TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
WAFATNYA RAJA WARDANA


__ADS_3

"Bicaramu terlampau tinggi Anak muda!? Kamu belum mengukur tingginya gunung dalamnya Samudra namun kamu begitu yakin Mampu Membunuh saya!? " Mendengar ucapan Raja Wardana pemuda itu sekilas menatap Wajah Raja Wardana dengan tatapan Sinis dan senyum mengejek.


"Berbicaralah sesukamu Nikmatilah hidupmu yang tinggal beberapa saat lagi, ucapkanlah kata-kata perpisahan buat istrimu, sebelum semuanya terlambat" Ujar pemuda itu dengan santai dan tanpa expresi,. melihat wajah datar pemuda itu membuat Murka Raja Wardana,.


"Demi Allah SWT yang mengengam jiwa dan ragaku sungguh ucapanmu melebihi kodratnya!? " Laksana tersambar petir seketika degub jantung pemuda itu tak beraturan jiwannya seakan melayang mendengar kalimat Allah dari mulut baginda Raja Wardana., Namun semua gundahnya dengan segera di tepisnya, Mana mungkin penguasa Dua Alam bisa sampai di tempat ini.,


"Raja Wardana, Sudah waktunya nyawamu melayang!!!? " Mendengar ucapan pemuda itu, Raja Wardana melompat hendak meraih golok


Hiyaaaaaas!!!!!


Whusssssss!!!!

__ADS_1


Namun Tinggal tubuh tak berkepala yang hanya memegang golok lalu rubuh kejang- kejang kemudian diam tak bergerak,. Ratu Dewi Ningsih yang terkejut melihat Suaminya mati dengan cara tragis berteriak sekuat tenaga.,


"Toloooooong!!!!!! Tidaaaaaak!!!!!! Suamikuuuuuu!!!! yaaaa Allah,, !!! " Teriakan Ratu Dewi Ningsih terdengar sampai ke Telinga Abiyan yang ketika itu sedang menjadi imam shalat Ashar sehingga dia mempercepat bacaan Shalat nya., Sedangkan Tantra yang langsung melesat pergi dengan kepala raja Wardana di tangannya Terkejut ketika bibir Raj Wardana terdengar berucap,.


"Ayshadu An-la ilaha illallah Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah dan Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah" Lalu matanya terpejam dengan bibir tersenyum tidak sedikitpun menampakan Wajah kesakitan Sungguh Allah Maha sempurna yang telah mencabut Sakitnya sakaratulmaut,.


Melihat Semua kejanggalan itu membuat Tantra bergidik ngeri nsmun semua perasaan itu terkubur bersama Ambisi ingin menguasai Dunia.,


"Islam Sudah masuk di wilayah ini, Siapa gerangan yang membawa islam jauh ke tempat ini, Agh yang pasti tidak mungkin Sang penguasa Dua Alam bisa saja para saudagar yang kebetulan mampir di tempat ini" Gumam Tantra dalam hati sambil terus melesat membelah hutan menuju kerajaan jayagara.,


meraka mdndapati Isak tangis Ratu Dewi Ningsih di hadapan jasad kaku tak berkepala Suaminya.,

__ADS_1


"Astaghfirullah hallazim siapa yang begitu tega melakukan Semua ini!? " Ujar Panglima Ranapati ketika melihat jasad sang Baginda Raja telah terbujur kaku,.


"Urusan Dari Ratu Darawanti hiks... hilks... kenapa dia tega melakukan semua ini padahal Baginda Raja Wardana adalah kakak kandungnya sendiri,. Hu... Hu... " Jawab Ratu Dewi Ningsih dengan Diiringi Isak Tangis.,


"Saya akan menuntut Balas atas perbuatan mereka ini nyawa harus di bayar dengan nyawa!!! " Geram Panglima Ranapati sambil mengepalkan tangannya


"Tenangkan Dirimu paman Ranapati, Dendam hanyalah milik mereka yang hatinya telah tertutup oleh perangkap setan, Memang perbuatan yang di lakukan oleh mereka salah Namun sesungguhnya semua ini bisa terjadi karena Allah sudah mengariskannya seperti ini, Takdir Raja Wardana Allah gariskan di ujung pedang Sesungguhnya seorang yang dibunuh akan menuntut orang yang membunuhnya di padang luas nanti lalu diambillah untuknya dari kebaikan-kebaikan orang yang membunuhnya itu sesuai dengan kezhalimannya. Dan jika kebaikan-kebaikan orang itu telah habis namun belum cukup untuk menutupi hak orang yang dibunuhnya maka diambillah keburukan-keburukan orang yang dibunuhnya untuk dibebankan kepada orang yang membunuhnya hingga bisa jadi tidak menyisakan satu dosa pun orang yang dibunuh kecuali telah diletakkan diatas pundak orang yang membunuh. Dalam hal ini terdapat hadits shahih dari Rasulullah saw tentang kezhaliman, dan pembunuhan adalah bentuk kezhaliman yang paling berat dan paling besar, . Namun Hanya Allah SWT yang maha Tahu segalanya.,!? " Ucapan Abiyan sontak meredam Amarah dari mereka


"Tuan Guru bagai mana kita memakamkan Jasad Baginda Raja yang tidak utuh ini!? " Mendengar pertanyaan Martapura Semua mata langsung menoleh kepada Abiyan menunggu Keputusan Abiyan.,


"Paman Martapura, Segeralah paman Pergi menuju kerajaan Jayagara minta secara baik-baik kepala Raja Wardana jika mereka menolak Allah punya cara tersendiri untuk membantu kita membawa kembali kepala Raja Wardana,.!? "mendengar ucapan Abiyan Panglima Ranapati langsung berdiri

__ADS_1


" Tuan Guru izinkan saya ikut bersama Martapura menuju kerajaan untuk meminta kembali kepala Raja Wardana!? " Abiyan hanya tersenyum mendengar Ranapati menawarkan diri.,


"Paman Ranapati tetaplah disini untuk mempersiapkan semua yang di butuhkan disini Biarkan Paman Martapura pergi seorang diri mengingat ilmu kanuragan yang di miliki nya cukup tinggi Saya Rasa bisa mempersingkat waktu jika dia pergi seorang diri., " Ucapan lembut Abiyan dengan mudah di pahami oleh Ranapati yang langsung kembali duduk di samping Jasad Raja Wardana., Tanpa membuang Waktu Martapura langsung melesat Cepat menuju kerajaan Jayagara.,


__ADS_2