
Dinginnya Hembusan udara ketiga sepertiga malam,tidak menyurutkan tekad seorang Gadis cantik Untuk mengambil Air wudhu yang dinginnya menembus tulang. Berlahan Gadis itu mulai terbenam dalam doanya yang khusyuk. Lantunan Doa yang keluar dari bibir cempaka terdengar syahdu,membuat siapapun yang mendengarnya akan merasakan getaran aneh yang langsung menyeruak menembus sanubari,.
Dari langit yang bertaburan bintang tiba-tiba berubah Ribuan cahaya putih laksana hujan cahaya jatuh tepat menembus atap Rumah Bapak kepala desa makmur di mana Cempaka sedang memanjatkan doa dengan bgitu penuh penghayatan dan linangan air mata yang terus keluar dari beningnya kedua bola matanya yang indah,.
"Yaa Allah ini hari ke empat puluh,Hamba meratap dan memohon Ridho atas kuasamu,karena hanya kepadamulah Hamba mengantungkan harapan,Ya Allah, Tuhan yang Maha Perkasa, hamba mohon permudahkanlah urusan hamba, sebagaima Engkau permudah urusan Fir’aun kepada Musa, dan lunakkanlah hati manusia sebagaimana Engkau melunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya penolong. Wahai Tuhan yang Maha Hidup, Maha Penguasa, Tuhan yang punya Keagungan dan juga Kemuliaan. Perkenankanlah doaku Ya Allah.Hamba sungguh sangat mencintai Tuan guru Abiyan jika memang dia pantas buat hamba getarkanlah hatinya,Aamiin ya Robbal aalamiin"
"Aamiin!!" Terdengar Ribuan Suara dari arah belakang Cempaka,yang sontak membuat cempaka terperanjat dan dengan segera langsung menoleh kebelakang,Rasa takut langsung menyeruak menghantui Cempaka ketika mengetahui jika tidak ada seorangpun yang berada di belakangnya,. Seketika tubuh cempaka mengigil ketakutan semua persendian tulangnya lunglai,Bahkan cempaka tidak sanggup untuk beranjak dari tempatnya duduk.,
Brak!!!
__ADS_1
Tubuh cempaka luruh kelantai dengan tubuh menggigil dan keringat membasahi sekujur tubuhnya.,
"Cempaka!!!" Ujar Hindun dengan Panik dan sedikit berlari langsung mendekap tubuh putrinya yang sudah tidak sanggup mengucapkan sepatah kata pun,.
"Nyebut!!nyebuk Nak!!! Nyebut!!!" Lanjut ujar Hindun semakin panik melihat kondisi putrinya,.
"Apa yang terjadi pada putri kita bu?" Ujar Ranapala yang ikut terbangun mendengar suara panik Hindun istrinya,.
"Asalamu Alaikum paman!!" Ucapan salam anak kecil itu membuat Ranapala terkejut,.
__ADS_1
"Wa..wa.alikum sa.sa..lam,Astagfirullah,.Ada perlu apa Nak,Pagi buta begini buat bapak kaget saja!" Ujar Ranapala mencoba mengatur jalan Nafasnya, Karena kaget dengan kemunculan tiba-tiba seorang anak kecil,.
"Maaf paman,tadi baru saja saya hendak mengetuk pintu,tapi paman tiba-tiba keluar,Paman pasti hendak menemui Tuan guru Abiyan!?Tenang saja paman Tuan guru yang meminta saya kemari untuk membantu cempaka,paman tidak usah kuatir Cempaka baik-baik saja,dia hanya kelelahan,Abiyan menitipkan ini buat kakak cempaka,Beri dia minum air ini, Insya Allah kondisinya akan kembali seperti semula,." Ujar anak kecil itu dan menyerahkan kendi kecil berisi air pada Ranapala,yang hanya bengong seakan tak percaya dengan apa yang terjadi,bagaimana mungkin abiyan bisa mengetahuinya sebelum dia menyampaikan apa yang sedang terjadi,Ranapala meraihkendi itu namun jiwanya entah bertualang kemana dan ketika kesadarannya pulih,.
"Te..!terima.kasih!!?" Ucapan ranapala Ngambang karena sosok anak kecil tadi sudah tidak ada di tempatnya semula, dengan segera Ranapati kembali menutup pintu dan masuk kembali kedalam menemui istri dan anaknya dengan Kendi berada di tangannya,.
"Cepat sekali pak,!?Mana Tuan Guru Abiyan!?" Ujar Hindun sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok sang Tuan guru,.
"Saya sungguh bingung bu!? Tuan guru sudah tau jika kita hendak meminta bantuannya,dan dia langsung mengirim anak kecil kemari dengan memberikan Kendi berisi air ini,untuk di berikan pada Cemppak!!?" Ujar ranapala sambil geleng-geleng kepala merasa takjub dengan kehebatan Sang tuan guru.,
__ADS_1
Cempaka terus menggigil dalam pelukan hindun., dengan ucapan Bismillah.dengan hati-hati Ranapa mendektan bibir kendi pada bibir putrinya dan menuangkan beberapa tetes air yang berada dalam kendi itu.
Ketika beberapa teguk air itu masuk kedalam tubuh Cempaka ber angsur-angsur tubuh cempaka Kembali normal namun tubuhnya laksana tertidur begitu lelap,hingga suara apapun tak mampu membuatnya terbangun,.