TITISAN LANGIT

TITISAN LANGIT
NYAWA TITIPAN


__ADS_3

Raja Wardana dengan sigap langsung melompat kedepan dan segera menyerang Cobra dengan pukulan Bertenaga dalam,


Hiyaaaaaaaaaa


shutttttttg


Bughhhhhh


ctasssssss


Lesatan pukulan Raja Wardana tepat menghantam Dada Cobra yang sama sekali tidak menghindari pukulan Raja Wardana, Namun Raja Wardana seketika terkesiap Karena Cobra tidak bergeser sedikitpun akibat pukulan kerasnya, Sadar jika lawan di hadapnnya bukan tandingannya Raja Wardana Langsung mundur beberapa langkah,.


"Kalian sungguh ingin Mampus, Saya masih mengampuni kalian jika kalian mau meningalkan Gadis cantik itu untuk kami!? " Ujar Cobra dengan enteng, Ranapati yang pasrah akan hasil akhirnya kembali mencoba menyerang Cobra dari segala Arah,..


Hiyaaaaaaa


shettttttt


wussssssss


trakkkkk


Serangan Ranapati yang begitu membabi-buta mendapat respon dari Cobra dengan sesekali melayangkan pukulan santai yang masih dapat di hindari Oleh Ranapati, Namun selang beberapa jurus kemudian Terlihat Ranapati mulai kewalahan., Raja Wardana yang melihat Ranapati semakin terdesak Ikut membantu Ranapati menghadapi Cobra,.


" Hentikan, Atau Gadis ini Akan saya bunuh si hadapan kalian!? " Ujar Rabang yang langsung beraksi dengan menyandra Ratu Dewi Ningsih dengan menempelkan Ujung goloknya pada leher Dewi Ningsih, Dan seketika itu Pula Raja Wardana dan Ranapati menghentikan Serangan mereka.


"Haishhh, Apa yang kamu lakukan Rabang, lepaskan gadis itu, Biar dia melihat dengan jelas bagaimana Saya mematahkan leher kedua lelaki ini!? " Ujar Cobra dengan nada sedikit kesal,.


"Kelamaan Tuan, Saya sudah tidak Sabar ingin menyentuh kulit gadis ini yang ternyata Wangi dan halus sekali Tuan,. " Ujar Rabang sambil membelai Pipi Ratu Dewi Ningsih dan menghirup Aroma Rambutnya yang sangat wangi yang tentu saja mengingat dia Adalah seorang Ratu,. sedangkan Raja. Wardana. semakin kehilangan kesabaran dan Emosinya langsung memuncak melihat istrinya di lecehkan,.


"Bajingan Mati lah kalian semus!!! " Teriak Raja Wardana dan langsung melompat Hendak menyerang Rabang dengan Pukulan


Hiyaaaaaaaaaa


Whusssssss


Stakkkkkkh


Bughhhhh


trackkmkm


Raja Wardana dengan gerakan cepat langsung mengayunkan tinjunya namun gerakannya terhenti ketika Sebuah tendangan telak menghantam Perutnya, Yang membuat Raja Wardana terlempar beberapa tombak dan langsung terkapar sambil meraung kesakitan., Melihat Sang Raja Terkapar membuat Ranapati menjadi murka Dengan tanpa memikirkan apa-apa lagi Dia kembali memainkan pedangnya menebas Cobra.,


Hiyaaaaaa


Singggggg


stakkkkk


Gedhebhuk..

__ADS_1


Serangan demi serangan yang Di mainkan Ranapati Dengan mudah di patahkan oleh Cobra,. dan dengan satu gerakan yang sangat cepat Cobra melakukan serangan Balasan dengan tinju tangan kirinya dia tepat menghantam Dada Ranapati yang langsung terjungkal dengan nafas yang sesak,. Melihat kedua lawan Cobra Sudah tumbang Sanur yang Dari tadi hanya jadi penonton Segera mencabut Goloknya, Dan berjalan mendekati Raja Wardana dan Ranapati, Hendak menebas leher mereka berdua,.


"Heh kamu mau apa? Jangan bunuh dulu mereka, Biarkan mereka menonton Bagaimana kita Memainkan gadis itu,. Hahahahaha!? " Mendengar Ucapan kepala perampok Itu Raja Wardana hanya bisa meneteskan Air mata karena Dia sungguh tak berdaya menyelamatkan istrinya,


"Tolong lepaskan Istriku, jangan sentuh dia, Saya mohon Tuan!? " Ratap Raja Wardana ketika melihat Cobra yang hendak menjamah tubuh istrinya yang Ada dalam dekapan Rabang,.


"Tidak pantas Tuan mengiba pada manusia yang hatinya telah di kuasai Iblis, Sangat memilukan Empat orang lelaki yang lahir dari Rahim Seorang perempuan yang seharusnya di hargai namun Sekarang malah di lecehkan Sangat memalukan!? " Ujar Seorang pemuda Yang Tiba-tiba muncul di tempat itu, Dengan langkah Santai mendekati Raja Wardana dan Ranapati yang terbaring Dan tak sanggup untuk bangkit,. Sedangkan ke empat perampok itu Langsung kaget karena tidak menyadari kehadiran pemuda itu,.


"Heh Anak muda kalau kamu masih sayang sama nyawa kamu,. sebaiknya tidak Usah ikut Campur!! Cepat tinggal kan tempat ini, Anak masih bau Kencur sudah berani menasehati Cobra setan,!!? " Ujar Cobra dengan tatapan tajam dan bengis,


"kelakuan kalian Sungguh sangat menjijikkan,. Bertobatlah Sebelum Nafas kalian melewati Tenggorokan, Satu kesalahan jika kita mengabaikan tindakan memalukan Wanita yang seharusnya kita Muliakan Dengan tega kalian lecehkan,!? " Mendengar Ucapan Bijak Pemuda itu membuat Sanur yang sudah mencabut Goloknya langsung menyerang pemuda itu dengan tebasan,.


"Mampus lah Kamu Anak muda"


Hiyaaaaaaaaa


Whusssssssss


Sringgggggh


Dashhhhhhh


Bughhhhh


Aghhhhhhhh


Serangan Sanur Yang begitu Cepat membuat Ranapati sejenak menahan Nafas, Namun Yang terjadi Sungguh di luar dugaan mereka dengan Mudah Pemuda itu Mengelak dari semua serangan Sanur dan dengan Satu pukulan Tinju pemuda Itu tepat menghantam Bahu Sanur yang langsung luruh dan mengerang kesakitan Karena tangan kanannya sudah Tak bisa dia gerakan lagi,.Melihat Sanur Yang Terkapar Membuat mereka semua Tersentak Kaget Dan langsung melompat membantu Temannya menyerang Pemuda itu,.


Hiyaaaaaaaa


Whussssssss


Trankkkk


Bhughhhhh.,


Aghhhhhhh


Serangan Rabang dan Galang yang melesat cepat, Pedang keduanya melesat hendak menebas leher Pemuda itu Namun Dengan Mudah Di elakkan Dengan gerakan Yang membuat Raja Wardana Kagum dengan kelihayan Pemuda Asing itu, dengan Satu gerakan Indah Tangan kanan Pemuda itu menghantam Bahu Kanan Rabang dan kaki kirinya menghantam Bahu kananGalang Yang dua-duanya langsung terjungkal dengan Tangan Kanan Yang tidak bisa di gerakan Membuat Cobra murka,.


"Owh Rupanya kamu punya sedikit ilmu Anak Muda pantas Saja kamu berani, Tapi sayang Kamu Salah memilih Tempat Saya Cobra Setan, Yang Akan memberikanmu sedikit pelajaran,.!? " Ujar Cobra dengan Pandangan sinis menatap Pemuda yang ada di hadapannya,.


"Hati-hati Anak muda, Orang Itu Sangat Kuat Dan Dia juga kebal Terhadap Senjata Tajam!? " Ujar Raja Wardana dengan Susah payah bertahan dengan sakit yang menyerang perutnya,


"Kebal!? Tidak Ada Manusia yang Kebal Di hadapan Allah Pencipta Alam Semesta ini, !? " Cobra semakin jengah mendengar Ucapan Pemuda Asing itu Yang meremehkan Kehebatan Yang di miliki nya,. Dengan Penuh Emosi Cobra langsung menyerang Pemuda Itu dengan Pukulan dan tendangan,.


Hiyaaaaaaaa


Whussssss


shettttttttt

__ADS_1


Bughhhhhhhh


Aghhhhhhh


Serangan Cobra Begitu Hebat Namun Tendangan Pukulannya yang Keras Hanya menghantam tempat kosong, Pemuda Itu Dengan Mudah Menghindari setiap Serangan Cobra yang sangat mematikan Dan Dengan Satu gerakan cepat Pemuda Itu Memutar sesikit Tubuhnya Dan Melesatkan Tendangan Yang tepat menghantam perut Cobra Yang langsung terjungkal Beberapa Tombak kebelakang Yang langsung Meraung kesakitan Membuat Raja Wardana tercengang Seakan tak percaya dengan Apa yang di lihatnya,.


"Siapa Sebenarnya kamu Anak Muda? Tendangan apa yang Kamu pakai hingga bisa membuat Saya seperti ini!? " Ujar Cobra dengan Wajah meringis menahan Sakit,. Pemuda itu hanya tersenyum,.


"Itu hanya peringatan kecil Dari sang Pencipta,!? " Ujar pemuda itu singkat lalu melangkah mendekati Raja Wardana yang berada dalam pelukan Ratu Dewi Ningsih, Lalu Dia menyentuh Bahu Wardana untuk mengalirkan Hawa panas dalam tubuh Raja Wardana yang seketika Merasakan sakit yang di alaminya Hilang begitu saja, Hal Serupa Dia lakukan Pada Ranapati Yang sudah tidak sadarkan diri,.


"Terima Kasih Anak muda telah menyelamatkan kami?Saya Wardana, Ini istri saya Dewi Ningsih, dan Ranapati kerabat saya,dan kalau boleh saya tau Nama kamu Siapa? dan tentunya kamu pasti bukan berasal dari Sekitar Sini karena melihat pakaian yang kamu kenakan dan juga Gaya bahasa yang kamu ucapkan? " Ujar Raja Wardana bertanya Pada Pemuda Tampan Yang telah menolong Istrinya dari cengkraman Rampok yang sangat berbahaya,.


"Nama Saya Abiyan Tuan, Sesungguhnya Semua yang Sudah terjadi adalah kehendak Sang Pencipta langit dan Bumi beserta seluruh Isinya, Saya datang dari ujung Tenggara Nusantara, Tepatnya Kesultanan Lembayung,!? " Ujar Abiyan Seadanya dengan bibir tersenyum manis,


"Kalau tidak salah Abiyan, Tadi saya melihat kamu lagi duduk Tak bergerak di Bawah air terjun di ujung sana!? " Ujar Ranapati menimpali,


"Iya Saya lagi berterima kasih kepada sang Pencipta Yang masih memberi saya Kesehatan dan semua yang saya butuhkan!? " Ujar Abiyan masih dengan senyum yang tidak pernah terlepas dari bibirnya,


"Owh, Seperti itu sekali lagi Terima kasih Abiyan, Sungguh Jika saja kamu tidak datang entah bagaimana dengan Nasib kami bertiga, Terutama Nasib Istri saya!? " Ujar Raja Wardana sambil merangkul Dewi Ningsih istrinya yang terlihat Masih shock,


"Tuan Berterima kasihlah pada penentu Takdir, Karena semua ini terjadi karena takdir, Sepertinya Tujuan Tuan masih jauh, Sebaiknya Tuan segera melanjutkan perjalanan, Kasian Istri Tuan jika terus berada di sini, tentunya pikirannya pasti tidak akan tenang mengingat apa yang baru saja di alaminya!?" Ujar Abiyan dengan santai,.


"Abiyan Saya Hendak ke desa Makmur, yang berada di ujung Sana, kalau kamu sempat mampirlah kesana Istri saya pandai meracik hidangan siapa Tau Abiyan sudi mencicipi Hidangan yang di suguhkan Istri saya!? " Ujar Raja Wardana sambil bangkit berdiri sambil terus memeluk istrinya yang terlihat masih ketakutan,.


"Jika Sang Pencipta masih memberikan Izin saya mengunakan Nafas yang berhembus dari paru-paru, Dengan senang Hati saya akan mampir!? " Mendengar Ucapan Abiyan yang sejujurnya dia sama sekali tidak paham hanya melemparkan senyum sambil membopong Tubuh istrinya dan mereka bertiga meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang masih di selimuti rasa tanda tanya tentang sosok Abiyan yang Menurut mereka sangat misterius,.


Cobra dan ketiga temannya masih merintih menahan sakit, Abiyan berjalan mendekati Cobra yang seketika pucat pasi ketika Abiyan mendekatinya, Karena takut dia akan di bunuh oleh Abiyan,.


"Ampun Anak jangan bunuh Saya, Saya sungguh menyesal, Saya janji jika kamu mengampuni saya, saya tidak akan mengulangi perbuatan merugikan orang lain!? " Ujar Cobra sambil mencoba bersujud, namun Tubuhnya di tahan Oleh Abiyan,


"Paman,saya tidak berhak atas nyawa paman, Yang berhak mengambil nyawa mahluk hidup adalah dia yang telah menitipkan nyawa itu sendiri, Bukan sesama makhluk yang sama-sama memiliki nyawa titipan, Hanya menunggu kapan waktunya Sang penitip memintanya kembali, dan ketika masa itu tiba tidak ada seorang hamba yang mampu menghindarinya!? " Ujar Abiyan dengan senyuman yang terpatri di bibirnya,. Melihat senyuman Abiyan membuat bathin Cobra seketika menjadi tentram,.


"Apa maksud kamu dengan nyawa titipan, siapa orang yang menitipkan nyawa pada kita semua!? " Mendengar pertanyaan Cobra Abiyan sejenak Terdiam


"Apa Paman Tau, Paman tercipta dari mana? " Abiyan balik bertanya pada Cobra yang seketika dengan enteng menjawab,


"Tentulah saya tau Anak muda, mau dari mana lagi kalau bukan Dari Orang Tua saya, pertanyaan kamu ada-ada saja memangnya mau dari mana lagi!? " Ujar Cobra dengan spontanitas,. Abiyan hanya tersenyum mendengar jawaban Cobra,


"kita yang sekarang masuk pada tahapan penciptaan manusia yang kedua Yaitu tahapan biologi. Penciptaan manusia selanjutnya adalah melalui proses hubugan Suami istri yang dapat dipahami secara mudah. Di dalam proses ini, manusia diciptakan dari inti sari tanah yang dijadikan air mani Atau uthfah yang tersimpan dalam tempat yang kokoh dalam Rahim seorang wanita yang kita panggil Ibu. Kemudian nuthfah itu dijadikan darah beku yang menggantung dalam rahim Ibu kita, Darah beku tersebut kemudian dijadikan-Nya segumpal daging dan kemudian dibalut dengan tulang belulang lalu kepadanya ditiupkan ruh Dalam Qur'an menyatakan bahwa ruh dihembuskan Allah swt. ke dalam janin setelah ia mengalami perkembangan selama 40 hari, Sejak saat itu kehidupan Awal telah di mulai, sampai 230 Hari kemudian Kita hidup dalam kegelapan sampai akhirnya Allah memberi kita restu Untuk lahir dan menghirup udara dunia yang sekarang kita pijak ini!? " Ujar Abiyan sambil merangkul bahu Cobra yang sedang terpukau dengan ilmu pengetahuan yang di miliki seorang pemuda.,


''Bawalah kami bersamamu biarkan kami banyak belajar dari kamu anak muda!? " mendengar permintaan Cobra lagi-lagi Abiyan hanya tersenyum simpul,.


"Renungkan Rasa sakit, Yang sekarang Paman Dan kalian semua Rasakan jika kalian sudah benar-benar yakin Paham akan makna rasa sakit itu, baru kalian bolem meminum Ramuan ini, Satu yang perlu Paman ingat ramuan ini akan berfungsi ketika Paman benar-benar sudah paham, Kelak jika ada kesempatan Takdir akan mempertemukan kita kembali!? " Ujar Abiyan sambil berdiri dan memberikan sekendi Rebusan Akar ginseng dan Ramuan lainnya,.


Next.,


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Silahkan Cantumkan komentar kalian Untuk Masukan buat Author,.


dan jangan lupa Like coment and Vote

__ADS_1


**********Terima Kasih*********


__ADS_2