TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
SESAL


__ADS_3

Hembusan udara dini hari yang begitu dingin,sama sekali tidak di rasakan oleh Cempaka yang bagai mati rasa dia terus berjalan di samping Ibunya yang berhasil menyusulnya. Matanya sembab basah oleh air mata,jiwanya melayang entah ke mana, Hindun yang melihat sikap aneh putrinya jadi kebingungan apa sebenarnya yang membuat putrinya seperti waktu berhenti berputar berjalan tampa jiwa,. Setibanya di rumah Cempaka langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di atas pembaringan dan tangisnya langsung pecah,Membuat Hindun semakin bingung dengan sikap aneh putrinya.


"Apa yang membuatmu seperti ini Cempaka,apa ada sesuatu yang mengusikmu!?" Tanya hindun sambil membelai Rambut putrinya,.


hikz..hikz


Pertanyaan hindun malah membuat tangis cempaka makin menjadi-jadi,.Membuat Hindun semakin kebingungan

__ADS_1


"Katakanlah apa yang membuat kamu seperti ini Putriku?" lanjut ujar Hindun lembut,.


"Hik..hik...Ibu,sia-sia apa yang sudah saya kerjakan selama ini,Tiga puluh sembilan malam saya tidak pernah telat Melakukan Sholat ketika kebanyakan orang terlelap dalam mimpi mereka,Namun ketika saat-saat terakhir entah mengapa Tidur saya mengalahkan impian yang begitu kuat bertahta dalam jiwa,Tuan guru Abiyan yang selalu terucap dalam doa-doa yang saya panjatkan seketika menghilang dalam tidur lelap bahkan hampir saja saya melewatkan sholat Subuh.,hu..hu...hu.." Ujar Cempaka lirih bercampur tangis yang tak bisa di tahannya.,


"Cempaka putriku,bagaimana mungkin kamu melewatkannya,Kamu sudah menyelesaikan semuanya percayalah Allah SWT pasti mengabulkan semua doa tulusmu!?" Hibur hindun mencoba meyakinkan putrinya jika dia sudah menyelesaikan semua Doa dan harapannya,.


"Apa maksud kamu Putriku!?"

__ADS_1


"Dalam mimpi,Saya bertemu dengan Tuan guru di sebuah hamparan tanah lapang yang luas dan di sepanjang hamparan penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran dan saya melihat Tuan guru datang menghampiri saya yang sedang kebingungan dan takjub dengan hamparan pemandangan yang begitu indah,namun belum sempat Tuan guru mengatakan sesuatu,Suara Azan subuh membuyarkan semuanya,Saya sempat berpikir mimpi itu nyata,.Ohh hu..hu..hu..Apakah ini suatu pertanda jika saya bukanlah orang yang menjadi tujuan Tuan guru.,Sia-sia semua upaya yang sudah saya lakukan,."Hindun tersenyum mendengar cerita putrinya.


"Putriku, Tidak ada hal yang Sia-sia,Dalam setiap doa yang kamu panjatkan Agar bisa memiliki seorang suami yang bisa membawamu Masuk kedalam syurga yang telah Allah janjikan pada setiap Hambanya yang bertakwa,Ibu yakin Allah pasti menjawab semua Doa-doa itu,percayalah Allah Swt pasti punya rencana indah buat kamu, Andaikata Tuan guru bukanlah garisan takdir jodoh yang Allah berikan padamu,Mungkin Allah punya Calon lain yang jauh lebih baik dari Tuan guru.,Bukankah Tuan guru pernah berkata dalam ceramahnya, Jika Orang baik hanya akan di sandingkan dengan orang yang juga baik,.Jadi bersabarlah dalam menanti keputusan yang akan Allah tetapkan kepadamu!?"


"Ibu!!?Saya sungguh tidak meragukan Apa yang Allah swt akan takdirkan kepada Saya,namun Saya hanyalah manusia biasa,yang rapuh ketika harapan terkubur begitu saja,Sakit sekali rasanya hati ini ibu., Saya menangis bukan untuk protes kepada Allah kenapa tidak menyandingkan saya dengan tuan guru,saya hanya menangis karena selama ini saya hanya sibuk berdoa untuk bisa memiliki Tuan guru,hingga saya melupakan jika Ayah dan Ibu yang selama ini membesarkan Saya dengan cinta dan kasih sayang., Saya sungguh lupa ikut mendoakan untuk Kalian berdua, jadi saya sadar saya bukanlah gadis yang terbaik buat tuan Guru, Saya orang yang egois bu!?" Ujar cempaka sambil menghambur dalam pelukan Hindun ibunya, Ranapala yang sedang tadi datang dan berdiri mematung di balik pintu kamar putrinya,Langsung meneteskan Air mata bahagia mendengar ucapan putrinya yang begitu menyentuh jiwannya, Bayangan kedua orang tuanya yang telah lama menghadap sang pencipta langsung bermain dalam pikirannya,.


"Ayah ibu, Maafkan Anakmu yang juga lupa kepada kalian berdua,Semoga Allah swt mengampuni semua dosa dan salah yang pernah Kalian kerjakan,Andai saja ayah dan ibu masih hidup ,kalian pasti bangga memiliki cucu seperti cempaka seperti bangganya Saya kepada dia" Lirih Ranapala dengan linangan air mata penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2