The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.38~Membuktikan


__ADS_3

Di dalam perjalanan tiba-tiba ponsel milik Muffy berdering membuat nya memelankan laju mobil nya.


Drttttt...drtttt !


"Halo" Kata Muffy.


"Muf, share lokasi rumah lo sekarang! ini gua" pinta Kelvin dari balik telepon.


"Oh oke segera." Setelah berkata demikian Muffy langsung menutup panggilan nya dan beralih di chat untuk mengirimkan lokasi rumah nya kepada Kelvin.


Setelah mengirim Muffy menaruh ponsel nya dan kembali melajukan mobil nya, Aku yang penasaran siapa yang menelepon Muffy tadi membuat ku bertanya kepada nya.


"Muf, tadi siapa yang nelpon?" Tanya ku penasaran.


"Oh tadi itu Kelvin Cel." Jawab Muffy sambil menyetir dengan fokus.


"Ngapain dia nelpon kamu?" Lanjutku sambil menatap nya bingung.


"Dia nelpon aku karena... ntar juga pasti kamu tahu kok Cel!" Sahut Muffy sekejap menatapku. Aku pun kembali melihat ke depan.


Sementara Kelvin yang sudah tiba di rumah Muffy langsung di buka kan pintu oleh seorang satpam dan memarkirkan mobil nya di halaman Muffy. Sebelum ia masuk pak satpam sudah bertanya kepada nya jadi tidak boleh sembarang orang yang bisa masuk ke rumah Muffy hanya seseorang yang di izinkan yang boleh memasuki kediamannya.


Mendengar suara mobil dari arah luar membuat Travina ingin melihat nya ia pun berjalan keluar. Tampak sebuah mobil sport berwarna kuning memasuki kediaman nyonya Travina membuat nya sedikit bingung karena tak biasa nya sebuah mobil sport datang ke rumah nya.


Travina pun langsung menghampiri nya dan secara bersamaan Kelvin keluar dengan jaket putih dan celana putih membuat nya terlihat tampan sambil memencet alarm di kunci mobilnya.


"Hai Tante!" Sapa Kelvin ramah.


"Iya, kamu siapa ya?" Tanya Travina.


"Kenalin saya Kelvin Tante. Saya kesini mau menemui anak tante Muffy" Jawab Kelvin sambil mengambil tangan Travina untuk salam.

__ADS_1


"Oh jadi kamu temennya Muffy?" lanjut Travina.


"Iya tan"


"Yuk masuk tungguin Muffy nya di dalam. dia lagi keluar." Ajak Travina.


Kelvin pun mengikuti nya dengan mengekor di belakang. Di dalam Kelvin disuruh duduk oleh Travina, Kelvin pun duduk di kursi dan Travina duduk di samping nya sambil menunggu Muffy mereka mengobrol.


***


Tin...tin..tin


Terdengar bunyi klakson mobil dari arah luar.


"Rumah siapa ini Muf?" Tanya Celia takjub melihat rumah milik Muffy yang besar nya kira-kira sama dengan rumah milik Kelvin.


"Ini rumah ku Cel. yuk!" Jawab Muffy lalu menarik tangan Celia menuju ke dalam rumah nya.


Ketika Muffy sudah sampai ia melihat Kelvin tengah asik mengobrol bersama dengan Travina di ruang tamu dan langsung mengajak ku untuk duduk di sofa.


"Dia siapa Fy?" Tanya Travina menatap ku.


"Saya Celia Tante" Jawab ku sopan.


"Celia siapa ya?" Sambung Travina bingung.


"Mama udah lupa ya? Celia itu yang nyelametin Fy saat kejadian kurang lebih 5 tahun itu" Sahut Muffy.


Lama Travina mencoba mengingat akhirnya ia pun mengingat ku dan memanggil ku.


"... Oh Celia! Wahh sekarang kamu semakin cantik. Sampai-sampai Tante jadi lupa sama kamu. Maafin Tante yah" Lanjut Travina.

__ADS_1


"Hehe.... Iya Tante gak papa!" Ujar ku.


Setelah mendengar Celia Travina pun meninggalkan mereka bertiga menuju ke dapur untuk membuat kan mereka minuman.


Sepeninggalan Travina Muffy langsung bertanya kepada Kelvin mengenai bukti yang ia temukan itu.


"Gimana? apa elo udah nemuin bukti nya" Tanya Muffy.


"Sudah! ini gua bawa bukti nya." Jawab Kelvin sambil menunjukkan ponsel nya.


Kelvin pun mulai mengaktifkan ponsel nya dan memberikannya kepada ku untuk aku lihat. Setelah aku melihat video yang diberikan oleh Kelvin aku langsung terkejut karena aku tidak pernah melakukan hal itu kepada Vina, apalagi niatan.


"Jadi video ini yang buat kakak dosen percaya?" Seru Muffy tak percaya sambil menatap Kelvin.


Kelvin yang ditatap begitu hanya mengangguk yang artinya iya.


"Tapi di video ini ada yang janggal" Ucap Kelvin sambil mengambil ponsel nya.


"Janggal? maksudnya" Tanya ku bingung.


"Jadi....." Jawab Kelvin yang tiba-tiba terpotong karena kedatangan Travina.


"Ini anak-anak di minum dulu!" Ujar Travina sambil menaruh tiga gelas jus jeruk.


"Terimakasih Ma,Tante!" Ucap kami berterima kasih yang dibalas senyuman oleh nya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2