The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.69~Wisuda


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Kini Celia sudah berada di kampus bersama dengan nek Tina dan juga Muffy dengan orang tuanya.


Mereka menggunakan jas berwarna hitam dan toga sedangkan kedua wali atau orang tua mereka memakai pakaian batik.


"Selamat ya kalian udah wisuda! om dan tante bangga ngelihat kalian bisa lulus bareng-bareng!" Kata mama Vina sambil memeluk Celia dan Muffy bergantian.


"Nenek juga! selamat ya cu." Sahut nenek.


"Terimakasih tante, om!" Balas Celia.


"Terimakasih ma, pa!" Balas Muffy.


"Gimana kalau kita foto-foto dulu? Sayang dong kalau momen ini kita abaikan." Saran mama Muffy.


"Benar juga ya tan. Ayo kita foto-foto! Ada teman Lia yang jago foto." Balas Celia.


"Wahh.. kalau begitu bagus dong!" Sahut Muffy.


Mereka pun melangkah menuju ke tempat pemotretan yang sudah di persiapkan oleh teman Celia dan Celia.


Sementara Kelvin dan juga David mereka menunggu kedatangan orang tua mereka yang belum kunjung datang.


"Kenapa mereka lama sekali?" Kata Kelvin heran.


"Apa Elo udah ngasih tahu mereka?" Balas David bertanya.


"Ya, jelas sudah! Bagaimana denganmu? Apakah om Dimo akan datang?"


"Gua udah kasih tahu bokap gue! Entah dia mau datang atau nggak, yang jelas gue udah kasih tahu."


Beberapa saat kemudian Andy dan juga Naomi datang, mereka berjalan menemui Kelvin.


"Maaf ya mama membuatmu menunggu lama! Ini semua gara-gara sopir papa mu yang ngga servis mobil tiap minggu." Kata Naomi lirih.


"Oh, ya? Apa yang terjadi? Apa mama dan papa baik-baik saja?!" Balas Kelvin khawatir.


"Ehh..iya, nak! Kamu tidak perlu khawatir! mama dan papa baik-baik saja. Tadi hanya mobil nya mogok." Sahut Andy sambil menepuk pundak Kelvin.


"Ehh..Jeng! Kamu disini juga?" Tanya mama Vina yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"...Iya, nih jeng! Bagaimana dengan mu jeng, apakah sama juga?" Jawab Naomi sambil memeluk mama Vina.


"Wahh.. kok bisa sama ya?!"


"...Mungkin sudah jodoh kali jeng!"


" Ahh.. jeng mi bisa saja!"


"Ayo kesana yuk jeng!"


Naomi dan juga mama Vina mereka berjalan menuju ke perkumpulan ibu-ibu hits, sambil tertawa.


Sementara Papa Vina dan Andy mereka melangkah menjauhi Kelvin dan juga Vina dengan mengisyaratkan kedipan mata kepada David.

__ADS_1


"Vin, mau ke toilet udah kebelet nih! Lo disini ya." Pinta David menepuk pundak Kelvin, lalu berlari menuju ke arah toilet tanpa menunggu jawaban dari Kelvin.


"Dav... Aduh!" Keluh Kelvin.


"Kamu kenapa Kel?" Tanya Vina khawatir.


"Nggak! Memangnya Elo ngelihat gue gimana?!" Jawab Kelvin dingin.


"..Baik-baik saja."


"Kalo udah baik-baik gue bisa pergi kan?"


"Bisa..bisa!"


Kelvin pun meninggalkan Vina sendirian.


"Kenapa sih gue bilang bisa?!" Gumam Vina mendesis kesal.


TEST


test..


Bunyi suara mikrofon dari panitia membuat pandangan para mahasiswa dan orang tua menoleh ke arah sumber suara.


"Perhatian-perhatian! para mahasiswa di minta untuk berkumpul di aula kampus. Karena sebentar lagi kami akan mengadakan acara pelepasan mahasiswa." Kata panitia.


Para mahasiswa pun menuju ke tempat aula kampus, sementara para orang tua mereka melangkah menuju tempat duduk yang sudah di sediakan oleh panitia.


Setelah para mahasiswa berkumpul para panitia pun memulai dengan berdoa terlebih dahulu, baru melanjutkan acara.


***


Selesai acara para mahasiswa pun pulang dan kebahagiaan terpancar dari wajah para mahasiswa dan juga orang tua yang bangga karena anak mereka bisa berhasil.


Tiba di rumah Celia langsung menuju ke kamar nya untuk menaruh jubah, toga, dan tanda keberhasilannya. Ia melirik sebuah handphone yang tergeletak di samping tempat tidurnya, karena berdering ia pun mengambilnya.


Celia merasa ragu mengangkatnya karena lagi-lagi nomor yang menelponnya nomor yang tidak ia ketahui atau tidak dikenalnya.


Angkat apa nggak ya?! Ahmm..lebih baik aku angkat siapa tahu penting. Gumam Celia ragu.


Kelvin📞: Halo!


Kata pertama yang terdengar dari handphone.


Celia📞: Halo!


Balas Celia, sedikit ragu.


Kelvin📞: Selamat Siang! saya Kelvin apa saya bisa bicara dengan Celia?


Tanya Kelvin sopan, tapi sebenarnya dia sudah tahu bahwa orang yang di telpon nya adalah Celia. Kelvin hanya mengetes kebenaran apakah nomor yang di dapatkan nya benar adalah Celia.


Celia📞: Siang, iya saya benar Celia! Ada apa ya pak?

__ADS_1


Jawab Celia.


Kelvin,📞: Tidak ada apa-apa kok putri Ceri! Apa kau mengenaliku?


Celia📞: ...Kelvin? ini Kelvin benar bukan?!


Celia berusaha mengingat-ngingat dan akhirnya terlintas di pikirannya tentang Putri Ceri, karena yang memanggilnya seperti itu hanya Kelvin.


Kelvin📞: Yaps! ini Kelvin.


Celia📞: Haihh...kau hampir mengangetkan ku! Oh, ya darimana kau mendapatkan nomor handphone ku?


Kelvin📞: Hehe..maaf ya! Aku mendapatkan nomor mu dari seseorang.


Celia📞: Siapa?


Kelvin📞: Ada, rahasia. Aku mau ngomong Selamat atas kelulusannya, aku bangga kamu berhasil.


Celia📞: Hhh..aku tidak suka main rahasia-rahasian! Terimakasih, kau juga selamat atas kelulusannya bareng-bareng. Lia, juga bangga atas keberhasilan Kelvin dan teman-teman.


Kelvin📞: Terimakasih kembali!


Mereka mengobrol di telepon cukup lama hingga nenek mengetuk pintu kamar Celia.


"CuLia, ayo makan. Nenek sudah masak enak buat kamu!" Pekik nek Tina dari luar pintu kamar Celia.


Celia pun menghentikan obrolannya sebentar untuk menjawab nenek.


"Iya, nek! Celia akan segera kesana." Balas Celia.


Celia pun menyudahi panggilan telepon dari Kelvin dan ia melangkah menuju ke meja makan. Tiba di meja makan Celia mengingat bahwa ia belum mandi saking asiknya ia mengobrol lewat telepon dengan Kelvin, jadinya dia lupa bahwa ia belum mandi.


Selesai makan Celia membersihkan piring yang kotor lalu membuatkan nenek secangkir jahe hangat setelah nenek meminum obat.


Lalu, ia pun melangkah menuju ke kamar untuk membersihkan diri.


Celia hendak beristirahat, namun ponsel nya berdering membuatnya bangun dan melihat siapa yang me notifnya malam-malam.


Celia membuka WhatsApp, betapa terkejutnya ia ketika melihat banyak notif dari seorang yang ia tidak kenal. Celia pun melihat poto profil yang me notifnya satu persatu, serta bertanya kepadanya.


Banyak teman-teman sejurusannya yang telah mengetahui nomor ponsel nya.


Ting...


.


.


.


🌼


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2