The Story Of Abandoned

The Story Of Abandoned
Bab.13~Mengingat Muffy


__ADS_3


Akhirnya mereka pun sampai di toko kue nek Tina yang letak nya di pinggir jalan mereka pun turun dari mobil, terlihat dari luar toko kue tersusun rapi di Etalase, meja bundar dengan 2 kursi, pohon hias ditambah daun yang ada di atas toko membuat kesan hidup serta warna cat bangunan toko yang berwarna merah muda dan biru dipadukan dengan pilar berwarna putih menambah keindahan dan daya tarik bagi siapa saja yang


ingin kesana.


Seperti biasa setiap ada orang yang hendak masuk ke toko nek Tina lonceng yang ada di atas pintu masuk selalu berbunyi.


Ting...ting...ting


Terdengar keras sampai ke ruangan nek Tina, yang sedang membaca koran ia pun bangkit dari kursi tempat nya duduk untuk segera menuju ke toko nya ia harus menuruni 10 anak tangga.


Sedangkan Celia yang sudah berada di dalam toko kue sekaligus rumah milik nek Tina itu pun menuju ke dapur untuk membuatkan minuman sedangkan Celia menyuruh Muffy untuk menunggu sebentar sambil duduk atau melihat-lihat kue ia pun duduk di sudut ruangan yang ada di toko.


Celia pun meninggalkan Muffy menuju ke dapur, sepeninggalan Celia Muffy yang duduk sambil memandangi seisi ruangan toko milik nek Tina yang tidak berubah dan masih terlihat sama seperti dulu, ketika ia masih kecil.


Ting..ting...ting


Tiba tiba lonceng yang ada di atas pintu berbunyi dan mengejutkan Muffy dari lamunannya terlihat seorang ibu dan anak yang memasuki toko. Melihat mereka Muffy pun langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri mereka dan menyambut mereka dengan sopan.


"Selamat datang ibu dan adik di toko kue NTA"


Ibu dan anak itu hanya mengangguk sambil tersenyum menandakan ia merasa dihormati.


"Nak kamu mau beli kue yang mana?" tanya sang ibu kepada anaknya dengan lembut.


"Ibu apa boleh aku melihat-lihat kue dahulu sebelum membelinya?" jawab sang anak memperlihatkan rawut wajah imutnya kepada ibu nya.


"Boleh, tapi minta izin dulu sama kakak!" ujar sang ibu kepada anaknya sambil menyolek hidung anaknya tersebut.


"Silahkan ibu dan adik dilihat-lihat terlebih dahulu!" ucap Muffy sopan sambil tersenyum


mereka pun melihat-lihat kue yang terdapat di Etalase terlihat nama kue yang beraneka macam, menarik,gula gula cair yang membuat kue terlihat masih seperti matang serta dipadukan dengan buah yang berada di atas kue menambah keindahan.



-----------------------------------


Author: Glek... jadi dibuat ngiler authornya kan...🙄


Celia:😂 Mau kue?

__ADS_1


Author: iya" mau, Celia peka banget sama Author nya😹


Celia:Yah maaf thor kue nya udah dibeli semua sama ibu dan anak yang tadi😓


Author: 😒 Celia.. oke deh kalo gitu lanjut !Celia:😶


------------Action🎬------------


Beberapa saat mereka pun selesai memilih kue dan lanjut membayarnya di kasir krit....tit nek Tina yang baru sampai di lantai bawah toko nya itu pun bergegas menuju ke tempat kasir karena mendengar itu berbunyi.


"Hei kamu!" seruan lantang dari nek Tina itu terdengar keras sampai sampai mengejutkan semua orang yang ada di toko, Muffy yang tengah mengembalikan uang nya yang lebih kepada seorang ibu ia pun kaget dan hampir saja menjatuhkan sebuah foto yang ada di kasir.


Nek Tina yang melihat hal itu pun langsung bergegas untuk menghampiri Muffy.


"Tunggu bu!✋" seru Muffy kepada seorang ibu dan anak itu yang langsung saja meninggalkan toko. Saat Muffy menoleh tanpa ia sadari nek Tina sudah berada di depan nya otomatis Muffy reflex seketika ia pun mengusap-usap dadanya sambil mengela napas ringan berusaha agar kembali tenang.


"Huuh.. hampir saja ,ya ampun nenek mengangetkan Muffy saja!" ucap Muffy.


"Kamu siapa? berani berani nya memegang kasir dan mengembalikan uang kepada nya tanpa izin dari saya!" Ujar nek Tina marah kepada Muffy, Celia yang mendengar suara yang berasal dari kasir itu pun langsung berlari menuju kesana.


Sesampainya Celia disana tampak nek Tina dan Muffy saling menatap lalu Muffy berbalik dan menyilangkan tangan nya ia tampak kesal dengan sikap nek Tina.


"Ada apa ini nek, Lia dengar dari dapur nenek marah marah?" Ujar Celia kepada nek Tina, ia pun menyeret Celia untuk menjauh dari Muffy agar ia tak mendengar pembicaraan nek Tina dan Celia.


"Cu nenek mau nanya apa kamu kenal dengan dia?" tanya balik nek Tina


"Iya nek dia itu Muffy sahabat Celia waktu kecil" jawab Celia


"Bentar cu nenek mau ingat ingat dulu!"ujar nek Tina.


Beberapa menit kemudian akhirnya nek Tina kembali mendekati Muffy


"Nona!" nek Tina memanggil Muffy, ia pun menoleh dan menurunkan tangan nya


"iya nek" jawab Muffy dengan nada sedikit datar


"apa nona benar Muffy?" lanjut nek Tina berusaha memastikan


"iya nek benar saya Muffy! secepat itukah nenek melupakan Fy? ucap Muffy memayunkan bibir nya dan kembali memalingkan wajah nya dari nek Tina. Melihat Muffy terlihat kesal nek Tina pun tersenyum karena ia merasa Muffy masih sama seperti dulu.


"Tidak cu, nenek tidak pernah melupakan cu Muffy dan orang orang yang nenek sayang"ujar nek Tina sambil menyentuh pipi Muffy agar ia tidak memalingkan wajah nya lagi. Tetapi Muffy tetap memalingkan wajah nya, nek Tina pun menangis karena ia teringat dengan anak nya.

__ADS_1


"Nenek!" Seru Celia panik yang melihat nek Tina menangis ia pun mencoba untuk mengusap air mata nek Tina sedangkan Muffy menoleh nek Tina dan mendekati nya.


"Nenek kenapa?" tanya Celia ia terlihat berkaca-kaca melihat Celia dan Muffy nek Tina pun mengusap air mata nya


"Nenek tidak apa apa kok cu, cuma kelilipan saja!" jawab nek Tina menutupi kesedihan nya


"Benar nenek tidak apa apa? tapi nenek terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dari kami" sahut Muffy yang menatap nek Tina.


"Benar cu,😊!" Nek Tina pun tersenyum walau terpaksa, Mereka pun memberi pelukan hangat kepada nek Tina dengan ceria kemudian mereka melepaskan pelukan nya dan Celia kembali ke dapur untuk menyajikan minuman ditambah dengan kue sembari mengobrol lalu mendesain kue untuk Muffy, melayani pembeli dan melanjutkan tugas nya.


* * *


Tak terasa hari sudah sore mereka pun telah selesai melaksanakan tugas dan Muffy bersiap-siap untuk pulang ke rumah nya.


"Muf, aku titip salam sama om dan tante dan juga sampain selamat ulang tahun buat tante dari aku ya." ucap Celia senang.


"Sampain gak ya?emm" jawab Muffy yang sedikit bercanda kepada Celia.


"Ih kamu Muf, bercanda aja" lanjut Celia sedikit kesal.


"Hehe, tau aja aku kayak gimana. oke Muffy pamit pulang dulu ya nek, Cel" Lanjut Muffy sambil pamitan kepada nek Tina


"Hati hati cu, kapan kapan kesini lagi!" Ucap nek Tina.


"Baik nek, tapi kan yang harus nenek suruh hati hati kan pak Supir bukan Muffy" ujar Muffy yang bergurau lagi sambil tertawa. Nek Tina hanya menggeleng kepala dengan Muffy


sambil tersenyum.


Celia pun menghantar Muffy sampai di pintu depan dan tampak supir pribadi Muffy sudah menunggu dan membuka pintu mobil untuk Muffy ia pun naik dan melambai kecil kepada Celia. Sebaliknya Celia pun membalas lambaian dari Muffy "daa, oh ya Cel besok aku jemput kamu!" ucap Muffy mengajak Celia


"tapi Muf..."belum sempat Celia memberikan jawabannya Muffy langsung menyela Celia


"ayo jalan pak!" seru Muffy kepada supir pribadi nya tersebut, supir pribadi nya itu pun langsung menuruti perintah nona nya dan mobil itu pun sudah melesat dan meninggalkan Celia ia pun melambaikan tangannya.


Lalu masuk ke dalam untuk membantu nek Tina membersihkan toko dan menutup toko mengingat hari sudah semakin sore lalu mandi.


Beberapa saat setelah Celia membersihkan badan nya dan mengganti baju nya dengan baju tidur berwarna putih ia pun langsung turun untuk makan bersama nek Tina.


Skip selesai makan, Celia pun naik untuk menuju ke kamar nya dan bersiap untuk tidur karena hari sudah malam sebelum ke ke kamar ia tak lupa mengucapkan.


"Selamat malam nek"

__ADS_1


"Juga cu, mimpi indah ya!" sambil mengecup kening Celia.


Mereka pun masuk ke dalam kamar masing masing yang bersebelahan. Celia pun mulai merangkak ke tempat tidur, lalu merebahkan tubuh nya dengan posisi terlentang. Mata Celia tertuju ke langit langit dinding kamar nya ia tengah memikirkan ibu dan ayah nya apakah ia masih kuat dan ia berdoa dan berharap semoga suatu saat nanti ia dapat berkumpul bersama keluarga nya kembali tanpa sadar air mata nya jatuh kendati demikian ia teringat dengan pesan ibu nya, Celia pun kembali bersemangat dan berdoa lalu ia tidur untuk memulai hari esok.


__ADS_2