
Dengan langkah Tergesa-gesa, Genta meninggalkan Pusat kota Kerajaan Jayagara untuk kembali Ke Desa Makmur untuk melaporkan Situasi wilayah kerajaan pada Panglima Ranapati dan Ratu Dewi Ningsih.,
"Tuan Panglima keadaan Wilayah Jayagara saat ini tidak aman di bawah kepimpinan Ratu Darawanti yang bertindak semena-mena Bahkan pihak kerajaan seolah tutup mata dengan Rampok-rampok yang berkeliaran asalkan mereka mau membayar Upeti Pada Kerajaan!? "
"Genta, kamu harus berhati-hati Kita harus menyelamatkan Rakyat Jayagara dari ketidak adilan Para Punggawa Kerajaan., kita harus menempatkan Baginda Ratu pada tempat yang Aman Untuk keselamatan Baginda Ratu.!? "
"Ada satu hal yang Panglima perlu tau Rampok dan para Punggawa Kerajaan terkesan menghindari Desa Makmur,! " Panglima Ranapati langsung menyela ucapan Genta karena tidak mengerti dengan kata menghindari, Menurutnya bukankah seharusnya para pemberontak itu fokus menyerang Desa Makmur karena Ratu dan dirinya sebagai Panglima yang perlu mereka waspadai,.
"Apa Maksudmu Genta? Jangan berkata yang tidak-tidak!? " Ujar Ranapati mengingat pihak Kerajaan saat ini di dukung Mahapatih yang sangat sakti Mandraguna sesuai dengan apa yang dia dengar dari Martapura.,
"Benar Tuan Panglima saya dengar sendiri Ketika Penasehat Mangkusaga memerintahkan Untuk menyisir Desa Makmur tapi di cegat oleh Mahapatih Dia berkata Jauhi Desa Makmur untuk saat ini, karena menyerangnya sama dengan menggali kuburan sendiri!? " Ujar Genta menirukan Ucapan Sang Mahapatih yang terkenal Sakti Mandraguna itu.,
"Apa sebenarnya yang mereka rencanakan, Kita harus tetap waspada, Bisa saja mereka sedang menyusun strategi untuk membumi hanguskan Desa Makmur!? " Ujar Panglima Ranapati yang masih merasa aneh dengan pernyataan Mahapatih Kerajaan Jayagara,.
"Kalau begitu Saya mohon pamit Tuan Panglima, Mau ikut membantu yang lainnya bekerja!? " Ujar Genta sambil bangkit dan pergi Ke Ladang tempat Abiyan dan yang lainnya sedang menanam singkong.,
Panglima Ranapati terus tergiang laporan Genta yang membuat Mahapatih tidak berani menyentuh Desa Makmur.,
Kerajaan Jayagara, Semakin Jaya dan meningkat pesat Namun berbanding terbalik dengan Masyarakat kalangan kecil yang semakin tercekik dengan Pajak yang Naik dua kali lipat dari sebelumnya,.
"Mahapatih, Saya dengar kamu melarang Adipati Sauri memasuki Desa Makmur untuk menarik pajak si Desa itu? Ada apa Mahapatih sepertinya ada sesuatu yang kamu sembunyikan Disana!? " Ujar Ratu Darawanti ketika dia mendapat laporan dari Penasehat Kerajaan Mangkusaga,.
__ADS_1
"Desa Makmur, Seperti hantu Tuan Ratu, Desa itu Ancaman Untuk Kerajaan., Percayalah kita belum siap!!? " Namun Ratu Darawanti yang Tidak suka di bantah bersikukuh tetap mengirim pasukan kesana.,
"Sudahlah, Tantra Biarkan Adipati Sauri kesana dan menarik pajak dari masyarakat di sana, Karena saya dengar kepala Desa sudah berani ikut membangkang Keputusan Kerajaan!? "
"Jika Baginda Ratu, Memaksa silahkan Saja, dan saya tidak bertanggung jawab dengan apa yang akan terjadi pada Pasukan Adipati Sauri!? " Mendengar Ucapan Lundra Sang Mahapatih membuat Adipati Sauri berdiri karena merasa di Pandang sebelah mata,.
"Apa Maksudmu Mahapatih!? Apa kamu meragukan kehebatan yang saya miliki!? Baginda Ratu saya siap berangkat menuju Desa Makmur untuk menarik Upeti dan menghukum Ranapala karena berani menentang Kerajaan, Dan Jika saya Bertemu dengan Ranapati Panglima yang juga berhianat Kepalanya saya akan persembahkan sebagai Upeti kesetiaan Saya pada Kerajaan Jayagara,!!? " Ujar Adipati sauri dengan penuh keangkuhan Sedangkan Tantra Hanya tersenyum mengejek pada Adipati sauri, yang membuat Sauri semakin Jengah namun untuk Bersitegang lebih jauh tentu dia mesti berpikir dua kali.,
"Baiklah Adipati, Bawa Beberapa Pasukan Terbaik Kerajaan, Berikan Mereka Pajak Yang jumlahnya tiga kali lipat dari sebelumnya, biar mereka tau sedang berhadapan dengan siapa!!? " Titah Ratu Darawanti penuh keangkuhan.,
"Baik Baginda Ratu, Saya Pamit hendak Menuju Desa Makmur!! " Pamit Adipati sauri yang hanya di restui dengan Isyarat tangan Oleh Ratu Darawanti yang tak bergeming dari tahtanya sementara Tantra hanya memandang Sinis pada Adipati Sauri yang dengan Angkuhnya melangkah keluar dari Dalam kedaton menuju Barak para Kesatria Perang yang di miliki Kerajaan Jayagara, Mereka adalah Pasukan terlatih yang di rekrut dari mantan Rampok dan pembunuh Bayaran yang kehebatannya sudah tidak di ragukan lagi,.
"Sena? Kumpulkan Pasukan terbaikmu kita berangkat menuju Desa Makmur!? " Titah Adipati pada Sena Salah satu komandan Pasukan khusus Kerajaan,.
"Sudah kumpulkan saja, Pasukan terbaikmu!? Mahapatih pasti menyembunyikan sesuatu Di Desa itu, Apa kalian Takut!? "
"Tuan Adipati, Sedikitpun tidak ada rasa takut di hati kami semua, Apalagi hanya menghadapi kumpulan Pemuda Desa yang besarnya tidak seberapa!?Baiklah Tuan saya akan menyiapkan Pasukan Yang Tuan Adipati minta!!? " Ujar Sena Sambil bangkit dan Langsung meng absen 15 Orang pasukan terbaik yang dia miliki di kesatuannya,.
"Pasukan Sudah Siap Tuan Adipati,.!? " Lapor Sena ketika seluruh pasukan yang di pilihnya telah siap dengan seragam lengkap dan perbekalan dalam perjalanannya., Dengan senyum Puas Adipati Sauri langsung memberi Aba-aba untuk langsung berangkat menuju Desa Makmur,. dengan perlengkapan Siap tempur,.
Adipati Sauri dan pasukannya melangkah dengan gagah meningalkan istana kerajaan menuju Desa Makmur, Dengan semangat tempur Seluruh pasukan melangkah dengan pasti.,
__ADS_1
Tiga Hari telah berlalu tapi mereka Belum juga sampai di Desa Makmur tempat tujuan mereka, sementara seharusnya perjalanan yang di tempuh hanya memakan waktu Dua hari saja.,
"Sena Apa kita tidak salah jalan!? Kenapa Kita belum sampai juga!? " Ujar Adipati Sauri yang sudah mulai kelelahan,
"Saya begitu Yakin ini jalannya, Seharusnya letak Desa Makmur Berada di balik hutan ini!? " Ujar Sena yang berjalan tepat di belakang Adipati Sauri., Mereka terus melangkah membelah hutan hingga Senja sebentar lagi tenggelam dan Para pasukannya terlihat sudah sangat kelelahan.,
"Aneh Sepertinya kita sudah berjalan terlampau jauh dari Kerajaan, Tapi aneh Desa Makmur belum juga terlihat!? "Gumam Adipati Sauri namun jelas terdengar oleh Sena.,
" Tuan Adipati, Prajurit sudah sangat kelelahan apa tidak sebaiknya kita beristirahat disini malam ini untuk kembali mengisi tenaga, Besok baru kita melanjutkan perjalanan,!? "
"Baiklah sena, istirahat kan seluruh pasukan kita lanjutkan perjalanan esok hari!? " Akhirnya pasukan Adipati sauri beristirahat dalam hutan Dengan lelap hingga Bias sinar mentari yang malu-malu menembua celah dedaunan membangunkan mereka dari tidur lelap karena keletihan,. Seusai Makan merekapun kembali melanjutkan perjalanan, Hari berganti hari Keadaan pasukan Adipati sauri semakin kelelahan dan Stok makanan yang mereka bawa Hampir habis Sementara mereka seperti terjebak dalam hutan yang tak berujung,.
"Tuan Adipati, Saya sudah tidak sanggup melangkah, Sepertinya sudah tidak ada perbekalan lagi dan sepanjang perjalanan saya tidak pernah melihat Aliran sungai, Ini namanya Misi bunuh diri Tuan Adipati!! " Ujar Sena yang langsung Ambruk karena Dehidrasi begitupun Pasukan yang lainnya,
Adipati sauri yang kalut melihat keadaan pasukannya menjadi frustasi dan ikut berbaring kehausan di samping Sena,.
Adipati Sauri seperti melihat Fatamorgana dia seolah berada di tepi sungai yang jernih,. Dengan Sisa kekuatan yang dia miliki Adipati berusaha bangkit Namun lututnya gemetar pada akhirnya dia ambruk tidak sadarkan diri.,
Next
Apa yang akan terjadi Pada Adipati Sauri dan pasukannya!?
__ADS_1
Jangan lupa Like Coment And Vote.,