TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
PERTEMPURAN


__ADS_3

"Akhirnya inilah akhir dari segalanya, " Guman Martapura sambil memejamkan mata menanti Ajal menjemputnya,.


Dengan kecepatan yang luar biasa Tantra menghujamkan Pisau pusakanya tepat ke jantung Martapura yang telah pasrah


Whussssssss!!!


Blap!!


Angin berhembus kencang menghalau tikaman pisau Pusaka Tantra yang hanya menghantam tempat kosong sementara Martapura Sudah raib dari tempatnya semula menghilang tanpa seorangpun yang mengetahui kemana arah hilangnya Martapura.,


"Bangsat, rupanya gerakan melarikan dirimu hebat juga, hmmm pantas saja berani bermulut besar" Lirih ucapan Tantra, sementara Seluruh punggawa kerajaan Jayagara terkejut atas raibnya Martapura dari tempat itu,.

__ADS_1


"Kemana bangsat itu, Dia berhasil membawa kepala Raja Wardana, Cepat cari dan temukan dia Jangan biarkan dia membawa kepala Raja Wardana kembali ke Desa Makmur!!! " Geram Ratu Darawanti memberi Titah pada para punggawanya yang langsung berhamburan keluar menyisir Wilayah kerajaan mencari keberadaan Martapura yang berhasil lolos dengan membawa kepala Raja Wardana.,


"Kemana perginya Orang itu, sungguh gerakannya sangat luar biasa, saya yakin dia sudah jauh meninggalkan wilayah kerajaan, Apa yang harus kita lakukan Tuan Mahapatih!!? " Ujar kertarejo dengan Nafas tersenggal karena kelelahan pada Tantra yang terlihat biasa saja.,


"Kalian semua kembali ke kerajaan, Dia bukan tandingan kalian biar saya yang membawa kembali kepala Raja Wardana dan juga sebagai Bonus kepala Martapura yang sudah berani berbuat onar di kerajaan!!!? " Ujar Tantra jumawa dia begitu yakin jika menghadapi orang sekelas Martapura bukanlah sesuatu yang sulit menurutnya Martapura bisa melarikan diri hanyalah sebuah keberuntungan semata,. Mendengar titah Mahapatih seluruh punggawa dan prajurit yang mencari keberadaan Martapura segera kembali ke kerajaan dan Tantra melanjutkan perjalanannya memasuki Hutan belantara mengejar Martapura menuju Desa Makmur,.


Martapura berlahan-lahan membuka kedua matanya,.


"Ini masih Dunia fana Martapura, Bersyukurlah karena Allah masih ingin melihat kamu menjelajahi Buminya dengan kebajikan!!? " Suara Abiyan sontak membuat Martapura Terperanjat,.


"Tu.. tuan Guru.. Apa yang sebenarnya telah terjadi!?saya kira ini adalah Akhirat karena Pisau Pusaka itu!? " Ujar Martapura sambil kembali teringat akan pisau Pusaka yang berada di tangan Tantra Badik pelebur Sukma milik Ki karaeng yang terkenal sakti mandraguna, dengan senjata itu pula Ki karaeng Mengores Sayatan di wajah Martapura yang membuatnya Tidak akan pernah lupa dengan kehebatan Badik Pelebur Sukma,

__ADS_1


"Akhirat adalah gambaran Dunia, bagaimana kamu menjalani hidup di dunia begitulah Akhirat yang akan kamu hadapi, Paman Martapura cepatlah kembali ke Desa Makmur mereka telah menanti Kedatangan paman dan kepala Raja Wardana.,!? " Martapura yang masih kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi dengan Rasa penasaran menuruti Titah Sang Guru untuk segera Pergi meninggalkan tempat itu pergi menuju Desa Makmur,.


Whussssssss!!!!


Shettttttt


Diiringi hembusan Angin Tantra muncul dengan tiba-tiba di tempat itu sementara Abiyan yang telah menyadari kehadiran Tantra dan memang sengaja menanti kehadirannya hanya berdiri tak bergeming.,


"Oh... Rupanya kamulah Pahlawan kesiangan di balik selamatnya bangsat itu, Siapa kamu!? pantang Tantra membunuh tanpa mengetahui idetitas orang yang di bunuh nya!! " Mendengar ucapan Sombong Tantra, Abiyan hanya mengulum senyum tipis sambil berbalik menghadap Ke arah Tantra yang berdiri dengan wajah datar,.


"Saya hanyalah seorang hamba yang hanya mencari Ridho darinya., Maut setiap mahluk hidup ada di tangannya, Tidak ada satu mahluk di bumi ini yang bisa menentukan Takdirnya sendiri, Kesombongan hanyalah milik mereka yang buta akan keagungan Allah SWT

__ADS_1


__ADS_2