
Rintik Hujan gerimis, menemani langkah seorang Laki-laki paruh baya,Langkahnya terlihat gontai Karena sudah 3 hari tiga malam belum menyentuh makanan, satu-satunya yang masuk dalam tubuhnya hanyalah air putih, Tiba-tiba langkahnya terhenti di sebuah persimpangan jalan karena bingung arah mana yang harus dia tuju, Lalu dar arah kanan terlihat seorang pemuda berjalan santai sambil bersiul-siul,dan pemuda itu sedikit terkejut melihat lelaki paruh baya itu yang tiba-tiba menghentikan Perjalanannya,.
"Permisi Tuan,Saya bingung mengambil arah Jalanapa Tuan bisa memberi tahu saya Ke mana Arah jalan-jalan ini!?" Ujar lelaki paruh baya itu dengan bibir bergetar karena menahan sakit tepat di ulu hati.
"Sebenarnya Tujuan Tuan hendak menuju ke mana?" Balik pemuda itu bertanya,
__ADS_1
"Saya tidak punya Tujuan hanya mengikuti,Langkah kaki yang entah berakhir Di mana,!?" Pemuda itu mulai menyadari jika lawan bicaranya bukanlah penduduk sekitar tempat ini,.
"Jika Tuan berjalan Lurus Tuan akan Sampai di Ibu kota Kerajaan JayaGara sebelah Kiri tuan, Menuju PasarRakyat.dan jika Tuan Ke Menuju Jalan sebelah kanan Tuan,Jika beruntung Tuan Akan sampai Di sebuah Desa yang bernama desa Makmur.!" Ujar pemuda itu sambil hendak melanjutkan perjalanannya Namun di urungkannya niatnya, Dia menunggu keputusan Lelaki paruh baya itu mengambil Arah Tujuan,.
"Saya Kunto,Percuma Tuan,Pasar Rakyat yang saya maksud tadi sekarang Hanya menjadi tempat kosong yang terbengkalai,Sejak Hadirnya Pwnguasa Alam semesta Pasar sudah Tidak terpakai lagi,Ini makanlah dulu untuk sekedar mengganjal perut Tuan Wandong yang kosong,sebelum kita ke kota raja,kebetulan Saya juga hendak menuju kota Raja,." Ujar Kunto sambil mengeluarkan Sepotong Ubi rebus dari balik bajunya, Yang langsung Di sambar oleh Wandong dan segera menyantapnya bagai orang kesetanan.,
__ADS_1
"Terima kasih banyak tuan kunto,Ini untuk sekedar menganti Ubi Yang tuan berikan pada saya!?"Ujar Wandong Sambil mengeluarkan beberapa keping Koin Emas.,Yang tentu saja di tolak begitu saja oleh kunto,yang membuat Wandong sedikit keheranan,Bagai mana tidak Orang mana yang tidak tergoda dengan kilauan koin emas,.
"Simpan saja Kepingan emas itu tuan, Di sini Kepingan-kepingan koin Sama sekali tidak ada harganya,jika tuan sudah Agak baikan mari kita lanjutkan perjalanan ke kota Raja!?" Mendengar ucapan Kunto semakin membuat Wandong kebingunngan.,bagaimana mungkin keadaan yang melanda wilayahnya sampai merebak sampai ke Wilayah yang jauh dari pusat kerajaan Ambar pati, Dia tidak menyadarinya jika pusat dari Tidak berharganya Koin-koin emas yang mereka miliki semua bermula di tempat di mana dia berada saat ini,dengan pikuran campur aduk wandong berjalan mengikuti langkah kaki Kunto yang berjalan di depannya sambil bercerita panjang lebar,tentang kehebatan yang di miliki Sang penguasa jagad Raya.
Dampak dari Di kabulkannya Semua permintaan Manusia untuk kekayaan,berhasil membuat Nusantara kembali di mana peradaban belum ada.
__ADS_1