
Di Cafe Rania dan Alva menikmati menu pesanan mereka sambil mengobrol.
"Bagaimana bisnis kakak di kantor apa semua berjalan dengan baik?" Tanya Alva memulai percakapan sambil mengunyah makanannya.
"Syukur, bisnis kakak berjalan dengan baik dik." Jawab Rania sambil tersenyum, baru kemudian balik bertanya setelah menelan makanannya.
"Lalu,bagaimana dengan pekerjaan mu dik?Kakak harap tidak lebih baik dari kakak." Ucap Rania.
Mendengar ucapan dari Rania membuat Alva tertawa. Dia tahu kalau kakak nya tidak boleh lebih rendah dari dia,namun harus sama.
"Sudah tentu dong kak, pekerjaan Va berjalan dengan lancar dan sangat baik..Syukur lebih baik dari kakak!" Balas Alva sengaja melebihkan
"What? No kidding deh!" Ucap Rania dengan muka tidak percaya.
"Yeah, i'm not bercanda..But, serious sis!" Balas nya meyakinkan Rania.
"Oh,no! My younger brother lebih baik dari kakak nya..Wah,ini gak bisa dibiarin nih." Kata Rania dengan ekspresi seolah-olah dibuat tidak terima.
"Hmm..sepertinya ada yang tidak terima nih. Va minta maaf ya kak, Va tidak bermaksud begitu kok. Honestly, Va hanya bercanda!" Balas Alva dengan wajah memelas.
Melihat hal tersebut membuat Rania tertawa sampai menangis. Alva hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tingkah laku Rania.
Setelah jam berlalu...
"Dadahh kakak, Va pamit ya." Izin Alva segera ia meninggalkan Rania.
"Terimakasih,ingat hati-hati!" Pinta Rania melambaikan tangannya,hingga mobil Alva tidak terlihat lagi ia lalu masuk ke dalam dan menuju ke kamarnya.
Di kamar nya ia membersihkan diri lalu turun untuk dinner. Selesai makan malam Rania kembali ke kamarnya dan tidur.
Pagi harinya...
Rania terbangun dari tidurnya yang lelap, ia melihat jam dan dilihatnya jam sudah menunjuk pukul 07.00 pagi.
"Oh,tidak! Kenapa aku bisa bangun kesiangan sih?" Gerutu Rania kesal pada dirinya sendiri sambil menyibak selimut nya dan berlari menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Rania menuruni anak tangga satu persatu dan melangkah menuju ke meja makan untuk mengambil sarapan. Di meja makan Rania melihat Johan dan mami Bella yang bersiap untuk makan,melihat Rania datang membuat kedua nya menatap Rania sedikit lama.
Rania yang di tatap seperti itu bingung,lalu ia pun bertanya. "What wrong mi and brother?" Sambil memeriksa pakaian yang ia kenakan,barangkali ia menemukan ada yang salah.
Mami dan Johan tersenyum melihat tingkah laku Rania. "Eeesh, stop! There's nothing wrong with your appearance, it's just do you remember what day today is?" Tanya Johan.
Rania mengerutkan alisnya dan mencoba mengingat hari ini hari apa.
"Pftttt..almost forgot! Now,is time to weekend!" Jawab Rania sambil menarik kursi.
"Aha..yes thats what i mean." Ucap Johan,mami Bella hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku kedua anak nya tersebut,sambil menuangkan sesendok nasi di piring Rania.
"Thank you mi!" Ucap Rania setelah itu ia mengambil lauk.
Selesai makan...
Rania melangkah menuju ke kebun untuk menikmati weekend dengan mengajak burung Lovebird peliharaannya untuk bermain,setelah itu kucing.
Meoww!meoo...
Meow, wah bulu Catca makin lebat ya sekarang. Sambil mengelus si pus,Rania terlihat senang,lanjut ia menyiram tanaman dengan ditemani oleh Catca
"Rania!"
"Celia!"
Teriak dua orang perempuan yang memanggil namanya secara bersamaan. Seketika Rania menghentikan aktivitas nya menyirami tanaman dan memegangi kepalanya yang terasa sakit dan memori ingatannya kembali terlintas di pikirannya.
Bruggg,Shshsh!
OH,TIDAK CEL,RAN!
Rania berusaha untuk menahan rasa sakit yang menyerang di kepalanya,ia hendak berbalik untuk melihat siapa yang memanggil nya dengan nama itu. Namun ia tidak kuat lagi menahan sakit di kepalanya,akhirnya ia tumbang tak sadarkan diri dengan teko air nya jatuh sedangkan si pus terkejut dengan bersembunyi dibalik dedaunan.
"Bagaimana ini? Ini semua salahmu!" Ucap Liusu khawatir sekaligus menyalahkan Muffy.
"DIAM LU! Kita semua khawatir,jadi jangan hanya menyalahkan Muffy! Balas Rio membentak Liusu dengan menatapnya tajam.
Muffy yang di salahkan hanya bolak balik
memikirkan kondisi Celia.
Rio yang melihat Muffy mondar mandir hanya bisa diam dan berusaha untuk membuat Muffy tetap tenang.
Ceklek
Begitu pintu terbuka Muffy langsung menghampiri dokter keluarga yang memeriksa Rania yang keluar dari pintu kamarnya.
"Bagaimana kondisi teman saya dok?" Tanya Muffy khawatir.
"Kondisi teman anda sudah membaik,jika kalian mau melihat kondisi nya jangan terlalu ribut ya,karena pasien masih perlu istirahat." Jawab dokter Cindy.
"Baik dok terimakasih!" Ucap Muffy sambil berjalan yang sudah tidak sabar ingin menemui Celia.
"Ehh..elo mau kemana?" Tanya Liusu menghalangi Muffy untuk masuk ke kamar Rania.
"Minggir,aku mau menemui Celia!" Jawab Muffy ketus.
"Emang lu aja yang mau nemuin dia,gue juga mau kali." Ucap Liusu ketus.
"Eneg gue liat lu!" Lanjut Liusu sambil melototi Muffy.
"Kalau eneg jangan dilihat,itu aja kok susah!" Ujar Muffy sambil berlalu menemui Rania.
Johan hanya diam dan berusaha untuk menenangkan Liusu agar tidak terbawa emosi.
"Sudah"jangan ribut kalian!" Pinta mami Bella menenangkan Liusu dan Muffy.
Mereka pun masuk satu persatu ke kamar Celia untuk melihat kondisi nya.
Oh,ya mengenai Muffy dan Rio kenapa mereka bisa tau kalau Rania bisa ada di rumah mami Bella itu karena Muffy menghantarkan kue pesanannya,yang kebetulan saja ia tak sengaja bertemu dengan Rania yang terburu-buru berangkat ke kantor beberapa hari yang lalu.
Di kamar terlihat Rania tengah terbaring lemas
melihat hal itu membuat Muffy tak berdaya sama seperti mami Bella dan juga yang lainnya.
Flashback On
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu dengan gaun yang kakak pakai dek apa kakak terlihat cantik?"Tanya Kiana sambil merapikan gaunnya.
"Uhmm..gimana ya?" Bella sengaja menggantungkan ucapannya sambil tersenyum agar kakak nya semakin bertambah penasaran.
"Bilang saja,jangan membuat kakak penasaran! Kamu sengaja kan dek,ishh..kakak don't like." Sambung Kiana dengan memayunkan bibirnya.
Melihat hal itu membuat Bella gemas melihat kakak nya,ia pun mengalungkan tangannya di leher Kiana dengan tertawa kecil.
"Iya deh iya kakak pakai baju apa cantik! Apalagi kalau memakai gaun pengantin ini,lebih cantik." Puji Bella dengan bergelayut manja di leher kakak nya.
Mendengar pujian dari adiknya Kiana tersenyum lalu menatap Bella lekat.
"La berharap kakak bisa hidup bahagia bersama kak Andy. La juga bermimpi kita hidup bahagia bersama dengan keluarga kecil kita nantinya, kakak tahu La udah ga sabar pengen ngeliat gimana sepupu La nantinya apakah mirip La atau mirip kakak." Bella menghembuskan nafas nya pelan membayangkan mimpi nya segera menjadi kenyataan.
Kiana menghembuskan nafas nya panjang ketika mendengar hayalan dari adik nya yang terlalu cepat.
Ctakk..Kiana menjitak dahi adiknya.
"Aduh..sakit! Emang ya sifat usil kakak gak hilang hilang ,aku mau bilang ke kak Andy aja biar dia tahu bagaimana sifat calon istrinya..ahaha" Bella meringis kesakitan sambil meledek kakaknya.
"Sana bilang! Kakak gak takut tuh sama ancaman kamu, kakak juga akan bilang ke Wiliam kalau sifat calon istrinya itu suka mengancam orang,gimana?" Ancam Kania balik yang tidak mau kalah dengan adiknya.
"Ikan teri makan kuda..." Pantun Bella
"Yauda,ngalah aja!"Potong Kiana
"Oh my gosh, look at these sister who never get along! Come on, acara akan segera dimulai jadi untuk hari ini jangan berantem dulu ya kakak Kiana dan adik Bella yang not pretty!" Pinta Yuna sahabat Kiana yang datang secara tiba tiba.
"Diam!"Perintah Bella dan Kiana bersamaan,sontak membuat Yuna terkejut.
"ASTAGA KALIAN BERDUA INI!!!" Seru Yuna kesal dengan wajah memerah seperti kepiting rebus membuat Kiana dan Bella yang tadinya marah menjadi ketakutan.
Bella dan Kiana saling pandang lalu mengisyaratkan kepada adiknya untuk mencari cara agar Yuna tidak melampiaskan amarahnya.
"Wahh..lihat kakak ada siapa tu di belakang kak Yuna!" Ucap Bella dengan mata yang sudah berbinar-binar memandang ke belakang Yuna.
Yuna mulai gugup ia berhati-hati berbalik
dan dilihatnya tidak ada siapapun di belakangnya.
FAST ESCAPE!!! Teriak Bella sambil tertawa degan Kiana.
"AWAS KAU KIANA,BELLA!!!" Seru Yuna mengejar mereka berdua.
Kiana dan Bella sudah resmi menikah dengan pasangannya masing-masing.
Mereka pun mulai menjalani kehidupan berumah tangga.
Kiana yang baru datang dari Paris dan juga Bella dari Turkey bersama pasangannya masing-masing dengan membawa oleh-oleh kandungan yang sudah berusia 4 dan 5 bulan ini merupakan suatu anugrah yang luar biasa bagi mereka,mereka sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk menjadi calon ibu oleh tuhan.
"KAMU JUGA ADIK KU SELAMAT YA KAMU SEBENTAR LAGI AKAN MENJADI IBU JUGA!" Balas Kiana yang juga sama sama senang sekaligus terharu sambil memeluk adiknya.
Semula kehidupan mereka damai hingga akhirnya seseorang datang ke kehidupan suami Kiana. Saat itu pak Andy diminta untuk mewakili teman bisnis nya datang ke acara ulang tahun putri sulung dari Bapak Tohir Civilian seorang Ceo ke 3 di kota Grasir.
Brukk!!! Ehh..maaf, aku gak sengaja kamu gapapa kan? Tanya Naomi khawatir sambil membersihkan noda sisa makanan di jas Andy dengan menggunakan tisu.
Jarak mereka berdua berdekatan Andy yang juga sibuk membersihkan jas nya dari makanan yang ditumpahkan Naomi kepadanya.
"Bukan masalah mba, terima.." Mata mereka berdua bertemu
Deg...
Cantik! Ucap Andy yang tanpa sadar ketika melihat wajah Naomi,wajah Naomi seketika memerah.
"Ahmm..maaf!" Ucap mereka berdua serentak yang sudah salting.
"Selamat malam pak Andy lama kita tidak bertemu." Sapa Tohir dengan bersalaman bertemu dengan rekan bisnisnya sambil membawa minuman.
"Malam pak Tohir, Haha iya sudah lama sekali terakhir kali kita bertemu hanya waktu itu saja. Waktu yang lain diisi dengan kesibukan masing masing!" Balas Andy sambil membalas salam
"Oh ya maaf ya pak pesta nya hanya kecil kecilan." Tohir mengawali obrolan dengan membicarakan tentang bagaimana situasi pesta ulang tahun yang diadakan untuk putrinya.
"Aihh..tolong bapak jangan bicara seperti itu! Menurut saya ini sudah lebih dari cukup." Sangkal Andy dengan memuji Tohir di depan putrinya.
Tohir tertawa senang,lalu memperkenalkan lebih dekat putrinya kepada Andy.
"Maaf ya Ndi apabila putri saya terkesan kurang sopan, sungguh sejujurnya dia tidak terbiasa bertemu dengan orang. Oleh karena itu sikap dia seperti ini, terkesan sombong." Ungkap Tohir sesekali mengarahkan pandangan kearah putrinya
__ADS_1
Andy tertawa hangat menanggapi pernyataan dari Tohir. "Oh, tentu tidak masalah pak,santai saja! Wanita seperti putri bapak menurut saya langka."
Deg...
*Duhh..gawat orang bisa buat jantungku copot dengan kata kata nya*! Bisik hati
*Apa? Yang ada dia bisa naksir sama lu Nao*! Pikir Naomi
*Gamungkin kayaknya,jangan ngada ngada* **deh**! Sangkal hati Naomi
*Yee..maybe,because harta* Naomi! Pikir nya.
"Mba..mba Naomi apa anda baik baik saja?" Tanya Andy membuyarkan perdebatan antara hati dan pikiran Naomi.
"Aha..iya saya baik baik saja!" Jawab Naomi dengan muka yang sudah memerah menahan malu.
"Soalnya tadi saya lihat muka anda tiba tiba memerah" Sambung Andy memberi alasan
Naomi menunduk sambil mengedarkan pandangannya,melihat putri nya seperti itu membuat Tohir tertawa "Pasti putri ayah sedang menahan malu sekarang!" Ungkap Tohir terus terang membuat Naomi sedikit kesal lalu permisi ke toilet.
Tiba di toilet Naomi menatap dirinya di cermin. "Oh My God! My face, why can i be like this?" Naomi menggerutuki dirinya karena selalu saja ketika bertemu dengan seorang pria wajah nya memerah menahan malu ditambah sebuah pujian membuat nya mengfly seketika.
Stop Nao! Sadar Nao,sadar!!! Naomi berusaha untuk menguasai dirinya kembali di depan cermin.
Setelah menenangkan dirinya Naomi kembali ke tempat pergelaran acara pesta ulang tahunnya yang ke 25 yang berada tak jauh dari toilet kolam renang di sana sudah banyak orang yang menunggunya.
Naomi memberikan kue pertama kepada ayahnya lalu lanjut ke Andy. Entah kenapa ia tidak memberikan kue nya tersebut kepada calon tunangannya yang juga ada di sana dan malah memberikannya kepada Andy.
"Maaf apa kamu melupakanku?" Tanya calon tunangan Naomi mendekat ke arahnya.
"Oh,i'm sorry!" Lalu Naomi memberikan kue kepadanya.
"Taaa.."
"Naomi ucapin terimakasih ya untuk kalian semua yang telah menyempatkan diri untuk hadir di pesta ulang tahun Nao! Dan tak lupa Nao ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya kepada papi yang udah inget ulang tahun Nao." Sambil memeluk Tohir hangat.
Membuat semua teman dan undangan Tohir yang hadir terharu ketika menyaksikan momen bahagia seorang ayah bersama anak putrinya tersebut.
Hari berlalu begitu cepat tanpa sadar
timbul benih-benih cinta di antara Andy dan Naomi tanpa mereka sadari.
Hari ini Kiana berniat untuk mengunjungi rumah adik nya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya juga bersama dengan supir.
"Terimakasih ya pak sudah menghantar saya,nanti kalau misalkan bapak perlu istirahat langsung pulang ke rumah aja ya pak." Pinta Kiana seusai berterimakasih.
"Baik buk tidak apa apa. Kebetulan tadi saya dapat waktu buat istirahat di rumah sebelum nganterin ibu kesini" Ungkap pak supir hormat.
Kiana tersenyum " Iya sudah kalau begitu pak, Ana mau masuk dulu ya." Izin Kiana untuk menemui adik nya kepada supir, yang dibalas anggukan sambil tersenyum ramah.
Kiana masuk ke dalam di panggilnya adik nya berulang kali namun tidak ada sahutan.
Kemana dia?
PYANGGG
AAAAA!!!
**Bersambung**
__ADS_1