
Ranapati dan seluruh Ibu-ibu yang turut membantu menyiapkan hidangan terlihat gugup karena perbekalan dalam gudang penyimpanan makanan telah habis, bahkan tak tersisa sedikitpun,
"Tuan, bagaimana ini? Apa yang akan kita hidangan untuk makan malam, jangankan buat para pengungsi sedangkan buat kita saja nyaris tak tersisa!? " Ujar Hindun yang juga ikut membantu menyiapkan hidangan makan malam,.
"Entahlah Bu, kita serahkan saja semuanya pada yang Kuasa!? " Ujar Ranapati pasrah.
"Andai saja di rumah kami ada sedikit persediaan, tentu dengan senang hati kami akan membantu dengan ikhlas, namun Tuan tau sendiri kemarin kita baru saja gagal panen!? " Ujar seorang ibu yang lainnya menimpali,
Ternyata Allah punya cara lain untuk menunjukan Kuasanya dari arah luar ada ratusan Orang asing datang entah dari mana memasuki gerbang Halaman kediaman Abiyan dengan membawa berbagai macam hasil bumi,.
"Asalamualaikum!? Maaf apa betul ini kediaman Tuan Abiyan!? " Sapa kepala Rombongan orang-orang asing itu sambil sedikit membungkuk memberi hormat pada Martapura yang kebetulan berjaga si gerbang depan halaman rumah Kediaman Abiyan.
"Waalaikumsalam, Benar sekali Tuan, Tuan guru Abiyan lagi berada dalam Mushola, Tapi maaf sebelumnya kalau boleh tau ada keperluan apa Tuan-tuan mencari Tuan Guru Abiyan,!? " Tanya Martapura penuh selidik.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Berarti kita tidak tersesat, Kami datang dari Kesultanan Samak Utusan dari Sultan Arfan Untuk membawakan, Hasil Bumi Samak sebagai hadiah Buat Tuan Abiyan!? " Serasa tak percaya dengan apa yang di dengarnya Martapura terdiam mamatung,.
"Maaf Tuan!? Apa kami boleh bertemu dengan Abiyan!? " Ujar kepala rombongan itu ketika Martapura sama sekali tidak merespon permintaannya dan hanya terlihat terdiam mematung, seakan tak mampu mengucapkan sepatah katapun,.
"Astaghfirullah hal azim, maaf Boleh mari saya antar!? " Namun Lagi-lagi Martapura tersentak ketika melihat kepala Rombongan itu, Langsung memberi Hormat dengan sedikit membungkukan Badan, Martapura tidak menyadari ketika Abiyan telah berada di belakangnya,
"Selamat datang Sultan Samak, apa yang membawa kamu, sampai sejauh ini!? " tanya Abiyan yang seketika membuat Martapura tersentak dan segera minggir beberapa langkah kesamping,.
"Maafkan Saya Tuan Baginda Sultan, saya sungguh tidak bisa melihat kebesaran, Sultan samak yang begitu Arif!? "
"Tiada mengapa? apalah arti sebuah gelar Sultan, jika kita tidak amanah menjalaninya!? " Abiyan hanya tersenyum mendengar sikap merendah Sultan Arfan
"Alhamdulillah, kekuasaan tidak membuatmu lupa, akan hakikat diri sebagai hamba!? "
__ADS_1
"Kak, ini ada sedikit oleh-oleh, yang Allah titipkan pada kemakmuran samak, yang alangkah mubazir nya jika tidak di bagi-bagi, kebetulan paneh di Kesultanan samak lagi melimpah yah hanya inilah yang bisa saya bawa dari Sana!? " Ujar Sultan Arfan Sambil berjalan kearah Abiyan dan langsung memeluk Abiyan dengan penuh kerinduan,.
"Alhamdulillah, Paman Martapura, Antar oleh-oleh Sultan ke gudang penyimpanan sekalian tolong bilang pada Ranapati untuk menyiapkan hidangan pada seluruh tamu kita!? "
"Baik Tuan Guru, Saya permisi kebelakang Mari ikut saya!? " ujar Martapura dan di ikuti oleh seluruh pasukan Arfan yang membawa Oleh-oleh berupa hasil bumi,.
"Kakak tau jika wanita yang Allah titipkan padaku, telah Allah ambil kembali!? " Ujar Arfan ketika mereka tinggal berdua. Abiyan hanya tersenyum mendengar Curahan hati adik angkatnya,
"Arfan hidup dan mati selalu jalan berdampingan, ada kemudian tiada itu sudah takdir, Setiap manusia memiliki ajal, dan kematian tidak bisa dihindari dan kita tidak ada yang bisa lari darinya. Namun sayang, sedikit manusia yang mau bersiap menghadapinya. Seperti dalam firman Allah Ta’ala “Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu kan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. quran surat Jumu'ah ayat 8” dan “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.tercantum dalam Qur'an surat An-Nisa ayat 78” Ujar Abiyan membuat Arfan sejenak menunduk tertegun, menghayati nasehat Abiyan.
"iya kak, namun saya hanyalah manusia biasa yang terkadang, Rapuh dengan segala Cobaan yang Allah berikan!? " Lagi-lagi Abiyan hanya tersenyum mendengar kesah Arfan.
"Mengingat kematian akan menimbulkan rasa khawatir di dunia yang fana karena kita akan menuju negeri akhirat yang abadi. Kematian tidak mengenal usia, waktu ataupun penyakit tertentu agar setiap orang mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Manusia tidak pernah lepas dari kondisi lapang dan sempit, sehingga dengan mengingat kematian, maka manusia tidak akan terlena ataupun berputus asa dari takdir. Manusia yang mengingat kematian akan dimuliakan dalam 3 (tiga) hal, yaitu : Segera bertaubat,Hati qanaah dan Giat beribadah"
__ADS_1