The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.65~Mata Panda


__ADS_3

Selesai mandi Celia membersihkan bahan-bahan memasak di dapur dekat tenda.


DUARRRR!!


Huwaaaaa!!!


"Hahah!!"


Muffy mengagetkan Celia dengan menepuk bahunya, melihat Celia kaget membuat nya tak bisa menahan tawa melihat ekspresi wajah Celia yang sungguh imut.


Celia menarik napas mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Senang ya? datang-datang langsung ngagetin orang?!" Kata Celia sambil berkecak pinggang.


"Sorry Cel! Maafkan sahabat mu ini yang suka menjahili mu." Balas Muffy dengan ekspresi wajah dibuat se lucu mungkin, supaya Celia tidak marah.


Tapi,Celia malah berbalik dan tidak menanggapi ucapan dari Muffy. Ia lanjut membersihkan sayuran.


Melihat hal tersebut Muffy langsung mendekati nya dan membantunya mencuci sayuran. Sampai akhirnya beberapa para mahasiswa datang membantu, kecuali Vina dan Dina mereka masih terlelap dalam tidurnya.


"Hoamm!! tidur ku tidak nyenyak sama sekali!" Pekik Vina membuat Dina terbangun dari tidurnya.


"Kaktus cair! kaktus cair!" Kata Dina.


Membuat Vina menoleh ke arah Dina. Dina yang juga menoleh ke arah Vina membuat keduanya sama-sama kaget, dan menutup wajahnya dengan selimut.


"Hantu! hantu!"


"Jangan dekat-dekat denganku!!"


Beberapa saat Vina baru menyadari kalau itu bukan hantu, tapi melainkan Dina.


Apa Dina sengaja menakut-nakuti ku? dengan memakai make up berwarna hitam di matanya?! Vina.


Tanpa berpikir lama lagi Vina langsung beranjak dari tempat tidur nya dan menyamperi Dina di sebelah tempat tidurnya.


Vina dengan paksa membuka selimut yang menutupi wajah Dina.


"Hei! elo mau nyoba nakutin gue ya?!" Kata Vina geram.


"Hah? gak salah tuh? elo gak liat mata lo juga?!" Balas Dina sambil mengambil handphone nya, mencari aplikasi kamera dan menyodorkannya kepada Vina agar dia bisa melihat wajahnya.


"Huwaa!! kenapa mata gue bisa gini?!"


"Sini, bawa hp gue!!"


"...pasti elo yang udah ngejahilin gue, ya kan Din?! ayo ngaku! pasti elo!!"


"Hadeuhh!! lo tahu gak kenapa mata kita bisa kayak gini?"


Vina menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.


"Kurang tidur!!"


Setelah berkata demikian Dina langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi. Sementara Vina, ia masih mematung.


Gimana ini? oh my okaasaii! Kalau Kelvin ngeliat gue kayak gini gimana? ihh..jangan sampai deh. Vina.


Vina pun terpikir untuk menutupi kulit matanya yang hitam dengan make up.


"Dina..." Panggil Vina. Tetapi Dina tidak ada membuat Vina kesal dan ia kemudian menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


***


"Ini, ditaruh dimana Cel?" Tanya Pila membawa sebuah mangkok besar yang berisi sup.


"Oh, itu.. taruh di situ saja Pil!" Jawab Celia sambil menunjuk.


"Akhirnya!! makanan sudah siap! Ayo kita makan?!" Ajak Muffy.


"Stop!!" Seru Vina yang dari arah tenda berlari bersama dengan Dina. Dengan napas yang sudah setengah ngos-ngosan ia menemui kami.


"Apa?! nggak salah liat nih gue? masa primadona sekolah terlambat?" Sindir Muffy.


"Hmm...Maaf ya teman-teman, kami datang terlambat! soalnya tadi ada kakek-kakek yang meminta bantuan. Bukan karena TERLAMBAT BANGUN!!" Sindir Vina balik dengan menekan kata terakhir dan menatap Muffy.


"Sudah-sudah!! ayo kita makan!" Kata Celia.


Mereka pun mengambil piring masing-masing dan mulai makan bersama.


Sementara kelompok putra mereka juga makan bersama dengan kelompok putri. Kelvin mencuri-curi pandang untuk bisa melihat Celia.


Rio yang baru menyadari kalau Kelvin sedang mencuri-curi pandang untuk bisa melihat Celia walau dari kejauhan, membuatnya merasa geram. Dirinya pun memindahkan tubuhnya dan menutupi Celia, agar Kelvin tidak melihatnya.


"Hei! kenapa kau berpindah tempat?!" Tanya David.


"..Tadi di sana ada nyamuk makanya gue pindah tempat!" Jawab Rio berbohong.


"Heh..dasar! laki-laki pengecut!" Sahut Kelvin.


Rio tidak membalas perkataan dari Kelvin.


Yang terpenting dia gak ngelihat Celia ! Aman ! Rio.


Setelah makan mereka beristirahat sejenak lalu kakak dosen menyuruh mereka untuk berkumpul.


"Pagi! Baik kak!" Balas Para mahasiswa.


"Tapi sebelumnya disini ada yang ingin bertanya?" Tanya dosen wanita.


"Saya kak!" Jawab Celia.


"Iya, dik? silahkan!"


"Untuk adik-adik yang sudah kami temukan apakah harus sesuai dengan sesama jenis kami kak?"


"Tidak dik! kalian boleh mengajak adik sesama jenis atau tidak."


"Terimakasih kak!"


"Apa ada yang ingin bertanya lagi?!


"I'm!"


"...Iya dik? silahkan!!"


"Misalkan, kami tidak bisa mengajak anak kecil kemari satupun. Walau sudah kami bujuk, kira-kira apa konsekuensinya?"


"Pertanyaan yang bagus! Jika kalian tidak bisa mengajak seorang anak kecil kemari, berarti kalian dianggap gagal menyelesaikan KKN. Apa kalian mengerti penjelasan kakak?!"


"Ya! kami sudah mengerti kak!"


Kemudian setelah berkata demikian para mahasiswa pun bubar dan mulai menyusuri desa dan mengajak anak-anak untuk belajar, bersama kami.

__ADS_1


***


Diperjalanan aku menemukan seorang anak kecil bersama dengan ibunya. Aku melihat anak kecil itu menangis dan terdapat luka di wajahnya.


"Anak yang tidak tahu diri! Apa kau tahu, aku hanya ingin uang ayahmu bukan dirimu dan juga ayahmu?!"


"Kau jahat! Kenapa kau memperlakukan aku seperti ini? padahal aku menyayangi mu seperti aku menyayangi ibu kandungku."


"Sudah aku bilang kan. Aku tidak menyayangi mu, dan juga aku tidak perduli denganmu! dasar anak kurang ajar!"


Ibu itu hendak melayangkan pukulan kepada anak kecil itu, aku pun dengan segera menahan agar pukulan itu tidak sampai kepada anak kecil tersebut.


"Siapa kau?! Apa urusanmu dengan kami?"


"Saya memang tidak berhak mencampuri urusan anda! tapi, apakah anda tahu jika anak kecil itu tidak berhak mendapat perlakuan kasar, seharusnya ia mendapat kasih sayang."


"Halah! kau sok-sokan menceramahi ku! tahu apa kau?!"


"Cukup! sudah cukup bu!"


Dia menampar anak kecil itu sekali lagi, membuat ku geram. Aku pun menarik anak itu pergi dari ibu itu, namun ia dengan cepat mengambil tangan anak kecil itu. Ia menyuruhku untuk melepaskan genggamanku, namun aku tidak perduli.


Ibu tersebut sudah sangat marah dan melayangkan tangannya hendak memukul Celia. Namun tiba-tiba tangan ibu itu di tahan oleh Kelvin.


"Ibu mau ini kan? ayo ambil!" Kata Kelvin sambil menunjukkan selembar uang.


Ibu itu pun merubah ekspresi wajahnya ketika melihat uang dan langsung mengambil uang itu tanpa berterima kasih.


"Ibu! jangan sakiti anak ini lagi, kalau begitu ibu akan saya laporkan ke pihak yang berwajib."


Setelah Kelvin berkata seperti itu, ibu itu langsung menelan saliva nya kasar.


"...Tidak! saya tidak akan menyakiti dia lagi, saya janji!"


"Terimakasih bu! Hmm..ibu minta maaf kepada teman saya dan lagi anak ibu saya pinjam sebentar. Karena saya mau mengajak anak ibu dan teman saya ke acara kampus saya yang tak jauh dari sini."


"Baiklah saya ijinkan! Tapi anda harus janji untuk tidak memberi tahu ayahnya bahwa saya telah memperlakukan dia dengan kasar."


Kelvin pun mengangguk tanda setuju dan setelah berkata demikian ibu itu menatapku dan aku tahu apa yang akan ia katakan. Dan aku tidak memperbolehkan ibu itu untuk meminta maaf kepada ku, tapi aku hanya ingin ia berjanji. Supaya dia tidak akan memperlakukan anaknya dengan kasar seperti ini lagi.


Ibu itu pun mengangguk dan berjongkok lalu meminta maaf kepada anak kecil itu. Anak itu pun menangis dan memeluk ibunya dan ia juga membalas pelukan anaknya dengan hangat. Walaupun itu bukan ibu kandungnya, tapi anak itu tetap menyayangi ibu tirinya.


Kemudian ibu itu pun meninggalkan anaknya pergi ke rumah dan hanya tertinggal kami bertiga.


"Oh, ya siapa namamu?" Tanya Celia sambil berjongkok, dan memegang tangan anak itu.


"Namaku Alva, kalau kakak siapa?" Jawab Alva, balik bertanya.


"Nama kakak Celia. Kamu bisa memanggil kakak Lia atau Cel."


"Dan kakak? apa kakak tidak dikenalkan oleh kakak Celia?"


"Heheh.. aku hampir lupa! Oh, ya kenalkan ini kakak Kelvin."


Anak itu pun mengangguk tanda mengerti dan tersenyum. Dan aku mengajak anak itu berjalan menuju ke arah tenda.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


🌼


__ADS_2