
"Mau Apa kalian!!? " Histeris Permaisuri Raja Wardana Langsung berlari dalam Pelukan Suaminya, Keempat Orang itu yang tak Lain adalah Mantan Rampok sadis Yang Berjulukan Cobra Setan, Martapura Yang paham Trauma yang di Miliki oleh Permaisuri Raja Yang hampir Saja mereka perkosa Jika saja Abiyan Tidak hadir dan menolong mereka,.
"Maafkan Kami Baginda Raja Dan Permaisuri,. Perbuatan kami, Di tengah Hutan itu, sungguh sangat Keji, Kiranya Tuan Baginda Raja Sudi menerima permohonan Maaf kami!?" Mendengar permohonan Maaf ketua Rampok. Raja Wardana sesaat Tertegun Kemudian Wajahnya kembali memerah Karena Amarah,.
"Sungguh perbuatan Kalian, Tidak Akan terampuni Oleh penguasa Semesta Ini, Perbuatan Kalian Sudah melampaui Batas kemanusiaan, Sungguh Kalian tidak pantas mendapatkan pengampunan!!?" Hujatan Raja Wardana membuat Martapura Diam Seribu Bahasa,. Mengingat perbuatanya Di masa lalu yang begitu Bengis Menyiksa Bahkan Telah membunuh Ratusan Orang tak berdosa,.
"Baginda Raja, Sesungguhnya Allah Akan nerima Tobat Seorang Hamba ketika Nafas belum melewati kerongkongan, itulah salah satu contoh kecil keindahan Dalam Islam Bahwasannya Tidak ada kata terlambat untuk memohon pengampunan kepada Allah, karena sesungguhnya Tidak ada satupun yang dapat menebak kapan dia akan mati, Murkanya Baginda Raja karena mereka Hampir Mencelakai Baginda dan Permaisuri, Tapi Allah punya kehendak lain, Memang Meminta maaf lebih Mudah ketimbang memaafkan, Ibarat Goresan pedang Ditubuh kita, Lukanya pasti sembuh tapi tidak dengan bekasnya,. Tapi ketika kita Dengan Ikhlas Memaafkan Jiwa dan Raga kita Akan tentram!? " Ujar Abiyan menengahi perdebatan Antara Martapura yang tulus meminta pengampunan, Dan Baginda Raja yang murka,.
"Tapi Tuan Apa pantas mereka mendapatkan pengampunan,!? Mereka sudah banyak meresahkan penduduk, Membunuh Ratusan Orang Tak berdosa Apa mereka masih Pantas di sebut manusia!? " Ujar Raja semakin Geram,.
"Tuan Baginda Raja, Sesungguhnya, Setiap Perbuatan Tercela Mereka Adalah Karena izin Allah yang akan mereka pertanggung jawabkan Kelak di Akhirat, Kematian Seorang Hamba telah Digariskan Oleh Allah SWT, Karena dialah yang berhak Mencabut Nyawa seseorang Bukan Manusia, Mereka Hanyalah Perantara., Untuk memberi kita pelajaran Antara Sisi baik dan Buruk. Jika Saat Itu Garis kematian Paduka Raja Telah Sampai Makan. tidak ada yang akan menghalangi langkah mereka untuk Melaksanakan misi Allah SWT "Mendengar Penjelasan Abiyan Seketika Berlahan-lahan Emosinya mereda, Sedangkan Martapura Langsung Luruh ke lantai Dengan Wajah pucat Pasi Takut menghadapi sidangnya Di akhirat kelak,.
__ADS_1
" Terima Kasih Tuan, Maaf Saya terbawa Suasana, Mau Apa Kalian Kemari!? " Tanya Raja Wardana sesaat kemudian,.
"Ampun Tuan Baginda kami kemari Hendak melaporkan Jika pekerjaan Kami membangun, Sebuah Pondok Telah Selesai!? " Ujar Martapura setelah dia bangkit dari sujudnya,.
"Ampun Baginda Raja Saya yang mengizinkan Tuan Abiyan untuk membangun Pondok di tepi Hutan!? " Ujar Panglima Ranapati Menyela Ucapan Martapura, Pandangan Raja Langsung berbinar mendengar Mereka membuat Gubuk Untuk Abiyan Sang Dewa penolong,.
"Ranapati Keputusanmu sudah tepat Jangankan Hanya sejengkal Tanah Di wilayah Kerajaan Jayagara ini, Istana kerajaanpun jika Tuan Abiyan menginginkannya Akan Saya berikan Pada dia!? " Ujar Raja Wardana Yang memang sudah tidak tertarik lagi Untuk menjadi Raja Hanya saja jika Kerajaan Yang Dipimpinnya Di Berikan Pada Saudaranya Darawanti Niscaya kehancuran dengan cepat akan Terjadi, Mengingat Sikap Arogansi Adiknya yang terkadang di luar Nalar manusia,.
"Cempaka,!? " Suara Ayahnya seketika membuat Cempaka gelagapan.,
" Eh Anu,. Tehnya kurang yah!? " Ucapan Cempaka jelas terdengar gugup, Dengan buru-buru dia berbalik dan sedikit Berlari langsung masuk kembali kedalam dengan dada berdebar-debar,.
__ADS_1
"Tuan-Tuan,Maafkan Tingkah putri Saya, yang Agak kurang sopan!? " Ujar Ranapala sambil memberi Hormat pada semua Tamunya,.
''Tidak Apa-apa Tuan, Putri Tuan Cantik seperti itu di beri makan Apa!? " Tanya galang dengan senyum genitnya
"Hushh, Kamu Ada-ada saja istrimu Sudah Dua, Itu saja sudah susah kamu urus, lagian Kamu tidak pantas sama putri Pak Kades!? " Ujar Rabang menimpali,.
"Kalau sama Aku cocok Kan!? " Sanur ikut-ikutan memasang tampang sok manis,.
"Apa lagi kamu Muka Badak,Yang masih muda disini kan cuma Saya jadi!? " Ucapan Rabang langsung di potong oleh Martapura.
"Wajah Kalian bertiga Akan menjadi mimpi buruk seumur hidup Buat Cempaka putri Pak Kades, jangan bermimpi Bisa meraih Bulan yang tinggi Di atas langit,!? " Mendengar perdebatan mereka seluruh orang yang ada di situ tertawa bahagia melihat kehebohan Mantan Rampok,.
__ADS_1