para mahasiswa yang berada di dalam bis tertawa terbahak-bahak. Vina yang ditertawakan seperti itu merasa kesal.


Sampai akhirnya beberapa jam mereka memasuki desa Orbin. Membuat Celia mengingat ingatannya masih kecil bersama dengan ibu nya, Jujur Celia rindu dengan desa tempat tinggalnya dahulu.


Begitu pun Kelvin yang mengingat dirinya pernah hampir tenggelam di air terjun dekat desa Orbin. Ia tak pernah melupakan momen itu, momen dimana Celia menyelamatkan nya ia menganggap momen itu lucu. Seharusnya laki-laki yang menyelamatkan perempuan, ini malah sebaliknya.


...…………...


Beberapa saat kemudian.


"Cel..Cel! ayo turun!" Ajak Muffy mengguncang badan Celia. Karena Celia masih melamun.


"....Aha,,iya? ayo!" Balas Celia cepat.


Mereka pun turun dari bis.


"Ayo adik-adik! ikuti kakak!" Kata kakak dosen.


Para mahasiswa pun mengikuti kakak dosen menuju ke Padang rumput.


"Kita mau ngapain sih ke padang rumput ini kak? aduhh...kan kaki ku jadi gatal!" Pekik Vina sambil menggaruk kakinya, yang terkena rumput.


"Kakak mau nanya sama adik-adik. Disini siapa saja yang protes dengan kegiatan KKN ini? Ayo katakan!" Balas Kakak dosen sambil menatap para mahasiswa secara bergantian.


Krik..krik..krik..


Hanya bunyi jangkrik dan tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut para mahasiswa.


"...Kakak kasih satu kesempatan kepada kalian yang ingin protes lagi! kalau tidak ada berarti satu orang akan di hukum jika protes lagi." Lanjut kakak dosen sambil menatap tajam Vina.


Vina yang di tatap begitu hanya menelan saliva nya dengan kasar. Kakak dosen itu pun mengalihkan pandangannya dengan menatap tenda yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Oke. Lupakan hal itu! Mari kita membuat tenda! ...Tapi sebelum itu bersihkan dahulu tempat ini!"


Selesai membersihkan sampah plastik yang sedikit berserakan, lalu para mahasiswa pun membuat tenda bersama-sama, dengan cara dosen membagi kelompok. Kelompok putri memasang tendanya dan begitu pun kelompok putra, dibantu oleh masing-masing kakak dosen.


...********...


Beberapa jam kemudian.


Tenda telah terpasang dengan rapi oleh para mahasiswa. Lalu mereka pun diarahkan lagi untuk memasak. Kelompok putra mencari kayu bakar sementara kelompok putri menyiapkan bahan masakan.


Setelah kelompok putra mencari kayu bakar kini mereka ditugaskan untuk membuat api unggun untuk digunakan memasak. Kelompok putri yang di pimpin oleh Celia dan juga kakak dosen.


Mereka memasak sup dan ikan bakar. Hanya dua hidangan tapi banyak. Selesai memasak mereka menyajikan hidangannya di atas meja yang sudah disiapkan oleh kelompok putra bersama kakak dosen.


"Apa kalian sudah cuci tangan sebelum makan adik-adik?" tanya kakak dosen.


"Sudah lah kak!! mana mungkin kami masih seperti anak-anak yang harus di suruh dahulu baru bergerak. Betul nggak bro?!" Jawab David dan juga para mahasiswa laki-laki.


Setelah mendengar jawaban dari David dan juga para mahasiswa lainnya, kakak dosen itu sedikit tertawa dan ia pun menyuruh kami para mahasiswa untuk mengambil piring lalu makan.


Beberapa saat kemudian...


Para mahasiswa telah selesai makan. Mereka diberikan istirahat 20 menit. Lalu mereka menunggu arahan dari kakak dosen lagi.


"Selamat siang adik-adik! bagaimana apa istirahat kalian cukup?" Tanya kakak dosen.


"Cukupp!! Tidak..cukupp!" Jawab sontak para mahasiswa.


"...Siapa yang menjawab tidak cukup? Ayo jawab!" Kata kakak dosen menatap para mahasiswa secara bergantian.


"Tuhkan, Vina! apa gue bilang tadi?! " Kata Dina sambil mendesis kesal.


"Iya! ya! gue salah!! diam elo!! Sttt!!" Balas Vina sambil menutup satu jarinya, mengisyaratkan kepada Dina agar bungkam.


Kakak dosen menatap Vina dengan tatapan yang tajam dan juga Dina. Vina hanya tersenyum membalas tatapan tajam dari kakak dosen, sedangkan Dina ia menunduk.


.


.


.


Bersambung.


🌼


Terimakasih sudah mengikuti cerita Celia 🙏🏻maaf,kadang update nya gak menentu😅

__ADS_1


__ADS_2